Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Suplieffendirahim

Sejak 2007 terus menerus mengembangkan sistem pendidikan dan pengajaran menggunakan ICT terpadu (weblog), rumah panen selengkapnya

Doa di Kala Sedih

OPINI | 03 November 2011 | 20:17 Dibaca: 931   Komentar: 2   0

Bismillah,

Semua kita tidak luput dari kesedihan, gunda gulana, “down”, susah, menderita, galau, tidak enak hati, mau mati rasanya… Maka berikut ini adalah doa yang dapat kita gunakan di samping doa2 lain yang dapat kita lafazkan dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Doa ini adalah terjemahan doa rasulullah sewaktu beliau pulang dari perjalanan jauh (dari Thaib).. sekitar 70 km. Beliau dilempari anak-anak dan orang dewasa sepanjang 5 km, kiri dan kanan jalan. Badan beliau berdarah-darah… Subhanallah… Pada hal masa itu beliau baru saja ditinggalkan mati oleh orang-orang yang beliau cintai yakni Siti Khadijah dan Abu Thalib.  Beliau saw menangis dan berdoa di bawah pohon di sebuah kebun, sambil membersihkan luka-lukanya….

SEDIH SEKALI

SEDIH

Ya Allah… Kepadamu aku mengadukan kelemahan kekuatanku,

Dan sedikitnya kemampuanku,

Serta kehinaanku dihadapan manusia.

Wahai Sebaik-baik pemberi kasih sayang,

Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku.

Kepada siapakah Engkau serahkan diriku,

Kepada orang yang jauh yang menggangguku,

Atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku,

Asalkan Engkau tidak marah padaku maka tiadalah keberatan bagiku,

Akan tetapi kemurahan-Mu jauh lebih luas bagiku.

Aku berlindung dengan Cahaya WajahMu yang akan menerangi seluruh kegelapan,

Dan yang akan memberikan kebaikan segala urusan dunia dan akhirat,

Untuk melepaskan aku dari Marah-Mu,

Atau menghilangkan Murka-Mu dariku.

Hanya pada-Mu aku merintih berharap mendapatkan Keridloan-Mu,

Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.

Walhamdulillahirabbil ‘alamiin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 8 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 13 jam lalu

Timnas Indonesia Bahkan Tidak Lebih Baik …

Kevinalegion | 14 jam lalu

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kepercayaan Penuh Berbuah Revolusi …

Nursalam Sabir | 8 jam lalu

Media Cetak (Belum) Akan Mati …

Irwan Rinaldi | 8 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Datang ke Papua, Al Jazeera Ingin “Tebus …

Hamid Ramli | 8 jam lalu

(Peserta) #KPKGerebek (7) Jakarta Street …

Kpk Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: