Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ibu, Pendidik Karakter Pertama dan Utama

OPINI | 20 August 2011 | 05:49 Dibaca: 296   Komentar: 2   0

Pembangunan karakter menjadi sangat penting saat bangsa kita menghadapi krisis multi dimensi, moral, politik, dan ekonomi. Kita sangat prihatin melihat moral para pelajar yang tak lagi menghormati orang tua dan guru, terlibat tawuran, narkoba hingga pergaulan bebas. Kebanggaan kepada bangsa sendiri sudah meluntur, bahkan ada rasa malu menjadi Anak Indonesia karena beberapa kasus yang sempat membuat dunia luar memandang Indonesia sebagai teroris dan sarang koruptor.

Pada kasus mencontek massal yang dihebohkan baru-baru ini, terlihat bahwa guru juga telah kehilangan idealismenya dalam mendidik tunas bangsa. Walaupun tidak semua guru seperti itu, banyak guru berpendapat keberhasilan pendidikan diukur dari tercapainya target akademi. Akibatnya semua cara dilakukan agar siswanya lulus atau membiarkan siswa berbagi jawaban ujian.

Sekedar pengingat, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “Pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak”. Jadi jelaslah bahwa pendidikan merupakan wahana utama untuk menumbuhkembangkan karakter yang baik.

Saat ini, baru dua tempat yang dipahami sebagai wadah untuk membangun karakter bangsa; sekolah dan keluarga. Pendidikan sekolah yang baik seharusnya tidak sekedar memberikan ilmu tetapi yang lebih penting adalah mengubah atau membentuk karakter dan prilaku siswa menjadi lebih baik. Nilai-nilai karakter ini bisa ditanamkan dalam pembelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler seperti pramuka, hiking, gerakan penghijauan, olahraga dan lain-lain.

Proses pembelajaran di sekolah dapat disetting sehingga menampilkan proses kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengadopsi semua nilai-nilai karakter bangsa yang baik, yang terabaikan selama ini. Sayangnya belum ada model yang dapat dicontoh, sehingga masih dalam tahap gagasan saja.

Pendidikan karakter juga dapat dilakukan di dalam keluarga. Di sini pendidik karakter yang pertama dan utama adalah ibu. Seorang ibu bertugas menanamkan nilai-nilai baik yang akan dipegang oleh sianak dalam kehidupannya. Ibulah yang mengajarkan anaknya semangat juang dan pantang menyerah. Sang ibu juga yang menanamkan nilai-nilai agama, sopan santun dan kesusilaan sehingga anaknya terbekali dengan baik. Keluarga yang baik dan lingkungannya yang kondusif merupakan tempat bagi si anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan daya saing.

Belum terlambat untuk menyelamatkan bangsa kita yang sedang terpuruk ini, asal semua komponen bangsa mau dan mampu berupaya untuk membangun kembali karakter bangsa melalui proses pembelajaran yang mengakomodasi nilai-nilai mulia bangsa Indonesia. Semoga saja banyak pihak yang tergugah dan mau membangun model pendidikan yang berkarakter Indonesia, untuk menyelamatkan jutaan generasi muda yang saat ini sepertinya telah kehilangan arah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 9 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 13 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 13 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepotong Asia di Jakarta Street Food …

Syaifuddin Sayuti | 8 jam lalu

Negeri Para Pezina …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indonesia Gagal Raih Keajaiban di Vietnam …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Swasembada Medis …

Harfina Finanda Anw... | 8 jam lalu

Sepakbola bukan Matematika …

Guntur Cahyono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: