Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ragile

*Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis*Lahir: Brebes 1960. Pernah kuliah Sastra selengkapnya

Pilih Otodidak Atau Kuliah Jurusan Komputer?

OPINI | 01 October 2011 | 05:05 Dibaca: 620   Komentar: 12   2

Banjir pertanyaan dan diskusi terus mengalir dalam dua bulan terakhir. Terjadi sejak saya posting blog berjudul “KULIAH JURUSAN KOMPUTER? MAAF ANDA SALAH PILIH“. Ribuan komentar menyambut postingan tsb - bila digabung jumlah komentar di Kompasiana dengan di Kaskus.

Fokus utama penanggap adalah pro kontra seputar isu “CUKUP OTODIDAK” agar computer programmer mampu menciptakan sistem aplikasi.

Bila diperhatikan setiap tanggapan atas postingan tsb akan ditemukan dua kelompok besar:

1) Kelompok Pendukung Otodidak: terdisi atas pribadi-pribadi yang meyakini bahwa dunia computer programming dapat digapai dengan belajar sendiri. Tidak perlu kuliah di akademi atau perguruan tinggi.

Mereka menemukan fakta begitu banyak sarjana / praktisi bidang non-komputer mampu menciptakan sistem aplikasi handal.

Pada kelompok ini berkumpul praktisi, freelancer, dan penggila dunia IT (information technology). Mereka mengutamakan praktek programming sejak awal. Tidak peduli latar belakang pendidikan. Menikmati getaran teror dan horor ketika menulis source code untuk di-execute.

2) Kelompok Penolak Otodidak:

Terdiri atas para praktisi pada lembaga pendidikan komputer ( informatika ) yang merasa dipertanyakan kapasitasnya. Karena diindikasikan bahwa mereka hanya jago teori meski menyandang gelar tinggi dan honor yang aduhai.

Mereka menemukan fakta bahwa merancang sistem aplikasi tanpa bekal teori adalah mustahil. Yang ngelotok teori pun belum tentu mampu apalagi tanpa teori sama sekali. Kira-kira begitu logika mereka.

Pada kelompok ini berkumpul para pendidik dan pemodal di universitas. Di mana ilmu Information Technology, termasuk software development, diajarkan bertahun-tahun kepada siswa. Soal kemahiran praktek adalah urusan masing-masing siswa.

Solusi Jalan Tengah:

Sebagai mantan computer programmer dan arsitek sistem aplikasi - dari akuntasi hingga hotel reservation system antara tahun 1985-2005 - saya melihat solusi jalan tengah sbb:

a) otodidak dibarengi dengan kursus basic computer programming

b) jalur apapun yang Anda tempuh harus mendalami sistem yang akan dikomputerisasi sebelum merancang sistem

c) pendidik yang kompeten harus menguasai teori, sedangkan praktisi jempolan harus menguasai praktek

Demikian ringkasan dari diskusi online saya dengan para pendidik, praktisi, dan siswa jurusan komputer / informatika. Mohon dikoreksi dan dilengkapi agar lebih manfaat bagi sebanyak mungkin anak bangsa.

***

*

* Post terkait : Kuliah Jurusan Komputer? Maaf Anda Salah Pilih

*Post terkait  : Ada Kaskuser Curi Postingan Kompasianer, Parah Nih Gan..!

*

Ragile, 01-okt-2011

(mantan Office Boy, lulusan SPG Tegal, dan berlatar belakang Sastra Inggris yang pernah meniti karir ke dunia IT)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: