Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eko_sugiarto

Manusia biasa yang terus belajar dan menulis.

Menulis dan Kisah Telur Columbus (Bagian 2)

OPINI | 09 November 2011 | 06:21 Dibaca: 216   Komentar: 2   0

Kian hari nama Columbus kian sering disebut orang dan mereka yang iri kepada Columbus pun kian bertambah iri. Pada suatu hari, Columbus menghadiri sebuah perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian ”Benua Baru” tersebut. Lagi-lagi para tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Columbus.

Dalam forum itu, Columbus juga menantang para bangsawan dan orang-orang yang mencemoohnya. Columbus menawarkan sebuah tantangan. Columbus membawa beberapa butir telur ayam. Lalu dia berkata, ”Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur ini berdiri di atas meja makan, dialah orang yang terbaik dan semua gelar serta kekayaanku akan kuserahkan kepadanya.”

Para bangsawan dan orang-orang yang iri kepada Columbus menerima tantangan itu. Beberapa orang lantas mencoba meletakkan telur-telur itu di atas meja dengan posisi berdiri. Namun, tak seorang pun bisa melakukannya. Ya, rasanya memang tidak mungkin telur yang berujung lonjong (elips) itu bisa berdiri tegak. Adalah sebuah keajaiban dan tidak masuk akal rasanya jika telur itu bisa berdiri tegak. Setiap dicoba diletakkan dalam posisi berdiri tegak, telur-telur itu langsung menggelinding jatuh.

Setelah tak satu pun orang dalam perjamuan itu berhasil meletakkan telur di atas meja dalam posisi berdiri, Columbus kemudian memungut telur itu. Lalu Columbus berkata kepada hadirin, ”Ini adalah hal paling sederhana di dunia. Setiap orang bisa melakukannya setelah ditunjukkan caranya!” Setelah berkata demikian, lantas Columbus mengetukkan ujung bawah telur itu ke meja sehingga retak dan tidak lonjong lagi. Dengan demikian, telur tersebut bisa berdiri tegak.

Melihat apa yang dilakukan Columbus, para bangsawan dan orang-orang yang mencemoohnya berkata, ”Wah, kalau hanya begitu kami juga bisa.” Lantas apa jawaban Columbus? Dengan tersenyum Columbus berkata, ”Kalau memang bisa, mengapa tidak kalian lakukan dari tadi?”

Begitulah kisah ”Telur Columbus” yang mungkin pernah Anda dengar. Saya hanya ingin menekankan satu kalimat dari kisah ini, yaitu kalimat yang diucapkan Columbus saat akan mengetukkan salah satu bagian telur agar bisa berdiri tegak: Ini adalah hal paling sederhana di dunia. Setiap orang bisa melakukannya setelah ditunjukkan caranya! Kalimat ini membuat saya berandai-andai: Mungkinkah kalimat ini bisa menjadi ungkapan yang populer di kalangan penulis, bahkan di kalangan kita yang baru mulai belajar menulis? Jika memang mungkin, tentu akan sangat merdu ketika kita mendengar banyak orang berkata, ”Menulis adalah hal paling sederhana di dunia. Setiap orang bisa melakukannya setelah ditunjukkan caranya!”

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah ”Bagaimana caranya?” Di forum ini banyak senior yang telah berbagi pengalaman dan saya yakin kian hari akan kian banyak pengalaman berharga yang bakal bermanfaat bagi kita, saya dan Anda. Selamat menulis!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 4 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Inaq Marhaeni, Cerita Lain dari Pulau Seribu …

Maya Rahmayati | 7 jam lalu

Mungkinkah Takdir Itu Bisa Dirubah? …

Jejen Al Cireboni | 7 jam lalu

4 Keunikan Krisna Pusat Oleh-oleh Khas Bali …

Rizky Febriana | 7 jam lalu

Menyambut Harapan Baru dengan Kerja Nyata …

Saikhunal Azhar | 7 jam lalu

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: