Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Masjoker

mencoba mengisi hidup dengan kebajikan dan kebijakan

Operasi Hitung pada Bilangan Bulat

OPINI | 27 August 2011 | 09:18 Dibaca: 6864   Komentar: 3   0

Penanaman konsep matematika pada anak yang paling mendasar adalah tentang operasi hitung. Untuk mengajarkan konsep operasi hitung pada anak harus senantiasa memperhatikan tahap perkembangan berpikir anak. Hal ini untuk menghindari ketidaksinkronan materi dengan tahapan berpikir anak. Orang tua/guru PAUD dapat saja mulai mengenalkan konsep-konsep matematika pada anak usia pra sekolah dengan cara menyisipkan konsep matematika tersebut dalam berbagai bentuk permainan yang terstruktur.

Sehingga pada usia SD anak telah siap untuk menerima konsep matematika yang akan diajarkan oleh guru. Pada tahap awal konsep operasi hitung yang diajarkan adalah konsep penjumlahan untuk bilangan Natural (asli). Mengingat konsep matematika sesungguhnya bersifat abstrak, namun tahap berpikir anak untuk usia SD biasanya masih bersifat konkrit, maka guru atau orang tua harus berupaya untuk mengkonkritkan konsep yang abstrak tersebut agar anak tidak merasa kesulitan. Misalnya menggunakan media benda nyata seperti lidi, kerikil dll. Tanpa menggunakan benda nyata anak pada tahap ini biasanya akan mengalami kesulitan kecuali konsep tersebut telah dikuasai anak dengan baik sewaktu masih di PAUD.

Setelah konsep penjumlahan bilangan asli dikuasai anak dengan mantap, kemudian dilanjutkan dengan penanaman konsep pengurangan. Lagi-lagi penanaman konsep ini harus masih menggunakan media benda nyata. Karena sifat pengurangan yang berkebalikan dengan operasi penjumlahan, maka syarat penguasaan operasi penjumlahan menjadi mutlak buat anak. Sebaiknya anak-anak yang belum menguasai penjumlahan dengan mantap, perlu mendapat perhatian khusus dari guru baik dengan cara pembimbingan secara individual maupun meminta bantuan orang tua.

Operasi hitung berikutnya adalah perkalian. Perkalian sebagai penjumlahan berganda, memerlukan tahap berpikir yang lebih kompleks pada diri anak. Oleh karena itu jika anak tampak belum siap memulai materi ini sebaiknya diingatkan kembali tentang operasi penjumlahan. Jika diperlukan guru membuat pre test sebelum memulai materi ini untuk mengetahui tingkat kemampuan anak dalam operasi penjumlahan.

Setelah operasi perkalian dapat dikuasai dengan baik, selanjutnya adalah operasi pembagian. Operasi pembagian merupakan kebalikan dari operasi perkalian. Oleh karena itu penguasaan operasi perkalian menjadi mutlak agar dapat menguasai operasi pembagian.

Hal yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa kecepatan penguasaan anak terhadap konsep-konsep tersebut mungkin bisa berbeda-beda. Hal ini disebabkan berbagai hal antara lain :

  1. Faktor lingkungan dan kebiasaan anak. Faktor lingkungan dan kebiasaan anak sehari-hari akan mempengaruhi tingkat konsentrasi anak dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga disini perlu pengarahan dan pembimbingan dari guru yang lebih itensif. Jika terdapat beberapa anak yang agak terlambat menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas tidak berarti bahwa anak tersebut adalah anak yang kurang cerdas.
  2. Faktor kepercayaan diri. Faktor ini sangat tampak pada saat anak baru pertama kali masuk sekolah. Ia merasa memasukki dunia yang sama sekali baru untuknya. Sehingga biasanya mereka masih memerlukan dukungan orang tua dengan simbolisasi misalnya tak mau ditinggalkan dsb. Namun hal itu biasanya tak akan berlangsung lama. Anak hanya memerlukan waktu yang cukup untuk dirinya menumbuhkan kepercayaan dirinya sendiri untuk mandiri tanpa dukungan dari orang tua. Jika kepercayaan diri anak telah mantap, biasanya mereka akan dengan riang gembira untuk menghadapi tantangan baru termasuk tantangan untuk mempelajari materi baru. Karena sebenarnya diusia mereka sangat gemar dengan tantangan baru.

Jika anak telah sukses melewati tahapan operasi hitung pada bilangan asli (dan cacah) maka pada tingkat kelas selanjutnya anak telah siap untuk mempelajari konsep bilangan bulat. Konsep bilangan bulat jauh lebih kompleks bagi anak, karena di sini mereka akan menghadapi bilangan yang berlawanan dengan bilangan asli yang telah mereka pelajari selama ini yaitu bilangan negatif. Berbekal konsep operasi hitung yang telah mereka kuasai pada bilangan asli(cacah) mereka dituntut siap untuk menerapkannya pada bilangan bulat. Sebaiknya guru/orang tua senantiasa mengingatkan anak bahwa bilangan negatif adalah berlawanan dengan bilangan positif jika anak terlihat ragu-ragu dalam menyelesaikan masalah/soal. Mengingatkan konsep sebelumnya yang berkaitan jauh lebih bermakna dari pada memberitahukan jawaban/penyelesaian dari soal.

Akhirnya jika konsep telah mereka kuasai tugas berikutnya adalah melatih anak menggunakan konsep itu. Hal ini dimaksudkan agar anak mempunyai keterampilan berhitung yang cukup. Tingkat kecepatan anak dalam menyelesaikan suatu perhitungan sangat bergantung pada intensitasnya dalam berlatih. Semakin sering ia berlatih dalam menyelesaikan perhitungan mereka akan semakin banyak menghadapi berbagai macam soal, sehingga tingkat keterampilan mereka pasti akan lebih meninglat.

Berikut saya sajikan media untuk menanamkan konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Semoga dapat membantu para orang tua atau guru yang memerlukannya. Silahkan mencoba semoga bermanfaat…

Berikut adalah media lain tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang menggunakan bantuan garis bilangan :

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Mahasiswa Vietnam tentang …

Hizkia Huwae | 9 jam lalu

Ngoplak Bareng Pak Jonan, Pak Ahok, Pak …

Priadarsini (dessy) | 9 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 12 jam lalu

Demi Kekuasaan, Aburizal Mengundang Prabowo …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Indonesia Bersih dan Layak Huni di Tahun …

Ricki Cahyana | 7 jam lalu

Keterbatasan Bukanlah Alasan untuk Tidak …

Banyumas Maya | 7 jam lalu

Foto Selfie …

Maya Triziana | 7 jam lalu

Uang Tunai Mulai Ditinggalkan …

Yeremi Bento | 8 jam lalu

Gerdema: Menolak Memunggungi Desa …

Rahmatul Ummah As S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: