Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eka Nur Agustina

akan selalu belajar dan membutuhkan dukungan dari semunaya ^_^

Proses Belajar Individu

REP | 07 October 2011 | 13:28 Dibaca: 479   Komentar: 2   1

PROSES BELAJAR INDIVIDU

1317994074482596013

Saat ini, guru dalam proses belajar dan mengajar hanya mementingkan hasil outputnya saja, tanpa mementingkan bagaimana proses yang di lakukan. Siswa sebagai manusia yang unik dan memiliki kepribadian, kemampuan, dan model belajar yang beda- beda, tentunya guru harus mengerti dan mampu mengatasi hal tersebut, supaya dalam pembelajaran berlangsung dengan lancar. Dalam proses pembelajaran tersebut didasarkan pada kemampuan otak yang secara alami sudah tersusun untuk melakukan pembelajaran, dan hal itulah yang dinamakan pembelajaran berbasis otak. Dalam menentukan sistem belajar tentunya disesuaikan dengan kemampuan siswa secara umum, apabila ada yang memerlukan bimbingan maka tugas guru membimbing siswa tersebut, atau juga siswa lain yang memilki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan yang lain bisa menjadi tutor sebaya untuk teman yang membutuhkan bimbingan.

Otak sebagai organ utama yang menentukan apa yang akan kita lakukan dan respons apa yang akan kita berikan terhadap stimulus yang datang, otak tersusun atas seratus miliar sel dan memiliki bagian-bagian yang antara lain otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sel-sel otak. Otak besar yang berfungsi sebagai penanggung jawab atas pengambilan keputusan. .

Otak besar terdiri dari beberapa bagian atau lobus antara lain: lobus frontal, lobus parietal, lobus occipital, lobus temporal. Lobus frontal memiliki peran sebagai pemberi nilai terhadap tindakan yang di sengaja seperti memberi penilaian, kreativitas, menyelesaikan masalah. Lobus parietal memiliki tugas memproses tanggapan yang lebih kompleks teruatama tentang bahasa. Dalam pembelajaran yang dilakukan di kelas, setiap anak harus mendapatkan pelayanan yang adil dan sama, adil dalam artian disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut. Berlaku adil pada anak bukan berarti memperlakukan sama rata baik itu terhadap anak yang punya kemampuan dibawah yang lain ataupun anak yang berkemampuan lebih. Tetapi bagaimana kita memberikan perlakuan yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masing- masing siswa itu sendiri. Dengan kemampuan yang beragam pada anak, guru juga harus mampu mengatasi perbedaan tersebut agar dalam proses belajar bisa memberi pembelajaran yang lebih baik untuk anak.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kurikulum Baru? Bingo! …

Nur Fatma Juniarti | 7 jam lalu

Cara Menghilangkan Komedo di Hidung …

Gunawan Eka Saputra | 8 jam lalu

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: