Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hamam Burhanuddin

"Writers should be read, but neither seen nor heard." [Daphne du Maurier] "Penulis seharusnya dibaca, selengkapnya

Apa Makna Kata Maghfiroh?

REP | 11 August 2011 | 05:23 Dibaca: 2934   Komentar: 0   0

Ada riwayat yang populer dalam konteks Ramadan Yaitu ramadhan awalnya rahmat, pertengahannya maghfiroh dan sepuluh harinya yang terakhir adalah keterbebasan dari api neraka, sudah berlanjut sekian hari pertama dari bulan ramadhan kita memasuki hari-hari maghfiroh, mari kita berusaha untuk memahami apa yang dimaksud dengan maghfiroh itu,

Dalam bahasa aslinya maghfiroh terambil dari kata “ghofar”a, yang berarti menutup atau memperbaiki, ketika kita memohon “Allahummaghfirli”, semoga Allah menutupi sekaligus memperbaiki, tapi apa yang kita mohonkan ditutupi?, apa yang ditutupi oleh Allah SWT?, Imam Ghozali mengatakan sekian banyak yang ditutupi oleh Allah

Yang Pertama yang ditutupi adalah sisi dalam manusia, alangkah buruk manusia ini kalau nampak apa yang disisi dalamnya walau dari segi jasmani, kita berkeliaran ke kiri dan kekanan membawa kotoran untung Allah tutupi,

Yang Kedua yang ditutupi adalah isi hati kita, entah apa yang terjadi kalau terbuka isi hati kita, sehingga orang mengetahui bahwa kita membenci si A atau kita jatuh cinta kepada orang yang tidak wajar lagi syukur Allah menutupi isi hati kita, alangkah banyak kedengkian yang ada di dalam hati berkat Allah yang ghoffar yang maha menutup sehingga ia tidak nampak dipermukaan, Allah menutupi juga dosa-dosa kita, alangkah banyaknya dosa yang kita lakukan yang syukur Allah tidak beberkan Allah tutup sehingga kita terhindar dari rasa malu.

Kalau ada keburukan, pelanggaran dan dosa-dosa kita yang ditutupi oleh Allah, ada juga dosa-dosa kita yang berkaitan dengan Allah dan manusia yang ditutupinya sehingga kita tidak dituntut pertanggung jawaban akibat dosa-dosa tersebut. Itulah sebagian dari yang ditutupi oleh Allah yang dikandung dalam kata maghfiroh.

Ada lagi makna kata maghfiroh yakni memperbaiki Allah memperbaiki kesedihan yang meliputi jiwa kita itu diperbaiki Allah sehingga kita melupakan sebab-sebab kesedihan itu, selanjutnya kebodohan, keburukan semuanya bisa ditutupi oleh Allah jika kita memohon supaya Allah menganugerahkan maghfiroah kepada kita,

jadi maghfiroh bukan sekedar pengampunan, bahkan bisa jadi jika kita rasakan sedang berpakaian tidak wajar berdoalah dengan Allahummahghfirli tutupi keburukan kami yang lahir itu dari pandangan manusia sehingga sebenarnya maghfiroh tidak terbatas hanya pada pengampunan dosa tetapi mencakup sekian banyak hal dalam kehidupan kita dan membawa dampak positif bagi kehidupan akhirat kita

Memang pada umumnya orang memahami kata maghfiroh dengan pengampunan dosa itu adalah sebagian dari makna kata ghofara

Tahukah kita tanda atau indikator orang yang diampuni dosanya, orang yang diampuni dosanya adalah yang menyesali perbuatannya bertekad tidak mengulangi lagi perbuatannya, dan memohon ampun kepada Allah dan kalau dosanya sesama manusia memohon maaf kepada manusia itu kalau dia mengambil harta dia mengembalikan harta yang diambilnya

Dan indikator yang terakhir adalah dia merasa bahwa betapun dia bermohon dan bermohon dia belum yakin bahwa dosanya terampuni sehingga dia terus bermohon ampun dan ampun.

WAllahu a’lamu bi ash-shawab.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kapan Kota di Indonesia Jadi World Book …

Benny Rhamdani | | 23 April 2014 | 09:29

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Ina Craft Apakah Mampu Membantu dan …

Een Irawan Putra | | 23 April 2014 | 06:01

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 2 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 4 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 4 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 5 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: