Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eka Nur Agustina

akan selalu belajar dan membutuhkan dukungan dari semunaya ^_^

Proses Belajar Individu

REP | 07 October 2011 | 13:28 Dibaca: 481   Komentar: 2   1

PROSES BELAJAR INDIVIDU

1317994074482596013

Saat ini, guru dalam proses belajar dan mengajar hanya mementingkan hasil outputnya saja, tanpa mementingkan bagaimana proses yang di lakukan. Siswa sebagai manusia yang unik dan memiliki kepribadian, kemampuan, dan model belajar yang beda- beda, tentunya guru harus mengerti dan mampu mengatasi hal tersebut, supaya dalam pembelajaran berlangsung dengan lancar. Dalam proses pembelajaran tersebut didasarkan pada kemampuan otak yang secara alami sudah tersusun untuk melakukan pembelajaran, dan hal itulah yang dinamakan pembelajaran berbasis otak. Dalam menentukan sistem belajar tentunya disesuaikan dengan kemampuan siswa secara umum, apabila ada yang memerlukan bimbingan maka tugas guru membimbing siswa tersebut, atau juga siswa lain yang memilki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan yang lain bisa menjadi tutor sebaya untuk teman yang membutuhkan bimbingan.

Otak sebagai organ utama yang menentukan apa yang akan kita lakukan dan respons apa yang akan kita berikan terhadap stimulus yang datang, otak tersusun atas seratus miliar sel dan memiliki bagian-bagian yang antara lain otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sel-sel otak. Otak besar yang berfungsi sebagai penanggung jawab atas pengambilan keputusan. .

Otak besar terdiri dari beberapa bagian atau lobus antara lain: lobus frontal, lobus parietal, lobus occipital, lobus temporal. Lobus frontal memiliki peran sebagai pemberi nilai terhadap tindakan yang di sengaja seperti memberi penilaian, kreativitas, menyelesaikan masalah. Lobus parietal memiliki tugas memproses tanggapan yang lebih kompleks teruatama tentang bahasa. Dalam pembelajaran yang dilakukan di kelas, setiap anak harus mendapatkan pelayanan yang adil dan sama, adil dalam artian disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut. Berlaku adil pada anak bukan berarti memperlakukan sama rata baik itu terhadap anak yang punya kemampuan dibawah yang lain ataupun anak yang berkemampuan lebih. Tetapi bagaimana kita memberikan perlakuan yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masing- masing siswa itu sendiri. Dengan kemampuan yang beragam pada anak, guru juga harus mampu mengatasi perbedaan tersebut agar dalam proses belajar bisa memberi pembelajaran yang lebih baik untuk anak.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 12 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Anggota DPR Baru (Dilantik) Jangan Korupsi …

Wardah Fajri | 7 jam lalu

Selamat Bertugas Wakil Rakyat yang …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Belajar Mudah Standup Comedy …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Pelantikan Anggota DPR-RI dan Rupiah yang …

Benediktus Andre Se... | 7 jam lalu

Dekret (Ngobrol dari Pinggiran) …

Tasch Taufan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: