Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mutasi NUPTK

REP | 10 November 2011 | 22:29 Dibaca: 4414   Komentar: 6   1

Buat teman teman yang menjadi tenaga pendidik, tentu tidak asing dong dengan istilah NUPTK???

Yup…NUPTK adalah Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sepengetahuan saya, salah satu kegunaan NUPTK ini adalah untuk urusan dana fungsional dan sertifikasi. 1 tenaga pendidik 1 NUPTK yang sama, meski berpindah Satminkal/ sekolah induk. Artinya, NUPTK tidak berubah meski sang pemilik berpindah- pindah sekolah induk.

Perpindahan satminkal, menyebabkan seorang pendidik harus melakukan mutasi NUPTK. Agar nanti NUPTK bisa digunakan untuk mengajukan sertifikasi melalui satminkal baru.

Bagaimana melakukan mutasi NUPTK??? Biasanya antar satu provinsi dengan provinsi lain memiliki kebijakan yang berbeda- beda.

Nah dalam tulisan ini, saya akan membagi pengalaman saya ketika melakukan mutasi NUPTK karena perpindahan satminkal. Agar lebih mudah difahami, saya akan mengawali dengan kronologis kenapa saya harus melakukan mutasi tersebut.

Tahun 2008, saya mengajar di sebuah sekolah swasta di prambanan. Pada tahun pertama, sekolah mengajukan saya untuk mendapatkan NUPTK. Setahun kemudian saya diterima untuk mendapat NUPTK.

Pada tahun 2010, saya berpindah mengajar di sekolah swasta di magelang. Ketika sekolah mengajukan saya untuk memperoleh NUPTK, maka tertolak karena double counting. Artinya, saya sudah memiliki NUPTK di sekolah sebelumnya.

Berhubung sebelumnya satminkal saya di prambanan, dan sekarang di magelang, maka saya harus melakukan mutasi NUPTK dari satminkal saya dulu ke satminkal yang sekarang agar NUPTK saya tidak tertolak.

Begitulah kronologis kenapa saya harus melakukan mutasi NUPTK.

Dalam melakukan mutasi NUPTK, Seorang pendidik cukup melapor ke disdikpora kabupaten sekolah asal pada bagian tendik untuk di proses. Pendidik akan ditanya mengenai sekolah asal untuk dicocokkan dengan data yang sudah ada, sekolah baru dan TMT sekolah baru. Setelah diproses dalam waktu hanya beberapa menit, maka pendidik akan diberikan data dalam bentuk soft copy untuk diimpor ke disdikpora kabupaten sekolah baru. Maka NUPTK sudah bisa dipakai untuk mengajukan sertifikasi.

Mudah kan???

Buat teman- teman pendidik, semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 3 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 5 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 6 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Jare Wong Biyen, Jangan Diabaikan Ya… …

Er - Te - Em Woworu... | 8 jam lalu

TNI AD Mencetak Perwira Penerangan yang …

Macgyver Hadiningra... | 8 jam lalu

Tentang Rasa yang Kikuk dan Lelah …

Kayana Octora | 8 jam lalu

Berharap Mujizat untuk Timnas …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Tenggelamkan dan Bakar Kapal Asing Pencuri …

Ik2mi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: