Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Irda Handayani

Blogger | Writer | Graphic Designer | Founder of Rumah Blog Indonesia | www.rumahblogindonesia.web.id I selengkapnya

Refresh Tentang Filosofi Pohon Kelapa

OPINI | 24 November 2011 | 14:57 Dibaca: 1471   Komentar: 6   1

Sedari dulu, kita sudah mengenal tentang filosofi pohon kelapa. Pohon yang semua bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari ujung daun sampai ujung akar. Mari kita refleksi dan refresh kembali apa saja filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ketika pohon kelapa telah berdiri tegak dan dewasa, kerimbunannya mampu mengurangi teriknya sinar matahari bahkan memberikan semilir angin rayuan pulau kelapa yang sangat sejuk dinikmati. Ketika seorang anak manusia telah beranjak dewasa, sudah seharusnyalah dia memberikan rasa nyaman akan kedewasaannya itu. Dapat menjadi tempat tumpuan dan selalu berusaha untuk memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.

Ketika dua buah pohon kelapa tumbuh saling berdekatan, maka orang-orang akan memasang sebuah ayunan yang terbuat dari rangkaian tali temali dan mengikatkan kedua ujungnya di batang dua pohon kelapa itu. Ayunan yang sejenak menyatukan kedua pohon ternyata dapat membuat orang yang menaikinya menjadi senang dan rileks, menikmati sejuknya dan nyamannya di ayun-ayun hingga tertidur.  Begitu juga dengan dua orang anak manusia yang saling berdekatan dan dipersatukan dalam tali pernikahan, ikatan yang kokoh dapat membawa kebahagiaan, baik untuk pasangan pasutri itu maupun bagi orang lain di sekitar mereka. Kehidupan berumah tangga yang bahagia dapat ditularkan kepada siapa saja yang juga ingin bahagia, karena hakekat kita hidup adalah untuk bahagia, dan selalu mencoba untuk membahagiakan diri dan orang-orang yang kita sayangi.

Daun yang rindang dapat digunakan sebagai kerajinan atau bahan dasar pembuatan ketupat. Tulang daunnya atau yang biasa disebut dengan lidi juga dapat dimanfaatkan sebagai sapu dan kerajinan lainnya, seperti mainan anak-anak. Daunnya yang masih muda dapat dimanfaatkan sebagai janur untuk upacara pernikahan. Bahkan, daunnya yang sudah kering kerontang pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak di dapur.

Buahnya yang masih muda dapat digunakan sebagai obat atau pun minuman yang sangat segar. Daging buah yang masih muda pun bisa di makan, orang-orang biasa menyebutnya sebagai degan. Sementara buah yang setengah tua atau yang sudah tua dapat diolah menjadi bahan masakan. Daging buahnya yang sudah tua menghasilkan banyak santan yang digunakan sebagai bahan berbagai masakan, sebagai bahan dasar pembuatan nata de coco, sebagai bahan kosmetik, dan lain sebagainya.

Kulit buahnya (batok) dapat digunakan untuk berbagai macam aneka kerajinan dan peralatan rumah tangga, bahkan di pergunakan sebagai bahan aksesoris yang sangat menawan, elegan dan mempunyai daya jual yang sangat tinggi.

Batangnya yang kokoh dan besar dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti jembatan, rumah, dan berbagai kerajinan. Akarnya tak kalah populer juga, dapat di gunakan sebagai bahan pengganti  tanah untuk menanam berbagai tanaman lainnya, sebagai bahan pembuatan sapu, kerajinan unik, dan lain-lain.

Dan sepertinya masih banyak kegunaan dan manfaat dari pohon kelapa yang belum saya sebutkan satu persatu. Filosofi hidup ala pohon kelapa benar-benar mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu harus berguna untuk siapa saja. Bahwa, apapun yang kita miliki di dunia ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Bahwa, apapun kondisi tubuh kita, baik lengkap maupun tidak lengkap, baik sempurna maupun tidak sempurna, baik sedang dalam kondisi sehat maupun sakit, semuanya harus bermanfaat.

Jangan pernah memandang rendah diri kita sendiri yang memiliki tubuh tidak lengkap atau tidak sempurna, syukurin apa yang ada, Allah selalu memberikan kelebihan di balik kekurangan. Kita sering melihat atau membaca artikel kesuksesan orang-orang yang justru memiliki kekurangan pada fisiknya. Mereka memiliki segudang semangat dan tekad hidup untuk maju dan memperbaiki kehidupan mereka. Mereka bangga dengan keterbatasan mereka yang membawa keberkahan tersendiri, mereka yakin bahwa mereka adalah pribadi yang unik dan istimewa, indah bukan?

Mental sekokoh baja dan kemampuan untuk memanfaatkan atau mendayagunakan semua fasilitas yang diberikan Allah dengan sebaik-baiknya. Mereka merefleksikan filosofi pohon kelapa dalam kehidupannya, mereka merengkuh nikmat dari setiap inci tubuh hadiah Allah SWT itu. Subhanallah… sungguh sebuah perjuangan yang teramat berat bagi mereka, namun mereka telah sukses membuktikan kemampuan mereka itu kepada dunia. Seperti sebuah kiasan bahwa “matahari selalu memberikan sinarnya secara adil kepada siapa saja yang mau berusaha keluar dari naungannya”.

Lain lagi dengan orang-orang yang mengalami sakit luar biasa. Mereka juga termasuk golongan pejuang dalam hidup. Semangat untuk sembuh, tekad untuk meraih mimpi hidup sehat, dan kemauan untuk memperbaiki dirinya. Banyak penulis sukses yang berasal dari penyakit yang dideritanya, mereka menghasilkan berbagai buku hanya dari tempat tidur yang berada di ruang isolasi rumah sakit. Bayangkan, sehebat apa semangat yang dia punya untuk berbagi dan mendatangkan manfaat bagi dirinya dan orang lain. Mereka masih memiliki spirit kehidupan meskipun mungkin dokter telah memberikan prediksi tentang umur mereka.

Kurang apa lagi rahmat dari Allah SWT bila kita sendiri tidak mengolah hidup kita dengan sedemikian rupa? Syukuri dan selalu syukuri nikmat yang ada. Sifat tidak pernah puas yang selalu lengket di tubuh kita dapat di netralisir dengan cara bersyukur ini.  Selalu perhatikan dan pelajari berbagai filosofi alam yang dapat kita temui di manapun berada. Bagaimana cara  mereka merengkuh nikmat tanpa harus lari dari kenyataan atau terpuruk di dalam kubangan penyesalan.

Masih banyak filosofi alam yang dapat kita gali, kita refleksikan dalam kehidupan, kita korelasikan dengan situasi dan kondisi hidup. Semuanya adalah berkah :)  Filosofi pohon kelapa adalah salah satunya, terdapat manfaat yang sangat besar bagi orang-orang yang mau berpikir dan mengamalkan dalam kehidupannya. Semoga kita semua memiliki filosofi masing-masing untuk mengingatkan kembali tentang indahnya hidup bila saling berbagi kebahagiaan.

241111

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 12 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 14 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Memahami Sektor E-Commerce di Indonesia …

Tommy Soependi | 7 jam lalu

Tayangan Televisi Program Dangdut Terbaru …

Jeremi Somin | 7 jam lalu

Gede-Pangrango, Kami Jatuh Cinta :) …

Maria Anindita Nare... | 7 jam lalu

“Besok, Solar Masih Disubsidi, Premium …

Suhindro Wibisono | 7 jam lalu

Maafin Rina Ya Ma… …

Michelle Mesakh | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: