Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Siti Zubaedah

aku manusia yang haus akan ilmu,,, belajar...belajar..dan belajar...harus q jalani..

Mari Analisis Teori Pembelajaran

OPINI | 25 October 2011 | 03:12 Dibaca: 670   Komentar: 1   1

Berbagai teori pembelajaran diibaratkan sebagai produk makanan kecil, misalnya saja “lanting”. Makanan lanting memiliki banyak rasa: keju, pedas, coklat, jagung, gurih, maupun barbeque. Namun, bahan utama yang digunakan dalam pembuatan lanting itu sama yaitu singkong. tidak hanya bahan utamanya saja yang sama tetapi tujuan dari pmbuatan lanting yang memiliki berbagai macam rasa itu juga sama yaitu untuk dipasarkan sehingga akan mendapatkan keuntungan dari penjualan lanting tersebut.

gambaran mengenai lanting tadi memberikan gagasan tentang teori pembelajaran. Berbagai macam teori pembelajaran yang sudah dikemukakan oleh para ahli memiliki perbedaan satu sama lain. Di samping memiliki perbedaan berbagai teori pembelajaran itu juga memiliki persamaan. Mari telaah bersama dari masing- masing teori pembelajaran:

1. Teori Thorndike: menekankan pada proses pembelajaran yang berlangsung syaratnya harus ada stimulus dan respon

2. Teori Skinner: menyebutkan bahwa dalam proses pembelajaran perlu adanya penguatan sebagai motrivator belajar serta tidak adanya hukuman melainkan menggunakan kunsekuensi atau perjanjian.

3. Teori Piaget : dalam pembelajaran perlu adanya penalaran untuk mengembangkan intelektual peserta didik (asimilasi dan akomodasi)

4. Teori Gagne: menekankan bahwa pada proses pembelajaran perlu adanya tingkah laku yang menyesuaikannya

5. Teori Brunner : adanya tahap-tahap pembelajaran yaitu informasi, transformasi, dan pengujian (evaluasi) setrta model pembelajaran Brunner adalah belajar penemuan di mana peserta belajar itu akan menemukan gagasan – gagasan baru dalam proses pembelajaran.

6. Teori Ausebel : menekankan pada belajar bermakna.

Dari teori belajar yang dianalisis, masing-masing teori pembelajaran memilii perbedaan satu sama lain. Namun, di samping perbedaan – perbedaan pada teori pembelajaran persamaannya juga ada yaitu memioliki persamaan dalam mengemukakan tentang pembelajaran serta tujuannya agar apa yang diharapkan dalam proses pembelajaran dapat tercapai. Para pendidik yang cerdas akan mengacu atau berpegang pada proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakter peserta didik.

Tags: analisisq

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Apa Bahaya Makan Beras Plastik bagi Tubuh? …

Wahyu Triasmara | | 22 May 2015 | 18:51

Etika Presiden Jokowi ketika Naik-turun …

Ashwin Pulungan | | 22 May 2015 | 16:19

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

10 Jam Wisata Kuliner Kecil di Kota Bandung …

Khristian Dominico | | 22 May 2015 | 21:02

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13


TRENDING ARTICLES

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 10 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 10 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 11 jam lalu

Gila! Iklan Obat Aborsi Disertai Testimoni …

Riana Dewie | 12 jam lalu

Angel Pieters Adalah Kambing …

Giri Lumakto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: