Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mutasi NUPTK

REP | 10 November 2011 | 22:29 Dibaca: 4327   Komentar: 6   1

Buat teman teman yang menjadi tenaga pendidik, tentu tidak asing dong dengan istilah NUPTK???

Yup…NUPTK adalah Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sepengetahuan saya, salah satu kegunaan NUPTK ini adalah untuk urusan dana fungsional dan sertifikasi. 1 tenaga pendidik 1 NUPTK yang sama, meski berpindah Satminkal/ sekolah induk. Artinya, NUPTK tidak berubah meski sang pemilik berpindah- pindah sekolah induk.

Perpindahan satminkal, menyebabkan seorang pendidik harus melakukan mutasi NUPTK. Agar nanti NUPTK bisa digunakan untuk mengajukan sertifikasi melalui satminkal baru.

Bagaimana melakukan mutasi NUPTK??? Biasanya antar satu provinsi dengan provinsi lain memiliki kebijakan yang berbeda- beda.

Nah dalam tulisan ini, saya akan membagi pengalaman saya ketika melakukan mutasi NUPTK karena perpindahan satminkal. Agar lebih mudah difahami, saya akan mengawali dengan kronologis kenapa saya harus melakukan mutasi tersebut.

Tahun 2008, saya mengajar di sebuah sekolah swasta di prambanan. Pada tahun pertama, sekolah mengajukan saya untuk mendapatkan NUPTK. Setahun kemudian saya diterima untuk mendapat NUPTK.

Pada tahun 2010, saya berpindah mengajar di sekolah swasta di magelang. Ketika sekolah mengajukan saya untuk memperoleh NUPTK, maka tertolak karena double counting. Artinya, saya sudah memiliki NUPTK di sekolah sebelumnya.

Berhubung sebelumnya satminkal saya di prambanan, dan sekarang di magelang, maka saya harus melakukan mutasi NUPTK dari satminkal saya dulu ke satminkal yang sekarang agar NUPTK saya tidak tertolak.

Begitulah kronologis kenapa saya harus melakukan mutasi NUPTK.

Dalam melakukan mutasi NUPTK, Seorang pendidik cukup melapor ke disdikpora kabupaten sekolah asal pada bagian tendik untuk di proses. Pendidik akan ditanya mengenai sekolah asal untuk dicocokkan dengan data yang sudah ada, sekolah baru dan TMT sekolah baru. Setelah diproses dalam waktu hanya beberapa menit, maka pendidik akan diberikan data dalam bentuk soft copy untuk diimpor ke disdikpora kabupaten sekolah baru. Maka NUPTK sudah bisa dipakai untuk mengajukan sertifikasi.

Mudah kan???

Buat teman- teman pendidik, semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 8 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar dari Sebatang Pensil …

Abukhalid Andayonk | 8 jam lalu

Separo Hatimu Milikku …

Wahyu Saptorini Ber... | 8 jam lalu

Ketika Daycare Menjadi Sebuah Pilihan …

Ulihape | 8 jam lalu

Academy Award dan Pelantikan Anggota DPR …

Rafa Mufida | 8 jam lalu

Strees, Menyebabkan Atau Disebabkan? …

Ahmad Fiqhi Fadli | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: