Artikel

Edukasi

Iskandar Zulkarnaen

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Di rumah, saya dipanggil Dar. Di sekolah, saya dipanggil Dor. Di kampus, ada yang memanggil saya Day. Di Kompasiana, teman-teman memanggil saya Isjet (alias Iskandarjet, artinya Iskandar Z, kepanjangannya Iskandar Zulkarnaen). Temukan iskandarjet di About.me, Slideshare.net, Twitter, Facebook dan LinkedIn!

Indonesia Menang, Anak Sekolah Kalah


OPINI | 14 November 2011 | 11:14 Dibaca: 270   Komentar: 18   1 dari 2 Kompasianer menilai menarik

Di tengah euforia Sea Games yang akan berlangsung selama sebelas hari hingga 22 November nanti, saya mau menceritakan sebuah ironi. Sebuah potret pendidikan yang mungkin bisa dijadikan alat telaah para peneliti sistem pendidikan di Indonesia dalam menemukan jawaban bagaimana dan mengapa pendidikan Indonesia sekarang ini.

Dan saya akan memulai tulisan ini dengan GELENG-GELENG KEPALA.

Ceritanya, Sabtu pagi kemarin, saat saya seperti biasa bermain di halaman rumah bersama Kahla (1 tahun) yang sedang rajin belajar jalan, anak bungsu kakak saya keluar dengan sumringah sambil membawa secarik kertas. “Cing, Cing. Lihat nih, Cing.” Tangannya yang memegang kertas putih itu seakan memanjang, mendekati batang hidung saya yang sedang jongkok memegang Kahla.

Tidak biasanya Yasmin, keponakan saya tadi, bertingkah seperti itu pagi-pagi. Setelah saya baca isi surat berlogo sekolah negeri tempat dia belajar, saya baru paham pemicu rasa bahagianya: Dalam rangka menyambut Sea Games, sekolah diliburkan selama lima hari, mulai 14-18 November 2011. Atau kurang lebih seperti isinya.

Dia senang bukan kepalang karena seminggu ini sekolahnya diliburkan (kecuali untuk siswa kelas enam). Dan selama masa libur Sea Games, dia diberi tugas mengkliping berita Sea Games di koran-koran. Begitu ceritanya, dengan wajah yang tak berhenti berbinar.

Ibu saya yang duduk santai di depan rumahnya cuma bisa geleng-geleng kepala. “Terus aja, Min. Kasih tahu semua orang yang lewat di jalan sono (kalau besok libur sekolah)….”

Lalu hari Minggu kemarin, pembantu saya pamit pulang kampung karena anaknya yang duduk di bangku TK minta pulang kampung, mumpung libur panjang selama seminggu. Dari istri, saya mendapat kabar tambahan bahwa anak-anak SMP juga libur Sea Games selama seminggu.

Apa? Libur Sea Games? Ini jelas satu bentuk liburan yang aneh buat saya. Apa hubungannya pesta olahraga tingkat Asia Tenggara dengan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Dalam rangka menghormati? Ikut memeriahkan? Atau ada misi memadati lapangan pertandingan dengan para penonton dari kalangan pelajar?

Atau mungkin rencananya seperti ini: Dengan diliburkannya siswa SD dan SMP di Jakarta, diharapkan Jakarta jadi bebas dari kemacetan, dan para atlet dari seluruh penjuru ASEAN pun bisa mengurungkan niatnya menikmati wisata macet Jakarta.

Tapi apapun alasannya, bagi saya tidak ada hubungan langsung antara pelajar dan Sea Games. Para pelajar mestinya tetap bersekolah, apapun yang terjadi di dunia olahraga. Karena materi pelajar di sekolah pasti lebih penting daripada materi cabang olahraga di Palembang dan Jakarta.

Kalau begini kebijakannya, anak-anak sekolah itu bisa disebut sebagai pihak yang dikalahkan di ajang Sea Games yang diharapkan Indonesia bisa mendulang emas sebanyak-banyaknya. Dan kalau begini caranya, saya berharap Indonesia tidak pernah jadi tuan rumah Olimpiade (karena boleh jadi nanti jatah libur mereka membengkak jadi sebulan lamanya!).

Sebelumnya, saat anak saya yang bersekolah di SD Islam PB Soedirman berlibur selama tiga hari di hari Tasyrik (tiga hari usai Idul Adha, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah), saya pun kurang setuju. Alasan pihak sekolah dalam suratnya, agar anak bisa ikut menghormati hari Tasyrik, hari-hari ummat Islam berkesempatan memotong hewan qurban mereka. Tapi pertanyaannya, apakah menghormati itu harus dilakukan dengan libur sekolah selama tiga hari?

Jujur saya tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tadi sekilas saya cek berita pemerintah tidak melansir program libur seminggu penuh untuk para siswa. Cerita libur sekolah di atas saya kemukakan di sini karena saya mendapatkan informasinya langsung dari sumber pertama, dua hari kemarin.

Dan si Yasmin saat ini sedang sangat berbahagia selama seminggu. Juga akan sangat sibuk karena harus mengumpulkan kliping koran.

#gakikutlibur
JET

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: