Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Undhan Putri

Never put off till tommorow what you can do today

Model Pengembangan Sistem Pengajaran dalam Teknologi Pendidikan

OPINI | 17 November 2011 | 21:35 Dibaca: 1452   Komentar: 0   0

Model Pengembangan Sistem Pengajaran dalam Teknologi Pendidikan

1. Model PSSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional)

PSSI merupakan perwujudan dari penerapan pendekatan ke dalam sistem pendidikan, yaitu sebagai suatu kesatuan yang terorganisasi yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun tujuan tersebut adalah:

a) Merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK) yaitu rumusan yang jelas tentang kemampuan yang diharapkan, dimiliki oleh peserta didik setelah selesai mengikuti suatu program pengajaran.

b) Mengembangkan alat evaluasi, fungsinya untuk menilai sampai dimana peserta didik telah menguasai kemampuan-kemampuan yang telah dirumuskan dalam tujuan instruksional

c) Menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran

d) Merencanakan program kegiatan belajar mengajar

e) Melaksanakan program belajar mengajar

2. Model Jerold E Kemp, model ini merupakan sistem pengajaran yang sederhana yang mana dibagi menjadi delapan langkah yaitu:

a) Menentukan tujuan instruksional umum (TIU), yaitu tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan

b) Menganalisis karakteristik peserta didik

c) Menentukan tujuan instruksional khusus (TIK)

d) Menentukan materi pelajaran sesuai dengan TIK yang telah dirumuskan

e) Menetapkan pengajaran awal

f) Menentukan strategi belajar mengajar dan sumber belajar yang sesuai dengan TIK yaitu: Efisiennsi, Efektifitas, Ekonomis, dan Praktis

g) Mengkoorsinasi sarana penunjang yang meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu, dan tenaga

h) Mengadakan evaluasi untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan program secara keseluruhan

3. Model pengembangan Briggs, model ini berorientasi pada rancangan sistem dengan sasaran guru yang bekerja sebagai perancang kegiatan instruksional maupun tim pengembangan yang anggotanya meliputi guru, administrator, ahli bidan studi, ahli evaluasi, ahli media, dan perancangan instruksional. Adapun langkah-langkahnya dirumuskan dalam tiga pertanyaan, yaitu;

a) Mau kemana?meliputi:

- Identifikasi masalah atau tujuan

- Rumusan tujuan dalam perilaku belajar

- Penyusunan materi atau silabus

- Analisis tujuan

b) Dengan apa?meliputi:

- Analisis tujuan

- Jenjang belajar dan strategi instruksional

- Rancangan instruksional (guru)

- Strategi instruskional (tim pengembangan instruksional)

c) Bilamana sampai tujuan? Meliputi:

- Penyusunan tes

- Evaluasi formatif

- Evaluasi sumatif

4. Model Gerlach dan Ely (1971), tujuannya sebagai pedoman perencanaan mengajar dengan menggunakan sepuluh langlkah yang terdapat dalam proses belajar mengajar:

1) Merumuskan tujuan

2) Menentukan isi materi

3) Menentukan kemampuan awal peserta didik

4) Mementukan teknik dan strategi

5) Pengelompokan belajar

6) Menentukan pembagian waktu

7) Menentukan ruang

8) Memilih media instruksional yang sesuai

9) Mengevaluasi hasil belajar

10) Menganaklisis umpan balik untuk penyempurnaan/perbaikan tujuan pengajaran yang mencakup keseluruhan (feed back)

5. Model Bella H. Banathy (1972), model ini ditujukaan bagi para pengembang sistem instruksional yang langkah-langkahnya sebagai berikut:

1) Merumuskan tujuan khusus (TIK), yang menyatakan mengenai kemampuan yang diharapkan dari siswa

2) Mengembangkan tes

3) Menganalisis kegiatan belajar

4) Mendesain sistem instruksional

5) Melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil

6) Mengajukan perbaikan

6. Model IDI (Instructional Development Institute), model ini dikembangkan oleh University Consostium For Instractional, Development and Technology (UCIDT), model ini sama dengan model-model yang lainnya, yaitu menetapkan prinsip-prinsip pendekatan sistem yaitu:

1) Penentuan (define)

2) Pengembangan (development)

3) Evaluasi(evaluate)

7. Model Dick and Carry(1985), model ini mengacu pada pendekatan sistem atau appoarch memandang bahwa pembelajaran adalah suatu proses sistematik yang tiap komponennya penting sekali bagi keberhasilan peserta didik. Model ini menggunakan delapan langkah secara berurutan:

1) Mengidentifikasi tujuan umum

2) Melakukan analisis pembelajaran atau analisis instruksional

3) Merumuskan tujuan performasi

4) Pengembangan butir tes acuan, patokan

5) Mengembangkan strategi pembelajaran

6) Menyeleksi dan mengembangkan bahan pembelajaran

7) Merevisi bahan pembelajaran

8) Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif

8. Model Degeng (1989), dikembangkan dengan berpijak pada variable-variabel yang mempengaruhi pembelajaran yaitu; Kondidi pembelajaran, Metode pembelajaran, dan Hasil pembelajaran. Model degeng menggunakan delapan langkah yaitu:

1) Analisis tujuan

2) Karakteristik bidang studi

3) Analisis karakteristik pelajar

4) Menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran

5) Menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran

6) Menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran

7) Mengadakan pengembangan prosedur, pengukuran hasil pembelajaran

9. Model Bella Benathi (1968), model ini mempunyai enam langkah yaitu:

1) Merumuskan tujuan

2) Mengembangkan tes

3) Menganalisis kegiatan belajar

4) Mendesain sistem instruksional

5) Melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil

6) Mengadakan perbaikan

Ø Tujuan pengembangan model dalam sistem pengajaran

Terdapat tiga alasan atau tujuan pengembangan model pembelajaran yang dilakukan dalam teknologi pendidikan yaitu:

1) Sebagai alat untuk dikomunikasikan pada calon peserta didik dan pihak lainnya.

2) Sebagai rencana yang digunakan dalam pengelolaan pembelajaran

3) Model yang sederhana memudahkan untuk dikomunikasikan kepada peserta didik.

Menurut Drs.Harjanto tujuan pengembangan pengajaran adalah:

1) Untuk mengidentifikasi masalah instruksional

2) Untuk menghasilkan strategi belajar mengajar yang efektif

3) Menghasilkan perencanaan instruksional yang efektif

4) Untuk menghasilkan evaluasi belajar mengajar yang efektif

5) Untuk mengidentifikasi kebutuhan dan karakter peserta didik

6) Untuk mengidentifikasi alat dan media yang cocok

7) Untuk mementukan dan mengidentifikasi materi pengajaran(Harjanto,2003:138)

Source: Teknologi Pendidikan, Mohammad Arif (2010) hlm 30-39

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: