Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhamad Khotib

Sy berada di 40 km dari Kota Metro tepatnya di Mengandungsari Kec. Sekampung Udik Lampung Timur

Analisis Ketuntasan Belajar dengan Simpel PAS

REP | 04 September 2011 | 23:43 Dibaca: 178   Komentar: 3   0

http://simpelpas.wordpress.com

Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran berbasis kompetensi yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual terhadap seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Setelah proses pembelajaran dilakukan selanjutnya diadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Apabila peserta didik belum menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran kemudian dilakukan penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi (Depdiknas, 2010: 36).

Proses penilaian dan analisis hasil belajar perlu dilakukan dengan cepat agar peserta didik dan pendidik dapat mengetahui ketercapaian SK dan KD yang di belajarkan sehingga proses perbaikan belajar dapat dilakukan dengan tepat dan segera. Ketuntasan peserta didik dalam mencapai kompetensi sangat bergantung kepada kondisi peserta didik, sumber belajar dan pendidik. Ada yang mencapai ketuntasan lebih awal ada yang lambat. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pembelajaran pengayaan atau pembelajaran remedial  (Gentile & Lalley dalam Depdiknas, 2010: 37).

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Kesulitan belajar ini selanjutnya berakibat pada ketercapaian kompetensi menjadi terhambat tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan. Setelah diketahui adanya kesulitan belajar dan keterlambatan pada satu atau lebih KD maka selanjutnya diberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial dan diakhiri dengan tes ulang. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilakukan diluar jam tatap muka.

Bentuk perlakuan pembelajaran remedial dilakukan berdasarkan keterserapan KD tersebut pada ketuntasan klasikal. Bila ketuntasan klasikalnya kurang dari 50% artinya yang mengikuti pembelajaran remedial lebih dari 50% maka remedial dilakukan dengan memberikan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Jika yang mengikuti pembelajaran remedial pada KD tersebut kurang dari 20% maka perlakuan yang diberikan berupa bimbingan secara khusus, misalnya dengan tutor sebaya. Jika yang mengikuti remedial berada pada rentang 20%-50% maka perlakuan diberikan dengan penugasan secara berkelompok (Depdiknas, 2010: 38).

Bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan kompetensi lebih awal diberikan pembelajaran pengayaan untuk menambah kompetensi atau materi sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat dilakukan dengan: (1) belajar kelompok (2) belajar mandiri (3) pembelajaran berbasis tema dan (4) pemadatan kurikulum. Diakhir pembelajaran dilakukan penilaian hasil belajar dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

Pembelajaran remedial dan pengayaan pada akhirnya memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk mencapai dan menguasai kompetensi sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bagi peserta didik yang lambat pemahamannya dapat menguasai kompetensi minimal yang disyaratkan dalam kurikulum. Sedangkan peserta didik yang cepat pemahamannya mendapatkan kompetensi atau materi yang lebih yang dapat digunakan dalam mengembangkan kreativitas dan inovasinya dalam belajar.

Peranan program analisis soal berbasis komputer pada masalah ini adalah membantu pendidik dan sekolah mendeteksi kesulitan dan potensi peserta didik pada setiap kompetensi dasar. Sehingga memudahkan pendidik, sekolah dan peserta didik itu sendiri dalam melakukan perbaikan pembelajaran maupun percepatan pembelajaran. Program perbaikan dan pengayaan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran baik pada kompetensi yang ada pada kurikulum maupun peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran.

Menggunakan Simpel PAS dalam melakukan analisis ketuntasan belajar

Simpel PAS adalah sebuah program analisis soal yang mempunyai banyak sekali kemampuan, diantaranya: analisis daya serap,analisis ketuntasan, analisis daya beda soal, analisis tingkat kesukran soal, analisis efektivitas option, analisis reliabilitas, analisis validitas dll.

Pada bahasan ini kita akan mencoba melakukan analisis ketuntasan SK atau KD dengan bantuan Simpel PAS. Bagaimana Simpel PAS akan sangat membantu pendidik dalam melakukan deteksi kesulitas belajar siswa dengan mudah dan cepat. Pendidik akan mengetahui dengan cepat pada KD mana siswa mengalami hambatan dan pada KD yang mana siswa tersebut memiliki potensi. Pada akhirnya pendidik akn melakukan pembelajaran tuntas (remediasi dan pengayaan) yang berbeda-beda untuk setiap pesert didik.

Secara keseluruhan pendidik juga akan mengetahui persentase ketuntasan SK atau KD pada kelas yang diujikan. Hal ini akan sangat membantu pendidik dalam merancang pembelajarn remedial atau pembelajaran pengayaan pada SK atau KD yang diujikan. Perlakuan jenis pembelajaran remediasi pada KD bergantung pada ketuntasan KD tersebut pada kelas yang dimaksud. Setiap kelas dimungkinkan akan mendapatkan perlakuan pembelajaan tuntas yang berbeda pada setiap SK atau KD.

Langkah Menganalisis dengan Simpel PAS.

1.    Membuka program Simpel PAS

Untuk membuka simpel PAS pengguna hanya membuk fila aplikasi Simpel PAS setelah dibuka akan muncul menu utama Simpel PAS.

2.   Mengatur Data Pengguna dan Data Mata Pelajaran

Selanjutnya klik menu aktivasi untuk mengatur data pengguna (data guru) dan data mata pelajaran yang akan dianalisis.

Masukan data guru, nomor induk guru, alamat

Masukan data pelajaran, kelas, nama tes, nilai KKM, persentase ketuntasan klasikal, tanggal tes, tanggal periksa, semester dan tahun pelajaran.

Jika sudah klik tombol home untuk kembali ke menu utama

3.    Memasukan Data Peserta Didik

Untuk memasukan data peserta didik, klik tombol pesert didik pada menu INPUT di sebelah kiri atas menu utama, makan terbuka menu pesert didik.

Masukan nomor tes,nama dan kelas parallel.

Terkait dengan kelas parallel adalah jika kita melakukan analisis satu tingkat, misal kelas X, kelas parallel diatur pada kelas X1, X2, X3 dst.

Setelah selesai klik tombol home.

4.    Memasukan indikator (SK / KD) dan indikator butir soal

Untuk memasukan SK/KD dan indicator buka menu indicator penilaian pada Blok Menu INPUT dengan mengklik tombol indikator penilaian. Setelah dibuka maka aka nada tiga bagian input indikator: (1) Input SK atau KD atau Materi (2) Indikator butir soalpilihan ganda (3) indikator butir soal uraian.

Menu ini digunakan untuk memasukan nomor KD pada kolom nomor KD dan Rumusan KD pada kolom rumusan KD.  Jumlah soal tidak perlu di isi karena otomatis akan terisi jika indicator soal sudah diisi.

Tema indikator KD dapat diganti dengan SK atau materi pada kolom pilihan pengaturan klasifikasi.

Klik Indikator Palihan Jamak untuk menginput indicator butir soal pilihan jamak (ganda) jika soal yang digunakan Soal Pilihan Jamak.

Langkah yang harus dilakukan adalah memasukan data indikator atau kemampuan yang diuji untuk masing-masing butir soal. Jumlah soal akan mengikuti jumlah indikator yang dimasukan. Atur masing-masing butir soal pada kelompok KD yang mana, misalnya soal nomor 1 termasuk pada KD 4.1 dst.

Untuk soal uraian klik indikator soal uraian, cara menginputnya sama dengan indikator soal pilihan jamak. Setelah selesai kembali ke menu utama.

5.    Memasukan Rincian Jawaban Peserta Didik.

Langkah selanjutnya adalah memasukan rincian jawaban peserta didik. Jika soal yang digunakan Soal Pilihan Ganda, maka masukan rincian jawaban pilihan jamak dalam format A,B,C,D, atau E.

Langkah yang harus dilakukan adalah memasukan rincian kunci jawaban pilihan ganda pada kolom kunci jawaban, selanujutnya masukan rincian kunci jawaban pilihan ganda masing-masing peserta didik.

Jika soal yang digunakan soal uraian maka yang diinput adalah skor masing-masing butir soal setiap peserta didik kedalam kolom rincian skor pada menu input soal uraian.

Jika soal yang digunakan Gabungan antara soal pilihan ganda dan soal urian maka kedua menu input soal pilihan jamak dan soal uraian harus di isi dengan jawaban peserta didik.

6.    Membuka menu analisis ketuntasan kompetensi

Hasil analisis ketuntasan belajar atau ketuntasan Sk KD pada program Simpel PAS ditampilkan dalam beberapa bentuk dan form. Semua form tampilan dapat dicetak langsung di atas kertas. Dibawah ini beberapa hasil print out analisis ketuntasan SK KD.

Pada lembar hasil print out ini pendidik dengan jelas mengetahui skor nilai setiap peserta didik untuk masing-masing SK atau KD yng diujikan. Pada contoh ini Ujian dilakukan untuk 9 KD. Pada bagian bawah ditampilln skor rata-rata masing-masing KD untuk kelas yang melakukan ujian atau tes. Untuk soal pilihan ganda dan uraian format hasil analisnya sama. Skor yang berwarna merah berarti pada KD tersebut peserta didik belum tuntas dibndingkan dengan nilai KKM.

Print out model kedua adalah menampilkan tuntas dana tidak tuntas setiap peserta didik untuk masing-masing KD. Di bagian bawah ditampilkan persentase ketuntasan masing-masing KD. Persentase ini dpt digunakn untuk merancang pembelajaran remedial dan pengayaan.

Pada print out model ketiga adalah menampilkan nomor yang dikerjakan dengan benar oleh peserta didik untuk masing-masing SK atau KD. lembar ini khusus soal pilihan ganda.

Ingin tahu lebih lanjut tentang Simpel PAS http://simpelpas.wordpress.com

Muhamad Khotib, M.Pd.
Guru SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik Lampung Timur
Anggota Tim Pengembang Kurikulum Kabupaten Lampung Timur

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Promosi Multikultur ala Australia …

Ahmad Syam | | 18 April 2014 | 16:29

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Liburan Paskah, Yuk Lihat Gereja Tua di …

Mawan Sidarta | | 18 April 2014 | 14:14

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 16 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 16 jam lalu

Misteri Pertemuan 12 Menit yang Membungkam …

Gatot Swandito | 16 jam lalu

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 19 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: