
A soccer maniac, an MU big fan, a fan of Harry Potter books, a blog writer, a teacher, a retired school principal, a lecturer, a management facilitator, and above all a father. Fulbrighter of 2000. Google+ 1st Generation User. Now going back to school once again...
Dibaca: 233
Komentar: 1
Nihil
Apple iPhone yang mematok standard global screen size untuk ponsel pintar alias smartphone dengan ukuran diagonal 3.5 inch akhir-akhir ini semakin tergeser dengan bermunculannya high-end smartphone dari HTC dan Samsung yang muncul dengan layar diatas 4 inch. Ukuran ini ternyata cukup digemari dan mendapat banyak pembeli baru.Untuk tablet, standard pada awalnya dipatok oleh sang trendsetter Apple iPad dengan layar 9.7 inch, namun Samsung Galaxy Tab tidak mau mengikuti ukuran ini dan justru membuat ukuran 7 inch, suatu ukuran yang tampaknya memang lebih ramping dibanding iPad yang lebih lebar. Keduanya cukup memiliki penggemar sendiri-sendiri. Namun akhirnya Samsung juga ikut meluncurkan Galaxy Tab ukuran 10.1 inch.
Lubang ditengah kedua kategori ini dulu pernah diisi oleh Dell Streak dengan ukuran layar 5 inch, namun gagal total di pasaran. Nah, smartphone dan tablet PC makin kurang jelas batasnya dengan munculnya Samsung Galaxy Note di akhir tahun 2011 ini. Layar Samsung Galaxy Note ada di angka 5.3 inch. Banyak pengkritik Dell Streak sebelumnya mengatakan bahwa ukuran ini adalah “ukuran mati” karena jadi terlalu kecil untuk sebuah tablet (seukuran buku tulis) dan juga terlalu besar untuk sebuah telepon genggam. Namun Samsung tetap jalan dan segera meluncurkannya diakhir 2011 ini. Beberapa nilai plus coba ditawarkan untuk memberi deferensiasi dibanding produk lain. Salah satu pembeda yang dibawa adalah stylus pen ala Microsoft Windows Mobile dan Sony Ericsson T1 jaman dahulu. Dengan tambahan aplikasi khusus, stylus coba dijadikan andalan untuk menggambar dan membuat catatan tangan (lihat video berikut). Kelebihan layar besar coba dimaksimalkan oleh aplikasi ini. Samsung bahkan membuka API platform stylus ini agar lebih banyak developer bisa membuat aplikasi lain yang menggunakan stylus ini.
Apakah Galaxy Note akan sukses? Masih jadi pertanyaan besar tentunya. Namun sebagai perusahaan besar seperti Samsung, “percobaan” seperti ini adalah bagian dari strategi bisnis. Dengan layar yang dibuat sendiri dan ukuran yang tidak dipakai pihak lain, Samsung pasti sedang berjudi. Jika ternyata produk ini diterima pasar, maka akan sangat sulit bagi pesaing lain untuk masuk ke celah pasar ini.
Melihat dari form factor, bentuk dan ukuran, rasanya Galaxy Note akan sangat cocok sebagai “pegangan” siswa dan guru termasuk mahasiswa dan dosen. Dengan prosesor dual core dan layar yang relatif luas maka akan banyak aplikasi yang bisa dipakai secara lega dan tidak menyulitkan. Aplikasi note-taking atau pembuat catatan tangan menggunakan stylus juga akan sangat berguna mengingat dalam pembelajaran, guna tablet yang paling penting adalah kemampuannya “meniru” kegunaan buku catatan belajar. Bisa digunakan untuk mencatat cepat saat pelajaran atau diskusi. Hal ini sangat sulit dilakukan memakai jari dan mengetik angka/huruf di layar sentuh baik di smartphone maupun tablet.
Aplikasi e-book reader pun akan sangat membantu karena layar cukup besar untuk membaca tulisan buku digital. Ukuran yang hanya lebih kecil sedikit dari buku pelajaran normal juga pasti akan membantu dalam penyimpanan dalam tas sekolah serta relatif aman jika ditambah dengan pelindung yang agak tebal misalnya.
Kita lihat perkembangannya lebih lanjut. Semoga bisa kita dapatkan gadget yang paling pas untuk menjadi “pegangan wajib” bagi para pelajar Indonesia, yang powerful, murah dan jelas manfaatnya. Semoga kelak jangan dikotori dengan hal-hal berbau korupsi. Amin…
Tulisan ini ditampilkan juga di blog “Teknologi Informasi untuk Pendidikan” diĀ http://ti4p.blogspot.com/