Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Silver_famie

Penyuka sepeda angin

Bangkrut yang Sesungguhnya

REP | 29 October 2011 | 09:27 Dibaca: 185   Komentar: 3   0

Banyak dan sering kita menyaksikan orang yang mengaku pengikut Nabi Muhammad Saw, dengan bangga dan sangat mengandalkan amal ibadahnya untuk keselamatan dan kebahagiannya kelak diakhirat. Orang itu sangat begitu yakin akan selamat dari siksa neraka dan akan masuk sorga, sebab telah merasa melakukan sholat, puasa, membayar zakat, pergi berhaji. bahkan sering kita lihat orang tersebut memandang remeh kepada orang yang lain yang menurut penilaiannya tidak sebaik, tekun seperti yang dia lakukan dalam hal beribadah.

Begitu yakinnya orang yang mengandalkan amal ibadah ritualnya tersebut, lantas sering kali tidak menghiraukan sedikitpun orang lain dan merasa tidak memerlukan hubungan baik dengan sesama.

Kita bisa menyaksikan seorang muslim dengan ringanya melecehkan, menganggap tidak sehebat dia terhadap sesama saudaranya.

Kita bisa menyaksikan seorang yang bergelar Haji (Hampir tiap tahun pergi ke Baitullah) yang dengan seenak udelnya memperlakukan buruh-buruhnya dengan tidak manusiawi.

Kita bisa menyaksikan seorang yang rajin berpuasa baik ramadhan ataupun sunnah tapi juga rajin memakan harta rakyat … berani korup

Kita bisa menyaksikan seorang yang rajin melaksanakan sholat baik wajib maupun sunnah akan tetapi suka merampas hak orang lain.

Kita bisa menyaksikan ustadz yang rajin berkhotbah dan sekaligus memprovokasi untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama.

Kita bisa menyaksikan kelompok orang beragama tanpa merasa bersalah melakukan tindakan sewenang-wenang kepada hamba-hamba Allah yang lain karena merasa lebih benar dan lebih dekat kepadaNya.

Simak Sabda Nabi Muhammad Saw ini :

“Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala Sholat, puasa, dan zakat, haji, namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia Dzalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya, kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah)

Sabda Nabi Muhammad Saw di atas, amat nyata meskipun orang pulang ke alam baka dengan membawa bekal banyak berupa ibadah-ibadah ritual, bisa bangkrut bila tidak menjaga hubungannya dengan sesama. Ketika di dunia banyak menyakiti dan merampas hak orang. Kita perlu untuk melestarikan Tali silaturahmi untuk tujuan utama saling memaafkan, jangan sampai kesalahan kesalahan terhadap sesama manusia menjadi ganjalan dan mengerogoti modal amal baik kita (Ibadah kita Sholat, Puasa, Zakat, Berhaji dll)

semoga bermanfaat

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 12 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: