Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Lebih Mengenal Keluarga Nabi Ibrahim

OPINI | 04 November 2011 | 08:11 Dibaca: 6078   Komentar: 13   0

Bulan Zulhijjah penuh makna. Ada makna haji yang sangat agung. Ada makna Qurban yang menjadikan Ibrahim dan Ismail sebagai sepasang ayah dan anak yang terkenal berbakti pada perintah Tuhan-nya. Tetapi saya mencoba mengambil makna yang sedikit berbeda dan mungkin ini jarang sekali diungkap dalam sebuah pembahasan.

Nabi Ibrahim adalah seorang yang mulia. Kemuliaannya didapat karena baktinya pada Tuhan. Sedari muda ia sudah berupaya terlibat dalam pelurusan ummat agar kembali kepada jalan Tuhan. Ibrahim memiliki 2(dua) orang istri, Sarah dan Hajar.

Sarah sebagai istri pertama diberi tempat tinggal di negeri Syam oleh Ibrahim. Kini negeri tersebut terkenal sebagai Palestina. Ibrahim dan Sarah yang telah menjadi suami istri itu hijrah ke Mesir karena negeri Syam sedang dilanda bala kelaparan.

Di Mesir kecantikan Sarah menarik minat hari Fir’aun. Ketika itu Sarah diambillah oleh Fir’aun untuk menjadi selir. Segala upaya Fir’aun untuk men-selirkan Sarah digagalkan atas kehendak Allah swt. Justru Fir’aun dan bala tentaranya terkena wabah penyakit. Akhirnya Fir’aun mengembalikan Sarah pada Ibrahim.

Sebagai permohonan maafnya Fir’aun mengirimkan Hajar, seorang putri Qibthi Mesir anaknya Fir’aun sendiri, untuk menjadi pembantu di rumah Ibrahim. Ketika Sarah belum jua memiliki anak sampai berusia lanjut akhirnya Sarah meminta Ibrahim untuk menikahi Hajar. Dan Hajar pun menjadi istri kedua Ibrahim. Tak lama setelah menikah Hajar pun mengandung anak pertama. Setelah lahir anak itu diberi nama Ismail. Dan tak lama kemudian ajaib, Sarah pun mengandung anak pertama dan setelah lahir diberi nama Ishak.

Ibrahim kemudian mengajak Hajar dan Ismail kecil berpindah ke negeri yang lebih selatan dari negeri Syam. Dan berakhirlah perjalanan mereka di sebuah tanah tandus berada di tengah-tengah cekungan sebuah pegunungan. Itulah yang kini menjadi kota Mekkah. Sementara Sarah dan putranya, Ishak tetap berada di negeri Syam.

Kehadiran Ibrahim berserta Hajar dan Ismail menjadi cikal bakal bangsa Arab, khususnya suku Quraisy. Dan Sarah beserta Ishak menjadi cikal bakal bangsa Yahudi. Atau sering pula dikenal sebagai Bani Israil.

Ishak memiliki tiga orang putra, al-’Aish, Yahudza, dan Ya’kub. Nama Yahudza inilah yang kemudian agama Ibrani dikenal sebagai agama Yahudi. Ya’kub karena ketaatannya pada Tuhan diberi julukan Israel. Dalam bahasa Ibrani Isra bermakna Hamba, el atau eli bermakna Tuhan. Maka Israel/Israeli bermakna Hamba Tuhan.

Anak keturunan Ya’kub disebut sebagai bani Israel. Nabi-nabi yang diangkat dari keturunan Ya’kub/Israel adalah  Yusuf sebagai anak langsung. Kemudian Musa, Harun, Ilyas, Ilyasa, dan Yunus.

Anak keturunan Yahudza yang diangkat Allah swt sebagai nabi adalah Daud, Sulaiman, Yahya, Zakaria, dan Isa.

Anak keturunan al-’Aish yang diangkat Allah swt sebagai nabi adalah Ayyub dan Zulkifli.

Dari sisi Hajar, anak keturunan Ismail yang diangkat menjadi nabi tidak ada sampai lahirlah Muhammad saw. Muhammad saw merupakan generasi yang ke-30 setelah Ismail. Jarak waktu antara Isa dan Muhammad saw adalah 7 (tujuh) abad.

***

Dari kisah di atas ada beberapa hikmah pemahaman yang bisa coba kita ambil.

1. Hajar bukanlah wanita budak yang tidak terhormat. Hajar merupakan putri bangsa Qibthi Mesir yang diberikan Fir’aun kepada Ibrahim dan Sarah untuk membantu keluarga tersebut. Bahkan Hajar adalah anak Fir’aun sendiri. Pemahaman yang salah terhadap Hajar menjadikan bangsa Arab sebagai keturunan Ismail dipandang rendah. Dipandang sebagai bangsa keturunan budak. Padahal tidak demikian. Kalau toh Hajar membantu di rumah Ibrahim maka itu sebagai perintah dari Fir’aun ayahnya sebagai penyesalannya atas pengambilan Sarah.

2. Yahudi adalah bangsa sekaligus agama. Yehudza sebagai anak kedua Ishak menjadikan keturunan Ishak dikenal sebagai bangsa Yahudi. Dan dalam agama Yahudi di awal berkembangnya dikenal bahwa Yehudza adalah anak Tuhan. Bani Israel sebagai keturunan Ya’kub juga banyak yang menganut ajaran Yahudi. Orang Yahudi belum tentu bani Israel. Sementara bani Israel merupakan bagian dari bangsa Yahudi. Bisa dicek di link sumber di bawah artikel.

3. Ajaran yang dibawa Ibrahim beserta seluruh keturunannya yang diangkat sebagai nabi adalah ajaran Tauhid. Di masa Nabi Muhammad saw dikenal dengan agama Islam. Ajaran ini sangat bertentangan dengan ajaran Yahudi yang mengklaim bahwa Yehudza anak Tuhan. Dan kaum Yahudi pun tak segan memuja sesuatu yang diluar akal sehat sebagaimana mereka pernah memuja Sapi sebagai sembahan. Bahkan kini bangsa Yahudi dikenal dalam memuja Lucifer. Makanya tak heran jika sebagian besar para nabi yang diangkat dari kalangan keturunan Ishak berakhir tragis. Ajaran Tauhidnya bertentangan dengan keyakinan Yahudi.

4. Isa adalah keturunan terakhir bangsa Yahudi yang diangkat sebagai nabi. Karena ajaran tauhidnya bertentangan maka Isa dikejar dan diburu. Sehingga akhirnya terjadilah peristiwa pensaliban. Ajaran tauhid yang disebarkan Isa kemudian berkembang dan bertambah menjadi ajaran Kristen yang saat ini kita kenal. Baik itu Kristen Protestan maupun Katolik.

5. Ajaran Tauhid kemudian diberikan Allah swt kepada Muhammad saw. Muhammad yang notabene dikenal sebagai orang Arab ditentang oleh kaum Yahudi. Selain berbeda jalur keturunan ajaran tauhid Muhammad saw sangat bertentangan dengan ajaran kaum Yahudi. Kaum Quraisy adalah keturunan Hajar, sementara bani Israel adalah keturunan Sarah. Satu bapak beda ibu. Dan perselisihan itu masih memanas hingga kini. Namun kita tidak memandang itu sebagai ajaran agama produk sebuah keluarga. Hanya saja di sini Allah swt ingin memuliakan Ibrahim dan keluarganya sebagai manusia-manusia yang layak menjadi utusan-utusan-Nya. Bagaimana dengan keluarga kita?

Sumber:

1. Silsilah para Nabi Lengkap

2. Kisah Ibrahim

3. Kisah Sarah

4. Kisah Hajar

5. Kisah Ismail

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 9 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 12 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 13 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: