Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Siti Zubaedah

aku manusia yang haus akan ilmu,,, belajar...belajar..dan belajar...harus q jalani..

Mari Analisis Teori Pembelajaran

OPINI | 25 October 2011 | 03:12 Dibaca: 580   Komentar: 1   1

Berbagai teori pembelajaran diibaratkan sebagai produk makanan kecil, misalnya saja “lanting”. Makanan lanting memiliki banyak rasa: keju, pedas, coklat, jagung, gurih, maupun barbeque. Namun, bahan utama yang digunakan dalam pembuatan lanting itu sama yaitu singkong. tidak hanya bahan utamanya saja yang sama tetapi tujuan dari pmbuatan lanting yang memiliki berbagai macam rasa itu juga sama yaitu untuk dipasarkan sehingga akan mendapatkan keuntungan dari penjualan lanting tersebut.

gambaran mengenai lanting tadi memberikan gagasan tentang teori pembelajaran. Berbagai macam teori pembelajaran yang sudah dikemukakan oleh para ahli memiliki perbedaan satu sama lain. Di samping memiliki perbedaan berbagai teori pembelajaran itu juga memiliki persamaan. Mari telaah bersama dari masing- masing teori pembelajaran:

1. Teori Thorndike: menekankan pada proses pembelajaran yang berlangsung syaratnya harus ada stimulus dan respon

2. Teori Skinner: menyebutkan bahwa dalam proses pembelajaran perlu adanya penguatan sebagai motrivator belajar serta tidak adanya hukuman melainkan menggunakan kunsekuensi atau perjanjian.

3. Teori Piaget : dalam pembelajaran perlu adanya penalaran untuk mengembangkan intelektual peserta didik (asimilasi dan akomodasi)

4. Teori Gagne: menekankan bahwa pada proses pembelajaran perlu adanya tingkah laku yang menyesuaikannya

5. Teori Brunner : adanya tahap-tahap pembelajaran yaitu informasi, transformasi, dan pengujian (evaluasi) setrta model pembelajaran Brunner adalah belajar penemuan di mana peserta belajar itu akan menemukan gagasan – gagasan baru dalam proses pembelajaran.

6. Teori Ausebel : menekankan pada belajar bermakna.

Dari teori belajar yang dianalisis, masing-masing teori pembelajaran memilii perbedaan satu sama lain. Namun, di samping perbedaan – perbedaan pada teori pembelajaran persamaannya juga ada yaitu memioliki persamaan dalam mengemukakan tentang pembelajaran serta tujuannya agar apa yang diharapkan dalam proses pembelajaran dapat tercapai. Para pendidik yang cerdas akan mengacu atau berpegang pada proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakter peserta didik.

Tags: analisisq

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 10 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 11 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: