Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Maulana Syawal

"With great power, comes great responsibility"

Hakikat Berfikir

REP | 13 August 2011 | 20:43 Dibaca: 602   Komentar: 0   0

Hakikat Berfikir adalah untuk Kebahagiaan

Kebenaran dapat disampaikan kepada seseorang melalui berbagai macam cara, dengan sangat rinci beserta semua bukti dan segala sarana yang ada. Namun jika orang tersebut tidak memikirkan sendiri kebenaran yang ada secara ikhlas dan jujur dengan tujuan memahami kebenaran, segala usaha tersebut tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, ketika rasul-rasul Allah Swt menyampaikan risalah kepada umat mereka, mereka menyampaikannya secara jelas kemudian menyuruh mereka untuk memikirkannya… Tidak ada pemahaman yang bisa diperoleh tanpa kesedian untuk berfikir.

Seseorang yang berpikir akan sangat paham akan rahasia-rahasia ciptaan Allah Swt, kebenaran tentang kehidupan di dunia, keberadaan neraka dan surga, dan kebenaran hakiki dari segala sesuatu.

Ia akan sampai kepada pemahaman yang mendalam akan pentingnya menjadi seseorang yang dicintai Allah Swt, melaksanakan ajaran agama secara benar, menemukan sifat-sifat Allah Swt di segala sesuatu yang ia lihat, dan mulai berpikir dengan cara yang tidak sama dengan kebanyakan manusia. Walhasil ia akan mendapatkan kenikmatan yang lebih dari keindahan-keindahan yang ia saksikan dan melebihi dari yang didapatkan oleh orang lain.

Ini hanyalah sebagian dari keutamaan-keutamaan yang diperoleh seseorang yang berpikir di dunia.

Balasan di akhirat untuk orang yang selalu mencari kebenaran dengan berpikir adalah kecintaan, keridhaan, kasih sayang dan surga Allah Swt.

“Sebagai petunjuk dan pelajaran bagi orang-orang yang berfikir”

(QS. Al mukmin: 54)

Syawal

Jakarta,  August 13 ,  2011

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hijaukan Halaman Rumah dengan Tanaman …

Tjiptadinata Effend... | | 27 February 2015 | 03:44

Begal dan Hilangnya Kesalehan Sosial …

Handy Fernandy | | 27 February 2015 | 04:35

Kompasiana Drive&Ride: ”Be Youthful, …

Kompasiana | | 26 February 2015 | 22:29

Belajar dari Harvard untuk Membangun Asia …

Bayu Teguh | | 27 February 2015 | 05:28

Review Film 2014, Siapa Diatas Presiden?, …

Topik Irawan | | 27 February 2015 | 01:26


TRENDING ARTICLES

Boikot Bali Blunder Terbesar Australia …

Rizky Febriana | 3 jam lalu

Mafia Ikan dan Beras “Hajar” …

Gunawan | 4 jam lalu

Hatta Gagal Angkat Trophy …

Lisa Monalisa | 6 jam lalu

Pertemuan Misterius Ruki dan Batuk Kecil …

Axtea 99 | 10 jam lalu

Jokowi, Kepala Negara Juga Tidak Boleh …

Daniel H.t. | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: