Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mutasi NUPTK

REP | 10 November 2011 | 22:29 Dibaca: 4308   Komentar: 6   1

Buat teman teman yang menjadi tenaga pendidik, tentu tidak asing dong dengan istilah NUPTK???

Yup…NUPTK adalah Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sepengetahuan saya, salah satu kegunaan NUPTK ini adalah untuk urusan dana fungsional dan sertifikasi. 1 tenaga pendidik 1 NUPTK yang sama, meski berpindah Satminkal/ sekolah induk. Artinya, NUPTK tidak berubah meski sang pemilik berpindah- pindah sekolah induk.

Perpindahan satminkal, menyebabkan seorang pendidik harus melakukan mutasi NUPTK. Agar nanti NUPTK bisa digunakan untuk mengajukan sertifikasi melalui satminkal baru.

Bagaimana melakukan mutasi NUPTK??? Biasanya antar satu provinsi dengan provinsi lain memiliki kebijakan yang berbeda- beda.

Nah dalam tulisan ini, saya akan membagi pengalaman saya ketika melakukan mutasi NUPTK karena perpindahan satminkal. Agar lebih mudah difahami, saya akan mengawali dengan kronologis kenapa saya harus melakukan mutasi tersebut.

Tahun 2008, saya mengajar di sebuah sekolah swasta di prambanan. Pada tahun pertama, sekolah mengajukan saya untuk mendapatkan NUPTK. Setahun kemudian saya diterima untuk mendapat NUPTK.

Pada tahun 2010, saya berpindah mengajar di sekolah swasta di magelang. Ketika sekolah mengajukan saya untuk memperoleh NUPTK, maka tertolak karena double counting. Artinya, saya sudah memiliki NUPTK di sekolah sebelumnya.

Berhubung sebelumnya satminkal saya di prambanan, dan sekarang di magelang, maka saya harus melakukan mutasi NUPTK dari satminkal saya dulu ke satminkal yang sekarang agar NUPTK saya tidak tertolak.

Begitulah kronologis kenapa saya harus melakukan mutasi NUPTK.

Dalam melakukan mutasi NUPTK, Seorang pendidik cukup melapor ke disdikpora kabupaten sekolah asal pada bagian tendik untuk di proses. Pendidik akan ditanya mengenai sekolah asal untuk dicocokkan dengan data yang sudah ada, sekolah baru dan TMT sekolah baru. Setelah diproses dalam waktu hanya beberapa menit, maka pendidik akan diberikan data dalam bentuk soft copy untuk diimpor ke disdikpora kabupaten sekolah baru. Maka NUPTK sudah bisa dipakai untuk mengajukan sertifikasi.

Mudah kan???

Buat teman- teman pendidik, semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 3 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 5 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pak Menteri, Tolong Hentikan Nyiksa Anak SD …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Dari Pelukis Jalanan, Becak Indonesia dan …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Memecah Kontroversi RUU Pilkada …

Daryani El-tersanae... | 8 jam lalu

Kodam Jaya Terlibat Serbuan Teritorial ke …

Simon | 8 jam lalu

“Quantum Leap eSeMKa” …

Tjhen Tha | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: