Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Endro Prasetiyo

belajarlah untuk menulis

Apa Itu Pembelajaran Berbasis Otak?

OPINI | 09 October 2011 | 02:26 Dibaca: 279   Komentar: 1   0

Otak merupakan pusat syaraf tubuh manusia, segala kegiatan dijalankan oleh otak. Otak manusia mempunyai bagian-bagian berbeda yang menjalankan berbagai fungsi mental berbeda pula, seperti berfikir, seksualitas, memori, pertahanan, emosi, pernapasan dan kreativitas. Otak terus berevolusi dalam merespon stimulus menjadi semakin kompleks dengan bertambahnya usia dan pengalaman. Otak berkembang paling baik melalui seleksi dan kemampuan bertahan hidup. Otak mengatur segala gerak dan tingkah laku individu. Untuk menstimulasi otak siswa agar berkembang optimal perlu dilakukan inovasi dalam pembelajaran. Kita dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kemampuan otak didalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis kemampuan otak mempertimbangkan apa yang sifatnya alami bagi otak kita dan bagaimana otak dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman.

Perkembangan otak juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar. Sistem pembelajaran berbasis otak mensyaratkan proses belajar didukung oleh iklim kelas yang kondusif bagi keamanan emosional. Sebagian besar pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek kognitif atau intelektualnya saja dan yang berkembang hanya otak belahan kiri. Untuk itu guru perlu berperan sebagai fasilitator, membantu siswa menemukan keinginan belajar, dan mendukung siswa mencapai apa yang mereka inginkan. Hal ini dilakukan agar otak belahan kanan dan belahan kiri berkembang dengan seimbang. Setiap individu mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda tergantung dengan otak dan lingkungannya. Otak juga membutuhkan umpan balik dari aktivitasnya sendiri untuk pembelajaran yang optimal.

Sesuai dengan konsep anak sebagai individu, perkembangan merupakan suatu proses yang menyeluruh. Oleh sebab itu, individu sebagai pribadi yang unik karena dalam perkembangannya secara menyeluruh dan menjadi pribadi yang utuh. Tiap-tiap individu itu berbeda. Mempunyai karakteristik yang berbeda. Dapat dipastikan bahwa di dalam satu kelas pembelajaran memliki berbagai karakter yang berbeda-beda dan perlu penanganan yang berbeda pula. Perbedaan-perbedaan itulah yang harus diperhatikan oleh guru agar siswa dapat berkembang secara optimal. Perlakuan adil sangat diperlukan dalam mengoptimalkan perkembangan anak. Adil yang dimaksud adalah membimbing anak sesuai dengan porsinya. Dan setiap siswa memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang sama dan adil karena keunikannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 4 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 9 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pantaskah Menteri Susi Dibela atau Dicerca? …

Abdullah Sammy | 8 jam lalu

Selaksa Abstraksi …

Ade Subagio | 8 jam lalu

Jangan Lupakan Kasus Obor Rakyat untuk …

Tian Bugi | 8 jam lalu

Belajar dari Krisis Demi Kestabilan Keuangan …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Mengapa Jokowi Memilih Susi? …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: