Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jimmy Bonang

BLOG SAYA MEMBERIKAN INFO TENTANG ENTERTAINMENT & SEBAGAINYA

Mengatasi Sifat Kekanak-Kanakan

OPINI | 20 October 2011 | 19:31 Dibaca: 2084   Komentar: 4   0

SUMBER : http://entertainmentgeek-jimmy.blogspot.com/2011/10/tips-mengatasi-sifat-kekanak-kanakan.html

Semakin bertambahnya usia seseorang, sifat kekanak-kanakan sudah seharusnya hilang dan berubah menjadi kedewasaan. Namun, sifat kekanak-kanakan ini terkadang masih saja melekat pada pribadi seseorang walaupun usianya sudah terbilang tua. Sifat kekanak-kanakan ini terkadang bisa membuat orang-orang disekitar Anda merasa risih dan juga sebal dengan kelakuan Anda. Sifat kekanak-kanakan sangat wajar jika dimiliki orang anak kecil atau seseorang yang masih diusia belia dan remaja. Namun, jika sifat kekanak-kanakan ini masih melekat hingga usia yang sudah mapan akan sangat terlihat aneh.

Untuk menjadi seorang yang dewasa dan melepaskan sifat kekanak-kanakan tidaklah semudah yang dibayangkan. Kita diharuskan untuk menghadapi pengalaman hidup yang manis dan pahit yang dapat memahat sifat kedewasaan kita dan menghilangkan sifat kekanak-kanakan kita. Yang perlu diingat adalah menjadi dewasa bukanlah perkara umur yang tua, melainkan sifat dan pribadi kita yang mencerminkan apakah kita dewasa atau masih kekanakan.

Ciri-ciri orang yang memiliki sifat kekanak-kanakan adalah sebagai berikut :

1. Sifat manja dan egoismenya sangat tinggi.

2. Selalu memikirkan diri sendiri.

3. Tidak bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah dilakukan atau yang sudah menjadi kewajibannya.

4. Selalu mengeluh tentang sesuatu yang membuatnya repot atau membuatnya tidak nyaman.

5. Hidup dengan dunia yang diimpikannya dan tidak menyadari dunia disekitarnya.

6. Selalu berpangku tangan sehingga menjadi benalu bagi teman atau keluarganya.

7. Mudah marah.

8. Selalu merasa dirinya sempurna dan tidak mau kalah dengan orang lain.

9. Sering merasa iri dengan orang lain.

10. Memiliki impian yang diinginkan tapi malas untuk menggapainya.

11. Selalu ingin bersenang-senang didalam hidupnya.

12. Plin-plan dan tidak berpendirian.

Sifat-sifat kekanak-kanakan diatas akan sangat menggangu dan dapat merugikan diri sendiri. Oleh karena itu jika sudah merasa umur bertambah tua, maka hendaklah kita menghilangkan sifat-sifat kekanak-kanakan kita.

Saran dari pengalaman saya untuk menghilangkan sifat kekanak-kanakan adalah sebagai berikut :

1. Bergaullah dengan seseorang yang memiliki sifat ingin maju dan giat berusaha.

2. Berusaha untuk bisa memahami dan mengendalikan emosinya. Ini lah yang membedakan orang yang telah dewasa dengan anak kecil. Anak kecil tidak dapat menahan gejolak emosi, jika dia sedih maka dia akan menangis, jika dia marah maka dia akan merajuk.

3. Bersikaplah klo kita itu sama dengan orang lain dan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dan berfikir semua orang mendapatkan sesuatu yang sama.

4. Bersikap rendah hati namun tidak rendah diri.

5. Jika memiliki masalah, usahakan untuk mengatasinya sendiri jangan hanya mengeluh dan mengharapkan bantuan kepada orang lain. Ingat !! bukan hanya Anda yang memiliki masalah di dunia ini.

6. Tanamkan sifat disiplin dalam hal pekerjaan, kehidupan sosial, dll pada diri Anda. Agar Anda terbiasa melakukan sesuatu dengan tepat waktu dan efisiensi.

7. Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga bertujuan untuk mematangkan pola berpikir Anda dalam menghadapi hidup dan memahami seseorang.

8. Tumbuhkan rasa empati dan kepekaan sosial untuk membantu orang lain karena Anda adalah bagian dari masyarakat yang wajib untuk menolong anggota masyarakat lain.

9. Pahami diri Anda dan keinginan yang benar-benar Anda inginkan dan pusatkanlah pemikiran Anda untuk mencapai keinginan yang benar-benar Anda inginkan itu.

10. Hilangkan sifat yang selalu ingin bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang. Anda harus ingat bahwa hidup Anda panjang dan Anda tidak akan berada di posisi yang enak selamanya.

11. Bentuklah kepribadian Anda sendiri dan jadilah diri sendiri.

12. Fokus dalam mengambil keputusan dan berpikir dengan cermat tentang baik atau buruknya pilihan Anda. Jangan terpancing dengan pendapat atau pendirian orang lain karena hal yang telah Anda pilih adalah hal yang akan Anda nikmati dikemudian hari.

13. Bisa belajar dan memahami arti dari sebuah kegagalan dan sebisa mungkin untuk tidak mengulangi kegagalan tersebut.

Sekian dulu artikel dari saya ^^. Semoga artikel saya ini bisa menjadi masukan dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

TERIMA KASIH

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 9 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: