Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gaji Profesor Vs Guru SD

REP | 26 October 2011 | 04:38 Dibaca: 2056   Komentar: 19   2

By. Bang JS**

Gaji Profesor di Jepang Rp. 600 juta - Rp. 900 juta per bulan, atau sekitar 7-10 Milyar per tahun. Gaji Profesor riset di Indonesia hanya 5 jutaan. Inilah yang menyebabkan beberapa profesor kita memilih meneliti di negara lain. (KOMPAS, 25 Okt, 2011).

Menjadi professor merupakan mimpi para dosen pada umumnya. Sebab gelar itu merupakan strata tertinggi dalam dunia perguruan tinggi. Tapi tak mudah mencapainya,   butuh perjuangan dan ketekunan.  Penulis melihat perjuangan itu dalam kehidupan Ayah mertua yang baru emeritus sebagai Profesor Bidang Ilmu Pemerintahan.

Perjuangan menjadi Guru Besar harus   mencapai angka Kredit tertentu. Angka  itu didapat dalam  3 bentuk pengabdian ( tridarma perguruan tinggi)  yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian  masyarakat. Itu sebabnya hanya sedikit dosen yang mencapainya.

Gaji Profesor Vs Guru SD

Sayangnya setelah jadi Profesor gaji yang dterima tidak sebanding kerja keras dan status yang tinggi. Gaji profesor atau guru besar di Perguruan tinggi agak lumayan, 14 jt plus pelbagai tunjangan. Tapi tidak demikian dengan  gaji profesor riset di Lembaga Pemerintah non kementrian seperti LIPI. Bayangkan, untuk Prof Gol IV/E  hanya  3.6 juta dan tunjangan 1.6 jt/ bulan. Pakar Ilmu Kebumian yang sudah 30 tahun bekerja di LIPI, Prof. Dr. Ir. Jan Sopaheluwakan mengatakan, gajinya hanya  5.2 jt/bulan. Padahal Golongannya sudah paling tinggi, IV/E. Mentok!

Kepala Pusat LIPI Prof. Dr Bambang Subiyanto menegaskan adanya ketimpangan tidak hanya dengan sesama Profesor di Perguruan tinggi, tapi juga dengan Guru SD. Misal, Guru SD di Serang Banten dengan strata IV A dan kerja selama 29 tahun bisa mendapat gaji Rp. 6.5 juta per bulan. Guru di Jakarta dengan gol IV/A memperoleh pendapatan Rp. 8.6 juta per bulan (sharing Kepala SD Negeri Duri Pulo 1, Jakarta yang mengajar 26 tahun).

Jadi ada ketimpangan gaji yang besar antara Profesor riset dan di PT, juga dengan beberapa Guru SD. Meski demikian Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta menegaskan hari Selasa lalu, belum ada rencana untuk menaikkan gaji profesor riset. (Kompas 26 Okt)

Agar bisa bertahan peneliti terpaksa mengasong proyek yang kadang tidak levan dengan bidangnya. Menurut Jan Sopaheluwakan “Negara telah melecehkan profesi peneliti dan turut membentuk kultur dunia pendidikan yang tidak fokus”.

Sementara itu, Wakil Kepala LIPI Endang Sukara mengatakan, penghasilan Profesor riset di negara tetangga bisa sekitar Rp.90 juta/ bulan dan di Jepang Rp. 600 juta - Rp. 900 juta per bulan. Inilah yang menyebabkan beberapa profesor kita memilih meneliti di negara lain. Lihat angkanya saja sudah ngilerrr.

Bandingkan dengan artikel ini:

PhD Pilih Jadi Guru SD

Bang JS

Sumber

Kompas, 26 Okt 2011, Hal.1

Kompas, 25 Okt 2011, Hal.1

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Terbang ke Sumbawa Bersama Mimpi …

Dhanang Dhave | | 26 January 2015 | 13:38

Modus Operandi Mafia Hukum …

Toni Pamabakng | | 26 January 2015 | 13:10

Menimbang Perlunya Hak Imunitas Bagi KPK …

Abd. Ghofar Al Amin | | 26 January 2015 | 17:39

E-Dolly: Sebuah Metamorfosa Geliat Bisnis …

M A Rosyid | | 26 January 2015 | 17:10

Selamat! Ini 6 Pemenang Kispray Antikuman …

Kompasiana | | 26 January 2015 | 18:44


TRENDING ARTICLES

Demokrat Untung PDI-P Buntung …

Susy Haryawan | 3 jam lalu

Mengapa KPK Diserang Awal Tahun 2015? …

Muthiah Alhasany | 4 jam lalu

KPK Akan Tangkap Megawati …

Mr Sae | 6 jam lalu

Tedjo Sindir Presiden Joko Widodo …

Muhammad Armand | 9 jam lalu

Istana Negara = Istana PDI Perjuangan …

Isson Khairul | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: