Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jimmy Bonang

BLOG SAYA MEMBERIKAN INFO TENTANG ENTERTAINMENT & SEBAGAINYA

Mengatasi Sifat Kekanak-Kanakan

OPINI | 20 October 2011 | 19:31 Dibaca: 2089   Komentar: 4   0

SUMBER : http://entertainmentgeek-jimmy.blogspot.com/2011/10/tips-mengatasi-sifat-kekanak-kanakan.html

Semakin bertambahnya usia seseorang, sifat kekanak-kanakan sudah seharusnya hilang dan berubah menjadi kedewasaan. Namun, sifat kekanak-kanakan ini terkadang masih saja melekat pada pribadi seseorang walaupun usianya sudah terbilang tua. Sifat kekanak-kanakan ini terkadang bisa membuat orang-orang disekitar Anda merasa risih dan juga sebal dengan kelakuan Anda. Sifat kekanak-kanakan sangat wajar jika dimiliki orang anak kecil atau seseorang yang masih diusia belia dan remaja. Namun, jika sifat kekanak-kanakan ini masih melekat hingga usia yang sudah mapan akan sangat terlihat aneh.

Untuk menjadi seorang yang dewasa dan melepaskan sifat kekanak-kanakan tidaklah semudah yang dibayangkan. Kita diharuskan untuk menghadapi pengalaman hidup yang manis dan pahit yang dapat memahat sifat kedewasaan kita dan menghilangkan sifat kekanak-kanakan kita. Yang perlu diingat adalah menjadi dewasa bukanlah perkara umur yang tua, melainkan sifat dan pribadi kita yang mencerminkan apakah kita dewasa atau masih kekanakan.

Ciri-ciri orang yang memiliki sifat kekanak-kanakan adalah sebagai berikut :

1. Sifat manja dan egoismenya sangat tinggi.

2. Selalu memikirkan diri sendiri.

3. Tidak bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah dilakukan atau yang sudah menjadi kewajibannya.

4. Selalu mengeluh tentang sesuatu yang membuatnya repot atau membuatnya tidak nyaman.

5. Hidup dengan dunia yang diimpikannya dan tidak menyadari dunia disekitarnya.

6. Selalu berpangku tangan sehingga menjadi benalu bagi teman atau keluarganya.

7. Mudah marah.

8. Selalu merasa dirinya sempurna dan tidak mau kalah dengan orang lain.

9. Sering merasa iri dengan orang lain.

10. Memiliki impian yang diinginkan tapi malas untuk menggapainya.

11. Selalu ingin bersenang-senang didalam hidupnya.

12. Plin-plan dan tidak berpendirian.

Sifat-sifat kekanak-kanakan diatas akan sangat menggangu dan dapat merugikan diri sendiri. Oleh karena itu jika sudah merasa umur bertambah tua, maka hendaklah kita menghilangkan sifat-sifat kekanak-kanakan kita.

Saran dari pengalaman saya untuk menghilangkan sifat kekanak-kanakan adalah sebagai berikut :

1. Bergaullah dengan seseorang yang memiliki sifat ingin maju dan giat berusaha.

2. Berusaha untuk bisa memahami dan mengendalikan emosinya. Ini lah yang membedakan orang yang telah dewasa dengan anak kecil. Anak kecil tidak dapat menahan gejolak emosi, jika dia sedih maka dia akan menangis, jika dia marah maka dia akan merajuk.

3. Bersikaplah klo kita itu sama dengan orang lain dan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dan berfikir semua orang mendapatkan sesuatu yang sama.

4. Bersikap rendah hati namun tidak rendah diri.

5. Jika memiliki masalah, usahakan untuk mengatasinya sendiri jangan hanya mengeluh dan mengharapkan bantuan kepada orang lain. Ingat !! bukan hanya Anda yang memiliki masalah di dunia ini.

6. Tanamkan sifat disiplin dalam hal pekerjaan, kehidupan sosial, dll pada diri Anda. Agar Anda terbiasa melakukan sesuatu dengan tepat waktu dan efisiensi.

7. Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga bertujuan untuk mematangkan pola berpikir Anda dalam menghadapi hidup dan memahami seseorang.

8. Tumbuhkan rasa empati dan kepekaan sosial untuk membantu orang lain karena Anda adalah bagian dari masyarakat yang wajib untuk menolong anggota masyarakat lain.

9. Pahami diri Anda dan keinginan yang benar-benar Anda inginkan dan pusatkanlah pemikiran Anda untuk mencapai keinginan yang benar-benar Anda inginkan itu.

10. Hilangkan sifat yang selalu ingin bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang. Anda harus ingat bahwa hidup Anda panjang dan Anda tidak akan berada di posisi yang enak selamanya.

11. Bentuklah kepribadian Anda sendiri dan jadilah diri sendiri.

12. Fokus dalam mengambil keputusan dan berpikir dengan cermat tentang baik atau buruknya pilihan Anda. Jangan terpancing dengan pendapat atau pendirian orang lain karena hal yang telah Anda pilih adalah hal yang akan Anda nikmati dikemudian hari.

13. Bisa belajar dan memahami arti dari sebuah kegagalan dan sebisa mungkin untuk tidak mengulangi kegagalan tersebut.

Sekian dulu artikel dari saya ^^. Semoga artikel saya ini bisa menjadi masukan dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

TERIMA KASIH

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Agar Tak Lagi Impor LPG …

Agung Wredho | 7 jam lalu

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 8 jam lalu

Inilah yang Khas di Jalan Juanda Bogor …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: