
Dibaca: 200
Komentar: 16
Nihil
Terinpirasi dengan tulisan mbak Hera, saya juga tiba tiba ingin menulis tentang mengapa saya menyekolahkan Nouval diusia yang belum genap 4 tahun.
Ceritanya sejak hamil anakku lanang sing ngganteng dewe. Saya sudah mereka reka nanti anakku mau kusekolahkan dimana ya. Suamiku suka mentertawakanku, masak anak belum lahir sudah merencanakan sekolahnya. Yang penting lahir selamat dan sehat dulu. Aku biasanya langsung manyun, sambil menyelutuk ya nggak papalah, wong merencanakan gratis ini, nggak bayar.he..he..he…. Bahkan info tentang playgroup atau sekolah sudah mulai saya kumpulkan. Sebenarnya dasar dari perencanaan cuma satu, saya ingin yang terbaik buat Anakku Lanang. Selain itu ekonomi saya alhamdulilah baik tapi untuk pendidikan saya harus punya rencana karena uang saya nggak berlebih.
Info mengenai berapa biaya masuk playgroup atau Tk sekarang, kemudian seandainya inflasi diasumsikan sama, maka berapa biaya yang mesti saya keluarkan saat nouval sekolah sudah mulai saya hitung.
Nah saat nouval usia dua tahun saya mulai tertarik menyekolahkan, tapi kemudian urung karena mertua keberatan, masih terlalu kecil. Dan kemudian terkendala yang momong saya memilih mengurungkan niat. Nah saat Nouval berusia 3 tahun 5 bulan saya membulatkan diri menyekolahkan nouval. Apalagi kemudian hobi saya membelikan Nouval VCD edukatif membuat nouval kecanduan, dia akan betah berjam jam menonton VCD tersebut. Saya pikir sudah saatnya nouval belajar diluar. Lalu saya mulai menyortir sekolah sekolah yang dulu sudah masuk daftar listku. Saya mulai mendatangi sekolah itu, melihat kelasnya, berkenalan sama gurunya, dan mengikuti kegiatan belajarnya.
Setelah muter muter saya akhirnya memutuskan meyekolahkan Nouval didekat rumah, jaraknya hanya jalan kaki saja. Faktor jarak sebenarnya bukan alasan utama saya memilih sekolah ini. Awalnya saya nyaris menyekolahkan Nouval agak jauh dari rumah karena tergiur dengan cerita teman yang katanya sekolah tersebut bagus. Saya sudah berancang ancang biarlah Nouval ikut jemputan sekolah saja, atau kalau enggak ya langganan ojek. Tapi saat saya survey, saat dikasih tahu biayanya yang menurutku lumayan mahal, saya masih menghibur diri dengan bilang ,lumayanlah masih dalam Budget, tapi saat saya diajak masuk ke kelas, saya langsung memutuskan , sekolah ini tidak cocok untuk Nouval, saya belum nanya kurikulumnya, tapi dari kelasnya saya sudah mengerti, disitu ada beberapa kelas, yang terdiri dari playgrup, Tk A dan TK B, kelas mereka benar benar tersekat dalam ruangan, yang jujur saja saat masuk saya merasa sesak napas. Nouval adalah tipikal yang tidak bisa diam, tentu saja ruangan yang tersekat dinding (seperti kamar tapi lebar) tidak akan cocok baginya. Saya coret sekolah ini dari listku.
Beralih ke salah satu TK yang konon katanya juga bagus. Saat masuk halaman sekolahnya , tiba tiba pandangan saya tertuju pada seorang penjual jajanan yang berdiri dibawah pohon rindang dengan berbagai jajanan anak anak yang tidak sehat. Wah jujur saya langsung mencoret sekolah ini dari listku, karena bagi saya sekolah ini kurang begitu peduli terhadap kesehatan anak didiknya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menyekolahkan didekat rumah saja. Pertamanya saya sangat senang dengan para gurunya yang sangat ramah dan informatif, kemudian saya tertarik dengan ruangan kelas yang mereka sebut sebagai Moving Class, jadi mereka membagi ruangan dengan pagar pagar kayu pendek, jadi saat anak playgroup merasa bosan dengan kelas yang satunya dia bisa pindah ke kelas yang lainnya, masing masing kelas berisi sarana belajar yang dipadukan dengan bermain. Kemudian yang membuat saya terkesan Guru dan kepala sekolahnya langsung menghapal nama nama anak anak yang saat itu sedang melakukan uji coba sekolah.
Kemudian kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang didasarkan pada Character Building, yaitu mereka tidak menekankan pada kemampuan calistung, tapi mereka membentuk wadahnya dulu. Prinsipnya kalau wadahnya kuat mau diisi apapun nanti anak akan siap. Menarik sekali. Bahkan sekolah memberikan semacam buku komunikasi yang dibagikan setiap hari jumat. Isinya adalah perkembangan anak selama disekolah, nanti disediakan kolom untuk orang tua menceritakan perkembangan anak dirumah juga. Jadi bisa disinkronkan.
Kegiatan Outdoornya juga lumayan bagus, sabtu nanti akan diadakan ramadhan ceria, dengan mengadakan Bazar dipasar tradisional, anak diajarin mengerti tentang fungsi pasar juga sekaligus beramal.
Kalau masalah biaya, percaya atau enggak, sangat terjangkau, bahkan uang masuknya hanya seperempat dari Tk yang pertama yang aku survey, uang bulanannyapun hanya 100 ribu perbulan. Usut punya usut ternyata sekolah ini didirikan atas dasar keprihatinan sang kepala sekolah saat melihat betapa bedanya mutu sekolah sekolah yang sudah terkenal denga TK TK yang masih ecek ecek. Dia melihat perbedaan itu saat anak bungsunya sekolah disekolah international sementara kakaknya dulu sekolah disekolah biasa. Lalu dia tergerak mendirikan sekolah dengan kurikulum yang tidak kalah dengan sekolah yang sudah terkenal tetapi dengan biaya terjangkau.
Kesimpulannya saat memasukkan anak kita harus cermat memilih tidak harus mahal yang penting kurikulumnya cocok untuk anak seusia anak kita. Jangan sampai kepintaran anak kita hanya bersifat instan saja karena dikembangkan dengan cara instan pula. Selamat berburu sekolah ya….