Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhammad Ilham

saya mempunyai mimpi, indonesia memiliki masyarakat yang bermoral

Permasalahan-permasalahan Bangsa (Birokrasi)

OPINI | 18 November 2011 | 03:58 Dibaca: 128   Komentar: 2   0

13214411351012373410

Meneruskan usaha kita untuk memahami permasalahan bangsa ini, dan mencoba mencari solusi. Kata “mencoba” adalah suatu tindakan, walaupun kita belum yakin akan keberhasilan solusi ini. Namun satu hal yang bernilai utama, kita sudah berusaha untuk mencarinya.

Pada artikel sebelumnya kita melihat permasalahan pada sistem partai, dan keragaman budaya yang memiliki kecendrungan untuk disalahgunakan. (fait accompli)

Untuk permasalahan bangsa yang terlihat dengan gamblang adalah budaya korupsi yang tak kunjung usai. Ada apa dengan korupsi ini? padahal budaya malu sangat melekat pada bangsa ini.

Dibandingkan era orde baru, dimana para Koruptor bisa dengan gagahnya berjalan. Saat ini tampaknya masyarakat sudah melihat dengan sinis terhadap pelaku korupsi. Bukankah seharusnya mereka malu? bukankah kita mengenal budaya malu? lalu mengapa masih terjadi korupsi?

# Sistem birokrasi

Di tiap lembaga, departemen atau instansi di negara ini memiliki sistem birokrasi yang tidak memberikan tempat bagi anak bangsa yang berprestasi dan bermoral. Tentu banyak anak bangsa berprestasi yang mendedikasikan untuk bangsa ini. Namun mengapa saya cantumkan kata moral dalam permasalahan ini.

Karena orang-orang berprestasipun akan tenggelam bila mereka tidak memiliki cukup dana untuk “membeli” jabatan mereka. Pada sistem birokrasi, sudah terjadi korupsi dini yang sistemik.

Para calon birokrat sudah melihat kenyataan bahwa, “kita tak akan bisa maju tanpa dukungan dana” maka disinilah berperan istilah “investasi birokrasi”. Sumbernya bisa dari dana keluarga, atau dana teman, atau dana dari sumber lainnya yang diluar kemampuan para calon birokrat.

Disinilah letak dasar korupsi terbentuk. Mereka sudah terlanjur mengeluarkan dana untuk membayar masa depan mereka, bukankah ini akan memaksa mereka untuk membentuk masa depan yang mengharuskan tindakan korupsi?

Bagaimana cara agar para calon birokrat tidak perlu membeli masa depannya dengan materi? hanya cukup dengan prestasi dan motivasi. Kenapa harus ada broker untuk mencapai jabatan yang diingini? mengapa orang berprestasi akan kalah dengan orang-orang yang memiliki cukup dana untuk membeli masa depannya yang akan penuh dengan korupsi? sebuah masa depan yang suram bagi bangsa ini.

Dengan fakta ini, bagaimana kita menemukan solusinya? agar landasan korupsi dini pada semua instasi setidaknya mampu dikurangi?

Protected by Copyscape Duplicate Content Protection Tool

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 13 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 15 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: