Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Azure Linger

System Analyst, Curriculum Developer, Traveler

Tujuan Mendidik dalam Islam

OPINI | 31 October 2011 | 07:48 Dibaca: 221   Komentar: 1   1

Kata pendidikan sudah tidak asing lagi bagi para pendidik, tapi sebagian kita masih asing dengan tujuan pendidikan, masing masing negara dan lembaga memiliki tujuannya sendiri dalam mendidik, sehingga menghasilkan anak didik yang beragam.

Bagi kita sebagai ummat islam, jelas, tujuan pendidikan harus sejalan dan selaras dengan tujuan pendidikan dalam islam. pendidikan dalam islam menyangkut seluruh aspek perkembangan kebutuhan manusia, serta terintegrasi dalam pembuatan program dan kurikulumnya.

Ada tujuh pendidikan dalam islam, yang disarikan dari kajian rutin bersama Ust. Muthamimul Ula, beliau adalah pakar pendidikan keluarga yang telah berhasil mendidik hampir smua anak anaknya (kalau tidk salah 11 orang) menjadi penghafal Al Qur’an dan kebanyakan hafal 30 juz serta menapaki pendidikan di universitas universitas ternama di dalam dan luar negeri

Tujuan itu adalah
1. Membentuk pribadi berakidah islam yang kokoh
2. Membentuk Pribadi yang Memiliki Akhlak kuat (sidiq, amanah, fatonah & tabligh)
3. Membentuk pribadi berkapasitas Intelektual baik dan matang , yaitu pribadi yang mencintai ilmu dan pengetahuan
4. Membentuk Pribadi yang mampu aktif dan berperan di lingkungan sosial, yaitu orang orang yg bisa bekerjasama melakukan proyek amal soleh
5. Membentuk Pribadi yang memiliki Fisik yang prima dan sehat
6. Membentuk Pribadi yang memiliki psikologis seimbang , tidak under estimate atau over estimate
7. Serta yang terakhir membentuk pribadi yang yangg pandai menjaga kehormatan seksual

Semoga ketika Para pendidik yang akan merancang kurikulum, silabus atau RPP, sudah mengetahui bentuk dan kemana siswa akan diarahkan, sehingga apa yang akan kita berikan, selaras dengan tujuan pendidikan dalam Islam, dan mudah mudahan buah dari pendidikan yang kita tanam, bermanfaat di dunia dan menjadi bekal para pendidik kelak di akhirat

Agar lebih mantap, dan efek pada usaha yang kita lakukan dalam mendidik, upayakan agar selalu menyisipkan anak didik kita dalam doa kepada Allah SWT.

Smoga bermanfaat

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: