Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Adi Supriadi

Writer, Motivation Trainer & Public Speaker. Working as HR, Training & Personel Manager Di Perusahaan selengkapnya

Evaluasi Ramadhan Kita : Taqwa (1)

OPINI | 29 August 2011 | 09:36 Dibaca: 387   Komentar: 6   3
13146105071188247163

Ilustrasi Evaluasi Ramadhan Kita : Taqwa (1)

Ramadhan tidak terasa sebentar lagi akan meninggalkan kita, Ramadhan yang sudah menjanjikan “Menumpahkan” begitu banyak Pahala dari ALLAH Swt. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqaroh : 185):

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”

Dan Rasulullah SAW Bersabda Islam dibangun di atas lima: Bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, melakukan haji ke Baitullah, dan puasa di bulan Ramadhan “(Al-Bukhari. dan Muslim)

Ada datang kepada Anda Ramadhan, bulan yang diberkati, di mana Allah telah mewajibkan untuk berpuasa. Selama itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai memberontak. Di dalamnya malam (Laylatul Qadr) yang lebih baik dari seribu bulan Dia yang dirampas baik benar-benar telah dicabut..(An-Nasa’i)

Dari sebulan penuh Ramadhan “bertamu” kepada kita untuk menyampaikan kabar gembira untuk orang-orang yang beriman, sudahkan kita berusaha memahami lebih dalam hal-hal urgensi dari pesan Ramadhan yang perlu kita evaluasi? Untuk itu saya sedikit ingin memberikan kepada kita semua bahwa beberapa pesan penting Ramdhan yang perlu kita capai ketika memasuki 1 Syawal, dalam tulisan ini saya akan bagi tiga agar tidak terlalu panjang Anda membacanya.


Evaluasi Ramadhan yang Pertama adalah Taqwa

Puasa telah diatur agar kita bisa mendapatkan taqwa: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS AlBaqaroh : 183)

Talq bin Habib Rahimahumulalh berkata: “Ketika fitnah (cobaan dan kesengsaraan) maka muncullah Taqwa yang memadamkannyaJadi ketika Beliau ditanya tentang apa itu taqwa? , maka Dia menjawab: “Taqwa adalah bertindak dalam ketaatan kepada Allah, atas cahaya Iman dari Allah, berharap pada rahmat Allah Dan taqwa adalah meninggalkan perbuatan yang sia-sia. Taqwa adalah meninggalkan ketidak taatan kepada Allah, setelah cahaya Iman itu datang kepadanya dari Allah, karena muncul takut kepada Allah.

Ini adalah salah satu definisi terbaik dari taqwa. Untuk setiap tindakan harus memiliki baik titik awal dan tujuan. Dan aksi tidak akan dianggap sebagai tindakan ketaatan, atau kedekatan kepada Allah, kecuali dimulai dari murni hanya mengharap Ridha Allah Swt. Jadi, Keimanan harus dapat menghilangkan kebiasaan, keinginan, atau mencari pujian atau ketenaran, atau itu seperti - yang harus apa yang memicu tindakan. Dan [tujuan dari] tindakan harus untuk mendapatkan pahala Allah dan untuk mencari keridhaan-Nya. “

Apakah Ramadhan kali ini membuat kita lebih takut dan taat kepada Allah? Jika Anda jawab Iya, mengapa ketika Anda membicarakan Kematian Anda masih bisa tertawa terbahak-bahak? Mengapa ketika Anda berbicara tentang Panasnya Api Neraka , Anda masih bisa tertawa seakan-akan Api Neraka dan Azab Kubur itu tidak datang Pada Anda?

Jadi puasa adalah sarana untuk mencapai takwa, karena Taqwa sejatinya membantu mencegah Anda untuk berbuat dosa. Karena ini, Nabi berkata: “Puasa adalah perisai yang melindungi diri seorang hamba dari api neraka.” Jadi kita harus bertanya kepada diri sendiri, setelah setiap hari puasa: Apakah puasa ini membuat kami lebih takut dan taat kepada Allah? Apakah itu membantu kita dalam menjauhkan diri kita dari dosa dan ketidaktaatan? Lihat saja keseharian kita nanti setelah Ramadhan sebagai pembuktiannya.

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi), Direktur Rabbani Hamas Institute Indonesia, dapat dihubungi 085860616183 / 081809807764 / YM : assyarkhan / FB : adikalbar@gmail.com / Twitter : @assyarkhan / GoogleTalk : adikalbar / Skype: adikalbar / PIN BB : 322235A9

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 9 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 12 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: