Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wara Gunawan

Sarjana Komputer, karyawan swasta, wanita mandiri, olahraga...hmmmmm....of cause!!

Makalah Gunung Merapi, Sebuah Tugas?

OPINI | 01 November 2011 | 14:00 Dibaca: 1218   Komentar: 2   0

September 2010, beberapa sekolah sangat up to date dengan kejadian di sekitar kita. Para guru dan dosen memberikan tugas untuk membuat makalah tentang gunung Merapi, mulai dari sebab-akibat, sampai solusi dari bahaya gunung api dan manfaatnya terhadap kehidupan manusia.

Iseng-iseng saya mencari situs tentang gunung api. Ketemulah dengan beberapa situs yang bagus dan menarik. Dijelaskan kesiapsiagaan kita, pembagian status gunung api dan tindakan yang harus diambil pada setiap status gunung api.

Yang membuat saya tercengang..nganggg……..adalah ………komentar-komentar di bawah tulisan itu.Lebih dari lima orang berkomentar untuk si penulis agar diharapkan melengkapi tulisan di blognya itu.

Blog yang saya lihat itu, sebagai orang awam, saya menilai sudah cukup informatif, hanya saja jika dijadikan sebuah makalah memang kurang karena hanya dua lembar kertas saja.

Apakah mereka ini guru dan penulisnya adalah anak didik mereka?? bahkan ada yang menulis, ”Saya juga ada tugas buat proposal merapi, perlu info secepatnya, tolong lengkapi tulisan anda!”

Antara geli dan prihatin, ternyata bukan Cuma budaya mencontek yang ada di bangsa ini, tapi juga memaksa orang lain untuk melalukan sesuatu yang seharusnya tugas kita.

Sulitkah untuk menganalisa sendiri? Tujuan Bapak dan Ibu guru hanya menjadi sebuah beban untuk mengkoleksi informasi dan tambal sulam. Apakah kita sudah sedemikian terbiasanya dengan menerima informasi tanpa berpikir ini salah atau benar?

Contohnya jika disebutkan gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung api antara lain Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen (N2) yang membahayakan bagi manusia. Tidakkah kita berpikir seberapa berbahayakah gas-gas itu dalam tubuh kita? organ mana yang terserang? Berapa batas toleransi masing-masing gas yang dapat diterima tubuh kita dan berapa konsentrasi masing-masing gas itu dalam gas vulkanik?

Terlalu banyak yang mengkopi, sedikit yang bekerja..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 5 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 7 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 9 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: