Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Suplieffendirahim

Sejak 2007 terus menerus mengembangkan sistem pendidikan dan pengajaran menggunakan ICT terpadu (weblog), rumah panen selengkapnya

Doa di Kala Sedih

OPINI | 03 November 2011 | 20:17 Dibaca: 926   Komentar: 2   0

Bismillah,

Semua kita tidak luput dari kesedihan, gunda gulana, “down”, susah, menderita, galau, tidak enak hati, mau mati rasanya… Maka berikut ini adalah doa yang dapat kita gunakan di samping doa2 lain yang dapat kita lafazkan dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Doa ini adalah terjemahan doa rasulullah sewaktu beliau pulang dari perjalanan jauh (dari Thaib).. sekitar 70 km. Beliau dilempari anak-anak dan orang dewasa sepanjang 5 km, kiri dan kanan jalan. Badan beliau berdarah-darah… Subhanallah… Pada hal masa itu beliau baru saja ditinggalkan mati oleh orang-orang yang beliau cintai yakni Siti Khadijah dan Abu Thalib.  Beliau saw menangis dan berdoa di bawah pohon di sebuah kebun, sambil membersihkan luka-lukanya….

SEDIH SEKALI

SEDIH

Ya Allah… Kepadamu aku mengadukan kelemahan kekuatanku,

Dan sedikitnya kemampuanku,

Serta kehinaanku dihadapan manusia.

Wahai Sebaik-baik pemberi kasih sayang,

Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku.

Kepada siapakah Engkau serahkan diriku,

Kepada orang yang jauh yang menggangguku,

Atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku,

Asalkan Engkau tidak marah padaku maka tiadalah keberatan bagiku,

Akan tetapi kemurahan-Mu jauh lebih luas bagiku.

Aku berlindung dengan Cahaya WajahMu yang akan menerangi seluruh kegelapan,

Dan yang akan memberikan kebaikan segala urusan dunia dan akhirat,

Untuk melepaskan aku dari Marah-Mu,

Atau menghilangkan Murka-Mu dariku.

Hanya pada-Mu aku merintih berharap mendapatkan Keridloan-Mu,

Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.

Walhamdulillahirabbil ‘alamiin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 7 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 8 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 9 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Vox Populi Vox Dei? …

Angin Dirantai | 7 jam lalu

Kayungyun: Catatan Sang Pelacur …

Kang_insan | 7 jam lalu

Tentang “Hobi” Baru SBY di …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Kenikmatan DPR …

Tion Camang | 8 jam lalu

Kata Mawar …

Prayogo Tulus | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: