Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ana Rukhul Hanifah

diamku bukan karena ku tak mampu, tapi.....

Sifat Tentatif dalam Keilmuan

OPINI | 14 October 2011 | 00:05 Dibaca: 1345   Komentar: 8   1

Dalam perkembangan struktur kognitif, kita mengenal adanya pembaharuan, penghalusan dan penajaman struktur kogitif yang diperoleh dari asimilasi dan akomodasi dari konstruks struktur pengbetahuan yang telah dipelajari sebelumnya dengan kontruks struktur pengetahuan yang baru didapatnya. Dalam kondisi demikian tanpa disadari, asimilasi dan akomodasi yang berlang secara berkelanjutan mampu merombak dan menyusun ulang secara sistematis pengetahuan – pengetahuan yang dapat kita terima. Setiap ada masukan pengetahuan baru, struktur kognitif kita akan merespon dengan melakukan asimilasi dan akomodasi, begitu seterusnya.

Tak hanya struktur kognitif saja yang mampu me-refresh sistem organisasi pengetahuan dalam otak kita, teoripun sangatlah memungkinkan untuk diperbaharui, atau bahkan ditinggalkan, apabila terdapat teori baru yang mampu menggeser isi teori tertentu yang sebelumnya lebih dulu lahir karena teori lain dinilai lebih rasional, objektif dan lebih konsisten dalam menanggapi suatu masalah tertentu yang mungkin tidak dapat ditemukan dalam teori yang telah tergagas sebelum teori lain muncul.

Gugur atau kurang relevannya suatu teori karena ada teori lain yang dirasa lebih objektif, metodik, sistematis, universal dan konsisten saya maknai sebagai sifat tentatif yang wajar dalam pembentukan ilmu pengetahuan. Sehingga kebenaran dalam suatu teori adalah kebenaran yang relatif, bukan kebenaran yang mutlak.

Lihatlah saja teori koneksionisme yang digawangi oleh beberapa tokoh besar yang masing-masing mengembangkan penelitian-penelitian untuk memperkuat teori yang mereka temukan. Wilhelm Wundt, tokoh psikologi ilmiah barkebangsaan jerman yang membahas teori belajar koneksionisme, yang mengkonsentrasikan kepada pengalaman sadar manusia, sensasi, pikiran, perasaan manusia, citra memori, citra sensasi, intensitas stimulus yang dibarengi sensasi aklan menimbulkan perasaan, dan Wundt juga menganalisis perubahan kesadaran pada manusia.

Ivan P. Pavlov, tokoh asal Rusia yang dijuluki sebagai Bapak Pengkondisian, mengkonsentrasikan penelitian-penelitiannya pada stimulus tak terkondisi dan respon tak terkondisi, yang mempengaruhi belajar. Ia juga terkenal dengan konsep Eksitasi dan Inhibisi dalam teorinya, dimana Eksitasi mendorong membuat respon atau membangkitkan respon. Inhibisi menekan atau mencegah suatu respon muncul. Jika Eksitasi berkata: kalau kamu ragu-ragu, majulah! Lakukan apa saja yang diinginkan, maka Inhibisi akan mengatakan: kalau kamu ragu-ragu, lebih baik dan lebih aman jika kamu tidak melakukan apa-apa.

Berbagai peneliti dari berbagai negara mempelajari teori lama dan mampu memperlihatkan kekurangan, teori sebelumnya yang mungkin kurang konsisten, kurang jelas dan hanya memfokuskan satu aspek saja dan mengabaikan aspek lain. Dapat kita pelajari ada beberapa peneliti yang dianggap kurang konsisten dalam mempertahankan argumennya dan penelitiannya pun dinilai masih mengambang, jadi disini kehadiran peneliti maupun teori baru akan menggeser teori lama, karena ilmu pengetahuan bersifat tentatif. Kebenaran belum tentu mutlak tapi kebenarannya relatif, hal itu membuka peluang peneliti baru megungkap dan memperbaharui penelitian sebelumnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 13 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 17 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 21 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: