Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hamam Burhanuddin

"Writers should be read, but neither seen nor heard." [Daphne du Maurier] "Penulis seharusnya dibaca, selengkapnya

Apa Makna Kata Maghfiroh?

REP | 11 August 2011 | 05:23 Dibaca: 3446   Komentar: 0   0

Ada riwayat yang populer dalam konteks Ramadan Yaitu ramadhan awalnya rahmat, pertengahannya maghfiroh dan sepuluh harinya yang terakhir adalah keterbebasan dari api neraka, sudah berlanjut sekian hari pertama dari bulan ramadhan kita memasuki hari-hari maghfiroh, mari kita berusaha untuk memahami apa yang dimaksud dengan maghfiroh itu,

Dalam bahasa aslinya maghfiroh terambil dari kata “ghofar”a, yang berarti menutup atau memperbaiki, ketika kita memohon “Allahummaghfirli”, semoga Allah menutupi sekaligus memperbaiki, tapi apa yang kita mohonkan ditutupi?, apa yang ditutupi oleh Allah SWT?, Imam Ghozali mengatakan sekian banyak yang ditutupi oleh Allah

Yang Pertama yang ditutupi adalah sisi dalam manusia, alangkah buruk manusia ini kalau nampak apa yang disisi dalamnya walau dari segi jasmani, kita berkeliaran ke kiri dan kekanan membawa kotoran untung Allah tutupi,

Yang Kedua yang ditutupi adalah isi hati kita, entah apa yang terjadi kalau terbuka isi hati kita, sehingga orang mengetahui bahwa kita membenci si A atau kita jatuh cinta kepada orang yang tidak wajar lagi syukur Allah menutupi isi hati kita, alangkah banyak kedengkian yang ada di dalam hati berkat Allah yang ghoffar yang maha menutup sehingga ia tidak nampak dipermukaan, Allah menutupi juga dosa-dosa kita, alangkah banyaknya dosa yang kita lakukan yang syukur Allah tidak beberkan Allah tutup sehingga kita terhindar dari rasa malu.

Kalau ada keburukan, pelanggaran dan dosa-dosa kita yang ditutupi oleh Allah, ada juga dosa-dosa kita yang berkaitan dengan Allah dan manusia yang ditutupinya sehingga kita tidak dituntut pertanggung jawaban akibat dosa-dosa tersebut. Itulah sebagian dari yang ditutupi oleh Allah yang dikandung dalam kata maghfiroh.

Ada lagi makna kata maghfiroh yakni memperbaiki Allah memperbaiki kesedihan yang meliputi jiwa kita itu diperbaiki Allah sehingga kita melupakan sebab-sebab kesedihan itu, selanjutnya kebodohan, keburukan semuanya bisa ditutupi oleh Allah jika kita memohon supaya Allah menganugerahkan maghfiroah kepada kita,

jadi maghfiroh bukan sekedar pengampunan, bahkan bisa jadi jika kita rasakan sedang berpakaian tidak wajar berdoalah dengan Allahummahghfirli tutupi keburukan kami yang lahir itu dari pandangan manusia sehingga sebenarnya maghfiroh tidak terbatas hanya pada pengampunan dosa tetapi mencakup sekian banyak hal dalam kehidupan kita dan membawa dampak positif bagi kehidupan akhirat kita

Memang pada umumnya orang memahami kata maghfiroh dengan pengampunan dosa itu adalah sebagian dari makna kata ghofara

Tahukah kita tanda atau indikator orang yang diampuni dosanya, orang yang diampuni dosanya adalah yang menyesali perbuatannya bertekad tidak mengulangi lagi perbuatannya, dan memohon ampun kepada Allah dan kalau dosanya sesama manusia memohon maaf kepada manusia itu kalau dia mengambil harta dia mengembalikan harta yang diambilnya

Dan indikator yang terakhir adalah dia merasa bahwa betapun dia bermohon dan bermohon dia belum yakin bahwa dosanya terampuni sehingga dia terus bermohon ampun dan ampun.

WAllahu a’lamu bi ash-shawab.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Rembug Provinsi, Ajang Dialog Menata Jakarta …

Nur Terbit | | 26 November 2014 | 15:41

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, PSSI! …

Achmad Suwefi | | 26 November 2014 | 11:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 4 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 9 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 10 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Sekecil Apapun Itu Timnas Masih Punya …

Gunawan Wibisono | 7 jam lalu

Kuliah Umum: Hubungan Bilateral …

Imam Safrullah | 7 jam lalu

Jangankan Mundur Malah Pengurus PSSI …

Manly Villa | 8 jam lalu

Ini Dia Calon Penulis Hebat dari Perbatasan …

Dodi Mawardi | 8 jam lalu

Mengenal Autisme Lebih Dalam …

Nur Hidayati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: