Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eka Nur Agustina

akan selalu belajar dan membutuhkan dukungan dari semunaya ^_^

Proses Belajar Individu

REP | 07 October 2011 | 13:28 Dibaca: 486   Komentar: 2   1

PROSES BELAJAR INDIVIDU

1317994074482596013

Saat ini, guru dalam proses belajar dan mengajar hanya mementingkan hasil outputnya saja, tanpa mementingkan bagaimana proses yang di lakukan. Siswa sebagai manusia yang unik dan memiliki kepribadian, kemampuan, dan model belajar yang beda- beda, tentunya guru harus mengerti dan mampu mengatasi hal tersebut, supaya dalam pembelajaran berlangsung dengan lancar. Dalam proses pembelajaran tersebut didasarkan pada kemampuan otak yang secara alami sudah tersusun untuk melakukan pembelajaran, dan hal itulah yang dinamakan pembelajaran berbasis otak. Dalam menentukan sistem belajar tentunya disesuaikan dengan kemampuan siswa secara umum, apabila ada yang memerlukan bimbingan maka tugas guru membimbing siswa tersebut, atau juga siswa lain yang memilki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan yang lain bisa menjadi tutor sebaya untuk teman yang membutuhkan bimbingan.

Otak sebagai organ utama yang menentukan apa yang akan kita lakukan dan respons apa yang akan kita berikan terhadap stimulus yang datang, otak tersusun atas seratus miliar sel dan memiliki bagian-bagian yang antara lain otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sel-sel otak. Otak besar yang berfungsi sebagai penanggung jawab atas pengambilan keputusan. .

Otak besar terdiri dari beberapa bagian atau lobus antara lain: lobus frontal, lobus parietal, lobus occipital, lobus temporal. Lobus frontal memiliki peran sebagai pemberi nilai terhadap tindakan yang di sengaja seperti memberi penilaian, kreativitas, menyelesaikan masalah. Lobus parietal memiliki tugas memproses tanggapan yang lebih kompleks teruatama tentang bahasa. Dalam pembelajaran yang dilakukan di kelas, setiap anak harus mendapatkan pelayanan yang adil dan sama, adil dalam artian disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut. Berlaku adil pada anak bukan berarti memperlakukan sama rata baik itu terhadap anak yang punya kemampuan dibawah yang lain ataupun anak yang berkemampuan lebih. Tetapi bagaimana kita memberikan perlakuan yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masing- masing siswa itu sendiri. Dengan kemampuan yang beragam pada anak, guru juga harus mampu mengatasi perbedaan tersebut agar dalam proses belajar bisa memberi pembelajaran yang lebih baik untuk anak.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Perempuan Pemecah Batu Sepanjang …

Nanang Diyanto | | 26 January 2015 | 13:15

Modus Operandi Mafia Hukum …

Toni Pamabakng | | 26 January 2015 | 13:10

Kompasiana Coverage: Berlian Julia Jewelry …

Kompasiana | | 26 January 2015 | 17:35

Hati-hati Konsumsi Apel Impor dari AS, …

Ilyani Sudardjat | | 26 January 2015 | 11:52

Daftar SD Lampirkan Surat Imunisasi? …

Cucum Suminar | | 26 January 2015 | 13:10


TRENDING ARTICLES

KPK Akan Tangkap Megawati …

Mr Sae | 4 jam lalu

Tedjo Sindir Presiden Joko Widodo …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

Jokowi vs PDI-P; Akankah Menghasilkan …

Ellen Maringka | 12 jam lalu

Inilah Lurah Cantik Sri Terlibat Dalam …

Edi Abdullah | 12 jam lalu

Jokowi Berkunjung ke Kudus, Tak Takut …

Masluh Jamil | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: