Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hasbi

Saya Manusia Bumi

Proses Transformasi Planet Bumi

REP | 20 November 2011 | 23:05 Dibaca: 397   Komentar: 4   1

Bumi (Earth) sedang menjalani proses transformasi dengan tujuan untuk meningkatkan frekuensi dan getarannya. Ini merupakan sebuah proses alami sebuah evolusi. Frekuensi Bumi memancar dalam frekuensi yang rendah dan lambat. Inilah mengapa sebagian dari kita dapat merasakan, dalam beberapa kesempatan, serasa waktu berjalan cepat. Ini merupakan proses untuk mengimbangi lambatnya proses evolusi yang kita jalani.

Segala sesuatunya merupakan energi

Segala sesuatunya merupakan energi. Penyebab dari segala sesuatu yang terjadi juga merupakan energi. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi (higher consciousness) kita akan mengerti bahwa segala sesuatunya merupakan energi, Pikiran, Perasaan, Warna, Musik, Benda, segalanya, dan segala sesuatunya saling terhubung. Kesadaran (consciousness) dapat tampak dalam berbagai bentuk, secara fisik ataupun non fisik, tergantung  dari tingkatan frekuensi. Energi adalah sumber dari segala sesuatunya, dan kita dapat membuat kenyataan dalam hidup kita melalui energi yang kita arahkan. Dalam dunia psikologi, kita biasa mengenalnya dengan nama Law of Attraction (Hukum Ketertarikan).

Dalam kenyataannya kita sering menggunakan kemampuan ini tetapi lebih banyak kita menggunakannya dengan latar belakang pola pikir yang negatif seperti ketakutan dan kebencian. Pikiran dan perasaan seperti ini sebenarnya hanya meningkatkan kekacauan yang terjadi di sekitar diri orang tersebut. Energi ini juga sebenarnya dapat kita rasakan misalnya ketika kita mengatakan “daerah ini membuat bulu kudu saya merinding”, atau ketika di daerah bekas pembantaian atau perang kita merasakan energi yang tidak nyaman dikarenakan energi negatif  yang ada dari orang-orang terdahulu masih tersisa di daerah tersebut seperti ketakutan, kebencian, amarah, kekerasan, dan sebagainya.

Energi juga dapat dirasakan dari musik. Musik yang harmonis memiliki pancaran yang bagus bagi tubuh. Percobaan terhadap tanaman dengan menggunakan aliran musik yang harmonis menunjukkan bahwa buah yang dihasilkannya lebih bernutrisi dan juga lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan yang tidak diberi bantuan musik atau musik yang terlalu “keras”. Energi dari perasaan juga dapat kita rasakan dari rumah yang kita diami. Energi yang didiami oleh orang yang selalu ceria memberikan energi yang baik juga bagi rumah tersebut. Itulah mengapa ada cerita yang mengisahkan orang yang selalu bersyukur menciptakan energi yang damai ataupun terasa nyaman dan adem (^^) sirkulasi udara yang terdapat di dalam rumah tersebut.

Proses Transformasi

Saat ini Bumi sedang mengalami proses transformasi menuju sesuatu yang lebih baik. Namun, dalam perjalanan tersebut ada arang yang melintang yang sebenarnya lebih banyak disebabkan umat manusia itu sendiri.  Proses transformasi ini telah berlangsung bertahap sejak beberapa dekade lalu dan akhir-akhir ini sedang menuju puncaknya. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel saya sebelumnya bahwa hidup ini spiral dimana kita memutar-mutar tetapi semakin kedalam dalam artian kejadian-kejadian yang ada semakin meningkatkan proses pemahaman kita, proses pembentukan karakter kita. Istilah spiral ini tercermin dari kalimat sejarah sebenarnya peristiwa yang berulang.

Contoh proses transformasi ini adalah manakala kita sering mengedepankan ego maka kejadian tidak enak akan terus mengulang terhadap kita, kejadian yang sama akan terus muncul (apakah respon dia terhadap kejadian/peristiwa tersebut bijaksana atau terus mengedepankan egonya saja) dan kalau kita tidak berusaha memperbaikinya maka lama kelamaan ini akan bisa menjadi penyakit atau ada seseorang yang “mengganggu” kita. Kasus menyebarkan paku ke jalanan adalah contohnya dimana lama kelamaan mungkin dia akan menyebabkan seseorang berusaha menghentikan usahanya tersebut dan menangkapnya atau datang teguran Allah yang lebih keras lagi, bisa melalui penyakit, kehilangan sesuatu yang kita sayangi, dll. Kita sebenarnya diberikan waktu memperbaiki diri.

Tuntutan proses transformasi harus kita mulai perbaiki dari diri kita sendiri. Hal pertama yang harus diingat ketika suatu kejadian terjadi adalah apa yang pernah kita perbuat di masa lalu atau energi apa yang kita simpan dari dalam diri kita. Setidaknya ada 3 hal yang bisa dipertimbangkan ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi pada kita, pertama karena perbuatan serupa (tapi tidak sama) yang pernah dilakukan, keteledoran kita, atau cobaan untuk menjadikan kita lebih baik (membentuk karakter tertentu).

Energi ini juga dapat berwujud sebuah penyakit. 90% dari penyakit yang dialami manusia adalah bersumber energi negatif yang disimpan orang tersebut. Itulah mengapa energi dalam bahasa inggris disebut dis-ease yang merujuk kepada perasaan tidak nyaman akan sesuatu. Sebagai contoh stress dapat menyebabkan sakit di bagian punggung atau leher atau kepala, dengki atau sedih menyebabkan sakit di dada dan sebagainya.

Bumi ini sebenarnya makhluk hidup. Sistem peredaran darahnya adalah atmosfir. Pikiran dan perasaan manusia yang memancar dari dalam dirinya mengalir melalui atmosfer ini dan mempengaruhi setiap orang di seluruh bumi. Oleh karena itu, Bumi bukan hanya menderita karena polusi udara tetapi juga polusi pikiran dan perasaan manusia. Pikiran dan perasaan adalah energi, dan energi ini memiliki pengaruh ke alam semesta.  Ini adalah pengetahuan tingkat tinggi yang banyak dibuat lelucon/dianggap aneh di sekitar kita. Tidak ada sesuatu yang mistik, yang ada kondisi kita dan pengetahuan kita membuat kita tidak menjelaskan suatu hal. Segala sesuatu yang terjadi ada penyebabnya, walaupun kebanyakan kita tidak bisa menjelaskan mengapa demikian. Jika kita menghancurkan alam/bumi, kita menghancurkan diri kita sendiri. Seluruh penduduk bumi bertanggung jawab (responsible) akan segala yang terjadi pada Bumi.

Selama kebanyakan umat manusia menciptakan energi kebencian, arogansi, ketakutan, ketamakan, penipuan, dan memuja-muja kekerasan terhadap orang lain maka kita mengumpulkan energi negatif. Selama kita masih membiarkan perambahan hutan berlandaskan ketamakan, membiarkan orang menderita kelaparan, Bumi disaat bersamaan (dengan izin Allah/Tuhan) berusaha “membersihkan” energi yang destruktif dan negatif ini dengan banjir besar, tsunami, gempa gunung berapi, gempa bumi dan badai. Janganlah membenci orangnya tetapi bencilah perbuatan tidak baiknya. Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.

Energi transformasi ini terpancar dari sinar matahari. Itulah mengapa sinar matahari terasa terik sekali bagi sebagian besar orang, dikarenakan energi ini memancar secara perlahan bersamaan sinar photon yang dipancarkan matahari.  Matahari panas bukan hanya karena pemanasan global (penggundulan hutan dan atmosfer), dimana dapat terlihat bahwa suhu bumi justru turun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Cinta adalah solusinya, Cinta adalah kuncinya

Seseorang yang optimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan

Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian

Proses transformasi ini janganlah dilihat sebagai sebuah bencana melainkan sebuah kesempatan kita untuk memperbaiki diri. Memperbaiki diri ini hendaknya jangan diartikan hanya sebagai ibadah-ibadah keagamaan saja tetapi juga tercermin dari sikap kita terhadap sesama.   Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta, Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama. Lembah itu ibarat tempat yang tinggi yang bisa dilihat manusia dengan kata lain sebelum mencapai puncaknya cinta kita kita melalui lembahnya terlebih dahulu, tetapi jangan dipisahkan satu sama lain karena usaha untuk menaiki lembah juga usaha untuk mencapai puncak. Keduanya saling terhubung. Proses pengaktifan cinta ini akan membuat terbuka segala hijab kita dan kita akan melihat keindahan atau keajaiban yang sesungguhnya (yang tidak akan pernah bisa didapatkan melalui membelinya dengan uang).

Cinta yang saya maksud adalah bukan cinta yang bersumber dari ego, berkeinginan untuk memiliki, berlandaskan hawa nafsu tetapi cinta yang murni dan tulus, sebuah kekuatan cahaya spiritual. Hal ini akan mengubah struktur molekul dalam diri kita (salah satunya DNA) dan menjadikannya lebih baik. Kekuatan cinta ini merupakan karunia dan anugrah terhadap umat manusia, terpancar dari cakra hati yang terletak di tengah dada manusia, tempat bersemayamnya jiwa. Kekuatan ini merupakan energi terbesar dan dapat diarahkan untuk mengarahkan kehidupan manusia itu sendiri. Mulailah dari usaha mencintai diri sendiri, misalnya dengan memperbaiki tutur kata kita, tulisan-tulisan kita, apa yang kita pikirkan dan juga rasakan, apa yang kita makan juga termasuk refleksi cinta terhadap diri sendiri, jangan makan berlebih dan perhatikan pola gizi adalah salah satunya. Cinta terhadap orang lain tidak akan terjangkau manakala kita tidak memahami arti cinta terhadap diri kita sendiri.

Tentu saja manakala kita memiliki kelebihan rejeki sudahlah saatnya untuk memperhatikan yang membutuhkan. Cinta dan kasih sayang yang tulus adalah solusi semua masalah. Einstein pernah berkata bahwa suatu permasalahan tidak akan bisa diselesaikan dengan tingkat kesadaran (level of consciousness) yang sama seperti halnya pembuatan masalah tersebut. Cinta dan kasih sayang adalah energi yang sinar pancarannya terkuat. Cinta adalah kunci agar proses transformasi berlangsung mulus. Inilah saatnya mengaktifkan cinta yang tulus dalam diri kita. Ini saatnya memperbaiki diri kita. Apakah kita akan menggunakan kunci ini atau hanya akan membuangnya? The decision is yours (pilihannya terserah kita).

Semoga kita semua selalu berada dalam kebahagiaan dan keselamatan serta berkah dan rahmat Allah swt (Tuhan) selalu beserta kita semua ^_^

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 7 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Annisa Nurul Koesma... | 8 jam lalu

Ada Oknum “Nakal” di BPN Jakarta …

Syaifudin | 8 jam lalu

Wow, Cantiknya Puteri Bu Susi …

Den Hard | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: