
Ex-Staf pengajar di salah satu Madrasah Aliyah (MA) terbesar di Indonesia. Berusaha berdakwah bagi kemaslahatan umat, beriman dan bertaqwa.
Dibaca: 166
Komentar: 8
2 dari 2 Kompasianer menilai aktual
Kemuliaan Islam harus ditegakkan, apapun caranya tanpa tawar menawar. Cara-cara penyebaran kemuliaan Islam dapat dilakukan dengan berdakwah secara lisan atau bisa juga melalui media internet (kalau kita mampu). Cara lain yang dianjurkan oleh Rasullullah SAW adalah bisa juga dengan memberi hadiah dari barang-barang jarahan bagi mereka yang bersedia memeluk Islam dijelaskan berikut ini:
Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Buku 53, Nomer 374: Nabi SAW berkata, “Aku memberi kepada kaum Quraish (uang jarahan) agar mereka memeluk Islam, karena mereka dekat pada kehidupan mereka yg sesat.”
Rasullullah SAW juga memberi nasehat kepada pengikut beliau adalah lebih penting memberi hadiah kepada mereka yang baru saja memeluk Islam (mualaf) daripada mereka yang sudah telah lama memeluk Islam. Hal ini diseperti ditulis dalam hadist berikut ini:
Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Buku 53, Nomer 375: Ketika Allah menganugrahi RasulNya dengan kekayaan dari suku Hawazin sebagai barang jarahan (fai), dia mulai memberi sebagian orang-orang Mekah sampai 100 ekor unta per orang. Melihat itu beberapa orang-orang Ansari berkata, “Semoga Allah mengampuni RasulNya! Dia memberi pada kaum Quraish dan tidak pada kami, padahal kenyataannya pedang-pedang kami masih berlumuran darah para kafir.”
Ketika Muhamad diberitahu apa yang dikatakan mereka (orang-orang Ansar), dia memanggil orang-orang Ansar dan mengumpulkan mereka dalam sebuah tenda kulit. “Apakah yang kalian katakan?” Salah seorang Ansar yang cerdik menjawab, “O Rasul Allah! Orang-orang yang bijaksana tidak mengatakan apapun, tapi orang-orang muda berkata, “Semoga Allah mengampuni RasulNya; dia memperkaya kaum Quraish dan membiarkan kaum Ansar miskin, padahal kenyataannya pedang2 kaum Ansar masih meneteskan darah kaum kafir.”
Nabi SAW menjawab, “Aku memberi mereka lebih karena mereka masih dekat dengan masa jadi kafir dan baru saja memeluk Islam. Kamu seharusnya merasa senang melihat mereka menjadi kaya.”
Mengenai hal ini juga ditegaskan di dalam hadist Tabari IX:36 dan Ishaq 596:
Nabi, orang-orang Ansar itu menggerutu tentang engkau karena apa yang kau lakukan terhadap barang jarahan dan bagaimana engkau membagi-bagikannya diantara orang-orangmu.”
“Orang-orang Ansar, apakah yang kau katakan? Gerutuan apakah yang kau rasakan? Apakah kau berpikir jahat tentang aku? Tidakkah aku datang padamu sewaktu kamu masih tersesat dan butuh bantuan, dan kau dibuat kaya oleh Allah? Apakah kamu menggerutu terhadap aku dan kamu merasa tidak suka akan barang-barang jarahan yang kugunakan untuk mendamaikan orang-orang dan memenangkan hati mereka sehingga mereka memeluk Islam dan menjadi Muslim?”
Demikianlah tauladdan ini saya sampaikan untuk kiranya berguna bagi mereka kaum berpikir.