Artikel

Edukasi

Emte

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

the witness, saksi mata. berpikir dengan mata telanjang. dipandu dengan kesadaran. karena itu never block blogs, because in the country of the blind, the one-eyed man is king. kesaksian adalah testimoni akhir yang perlu didengar. agar kita bijak menekuri realitas. belajar dari kesalahan masa lalu. walau kesaksian tidak selalu benar dalam perspektifnya. kata para bijak, "those who can not remember the past are condemned to repeat it!". - salam twitter@emteaedhir -

Publik Kehilangan Asa Politik


OPINI | 05 November 2011 | 12:24 Dibaca: 21   Komentar: 1   1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat

ketika negara acuh terhadap kepentingan rakyatnya, apa yang harus dilakukan publik? ini pertanyaan krusial yang akan menjadi sensitif di tengah maraknya penggalangan afiliasi politik masif. rakyat kehilangan asa kepada siapa mereka menyalurkan aspirasinya. parlemen budeg, pemerintah lelet dan pressure group lainnya kehilangan taji. rakyat menjadi kaum rentan paling apes.

civil disobedience mungkin pilihan dilematis. ini dikarenakan seluruh lapisan struktur kenegaraan dan pemerintahan kita belum demikian mapan dan pada saat bersamaan demokrasi indonesia masih terbilang baru. kita menyimpan banyak ekspektasi. masalahnya, kecenderungan yang terjadi sekarang justeru banyak mencederai kepentingan publik yang paling esensial seperti kebutuhan hidup layak, kebebasan, akses pada kesehatan, dll.

jika civil disobedience terlampau ekstrim, publik harus dibiasakan untuk secara cerdas mensortir pilihan-pilihan politiknya, ya parpol, wakilnya ataupun representasi politik lainnya. kita mesti mulai sejak dini mengawal secara kolektif kepada siapa mandat demokrasi dan kekuasaan diberikan. bangsa ini sudah terlalu capek dengan miskalkulasi penguasa yang kita percayai. dahulu, publik menaruh harapan sedemikian tinggi pada sby untuk memberikan kebanggaan pada negeri ini. lalu hal itu kini lambat laun menjelma menjadi keterpurukan. distorsi kepercayaan yang sulit tergantikan dengan restitusi politik apapun.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: