Artikel

Edukasi

Bread4friends Sharing

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lintong - penulis buku best seller motivasi bread for friends menyajikan nilai-nilai kehidupan positif yang diangkat dari fenomena sehari-hari.

Tempaan Itu Menyempurnakan


OPINI | 11 November 2011 | 10:14 Dibaca: 60   Komentar: 0   1 dari 2 Kompasianer menilai menarik

TEMPAAN ITU MENYEMPURNAKAN

F.B. Mayer memberikan sebuah ilustrasi tentang proses yang menghasilkan kualitas:

Sepotong besi seharga $2.50 kalau ditempa menjadi tapal kuda akan menjadi seharga $5.
Jika ditempa menjadi jarum, menjadi pisau silet,harganya semakin meningkat.

Jika ditempa dan dibentuk menjadi jarum penunjuk arloji Rolex, maka harganya lebih melonjak lagi, bahkan bisa menjadi $125.000.

Setiap tempaan dan pembentukan yang dialami besi tersebut adalah proses dan proses itu yang meningkatkan nilainya kelak. Lebih banyak ditempa, dipukul, dibakar, dibentuk maka nilainya semakin tinggi.

Demikian juga dengan setiap diri kita. Proses pembentukan, tempaan dan ujian, jika kita responi dengan benar, maka karakter mulia yang ada di dalam diri kita semakin timbul. Tidak adil rasanya jika kita mengharapkan diri dinilai tinggi tanpa melalui proses pembentukan yang seharusnya. Hal itu sama saja dengan menjadikan diri ini sebagai kaum opportunis yang mengclaim diri sebagai orang beruntung.

Sebut saja diri anda telah melakukan banyak hal sampai babak belur dan terluka disana-sini. Namun semua itu ada harganya kelak, meskipun bukan saat ini.

Kita tidak perlu mengikuti proses kehidupan ini dengan tergesa-gesa lalu meminta hasilnya besok pagi.
Sangat penting menjalani proses pembentukan diri, meresponi dengan benar dalam ketaatan dan kesabaran, dan biarkanlah tempaan dan ujian itu menjadikan kita lebih sempurna dan bernilai tinggi.

Maka tanpa kita sadari, kemuliaan TUHAN akan terpancar melalui hidup kita yang semakin hari senakin baik.

Selamat mengikuti proses penempaan kualitas hidup !

FB : Bread for Friends
 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: