Artikel

Rahmi Supangab

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Ex-Staf pengajar di salah satu Madrasah Aliyah (MA) terbesar di Indonesia. Berusaha berdakwah bagi kemaslahatan umat, beriman dan bertaqwa.

Nikmatnya Surga


OPINI | 10 November 2011 | 18:08 Dibaca: 356   Komentar: 3   Nihil

Salah satu kelebihan Islam dibandingkan dengan agama-agama samawi lainnya adalah dalam hal kenikmatan surga bagi umat Muslim yang bertaqwa, kenikmatan yang tiada taranya dibandingkan dengan kenikmatan di bumi.

Salah satu kenikmatan surga adalah disediakannya bidadari-bidadari cantik bagi orang-orang yang beriman sebagai balasan atas ketaatannya kepada Allah SWT selama hidup di dunia. Bidadari adalah makhluk Allah penghuni surga berakhlak mulia, putih bersih, cantik, masih dipingit di dalam rumah (QS. Ar-Rahman: 70-72), dan diciptakan Allah secara langsung, berwujud gadis perawan yang akan kembali perawan setelah bersetubuh, penuh cinta, lagi sebaya usianya (QS. Al-Waqiah: 35-37), tidak meliarkan pandangannya, matanya jelita, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik (Ash Shaffat: 48-49). Bahkan diriwayatkan dalam hadis, seandainya seorang bidadari surga menampakkan wajahnya ke bumi niscaya akan menerangi langit dan bumi dan sesungguhnya tutup kepalanya lebih baik dari dunia dan seisinya. Permata tingkatan terendah yang dikenakan kemilau sinarnya dapat menerangi antara timur dan barat.

Pada hakekatnya Bidadari di ciptakan untuk menjadi pelayan setiap penghuni surga, dan laki laki bisa memilih mau menikahinya atau hanya menjadikannya pelayan, dan kita tetap bisa berkumpul dengan anak, istri, keluarga dan kerabat kita, asalkan mereka masuk surga juga dan di surga tidak ada yg namanya kecemburuan, kata kata yang sia sia, apa lagi permusuhan, semuanya mempunyai akhlak seperti Rasulullah SAW.

Bidadari itu adanya di surga, dan orang yg sudah mati dari jaman nabi Adam sampai Hari kiamat tentu belum ada yang menempati surga, karena setelah kita hidup di dunia kita akan hidup di alam barzah/ alam kubur, menunggu sampai Hari penghitungan amal. Itulah juga salah satu sebab mengapa kita juga diwajibkan untuk berdoa bagi Rasullullah dalam setiap sholat kita.

Diakhirat kelak, satu keluarga yang terdiri dari anak, isteri, cucu, cicit dan kerabat lainnya, akan dikumpulkan oleh Allah SWT dalam satu surga, asalkan mereka semua adalah orang-orang shaleh/bertakwa. Sebagaimana firmannya dalam surat ath-Thuur ayat 21: “Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau SAW menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya kembali bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, ” Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasaannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. “

Saya kembali bertanya, ” Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah nikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? Beliau pun menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu ia berkata, ‘Wahai Rabbku sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkal hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya.’ Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (HR. Thabrani).

Adapun parameter untuk suatu ketaatan kepada Allah SWT adalah “Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluh”. Tingkat ahlak umat muslim diukur dari keikhlasannya, seseorang yang dekat dengan Allah, akan percaya pada pilihan Rabb nya, dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuknya pula. seperti halnya sedekah umat muslim, setiap titik amal yang diberikan oleh seorang umat muslim, Allah akan mengganjarnya dengan pahala berpuluh-puluh kali.

Nah jika seorang wanita tidak dapat masuk surga, maka yang bertanggung jawab terhadap wanita itu adalah Ayahnya, Suaminya, Anak Lelakinya, dan Saudara Lelakinya. Tetapi jika ayah dan suaminya sudah masuk neraka duluan, siapa yang menanggung wanita itu? Oleh sebab itulah maka para wanita diminta mencari suami yang soleh, agar terhindar dari siksa neraka, surganya Anak ada ditelapak kaki ibu, tapi Surga-nya istri ada pada ridho suaminya.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: