Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Suryono Brandoi Siringo-ringo

Aku bukan seorang optimis yg naif yg mnghrapkan harapan-harapanku yg dkecewakan akan dpnuhi dan dpuaskan selengkapnya

Selamat Hari Guru,,,,,,,,,

OPINI | 24 November 2011 | 02:46 Dibaca: 143   Komentar: 8   0

Dalam rangka Memperingati Hari Guru 25 November Dalam Momentum tersebut . Pada saat-saat seperti ini perhatian sebagian besar bangsa ini akan tercurah pada eksistensi guru; walaupun juga ada satu-dua yang mencibir terhadap profesi yang satu ini. Adanya pandangan yang sebelah mata terhadap guru dikarenakan adanya guru yang berkarya jauh dari profesionalisme yang sejatinya melekat di dalam pengabdian sebagai guru. Ada sebagian guru yang dalam melaksanakan tugasnya hanya mampu bekerja sebagai “kuli” pendidikan, yang datang ke kelas, berbicara sebenanya, dan semua itu dilakukan tanpa perencanaan sebagaimana yang diamanatkan dalam sebuah profesi. Tapi Guru yang mempunyai visi dan kemampuan mendidik yang luar biasa akan mampu menunjukkan jati diri bangsa. Dengan kualifikasi yang handal itu akan memberikan efek positif¬† atas setiap pembelajaran yang dilaksanakan. Guru yang sedemikian itu adalah guru sebagai “penjaga” zaman, guru yang dapat memberikan nilai lebih atas tegak-berdirinya harga diri suatu bangsa.

Dengan memahami tugas dan peran yang melekat pada guru, maka sejatinya dapat dipahami bahwa guru merupakan pilar untuk menegakkan masa depan. Bagaimana bentuk masa depan bangsa, akan bergantung sepenuhnya dari out-put dan out-come dari dunia pendidikan yang di dalamnya merupakan pengaruh langsung dari tangan-tangan para guru. Untuk itu, diperlukan kualitas dan kualifikasi guru yang terus ditingkatkan berbanding lurus dengan kemajuan keadaban bangsa-bangsa di dunia. Secara kualitas, para guru perlu lebih dibekali ataupun membekali diri dengan suatu “perangkat” rasional yang dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pada dunia pendidikan dan lingkungan di luarnya. Guru tidak boleh hanya berpuas diri dari hasil pembelajarannya semasa di bangku kuliah. Apalagi kalau hanya menghandalkan memorisasinya atas apa yang telah dilakukan oleh guru-gurunya terhadap dirinya. Jangan hanya mengatakan, kalau materinya seperti ini, maka pembelajarannya seperti ini, dan hal itulah yang dulu dilakukan guru-guru kami terhadap kami. Jika yang terakhir dilakukan sungguh hal itu merupakan sesuatu yang sangat tertinggal jauh.

Kreasi dan inovasi menjadi suatu keniscayaan bagi para guru tatkala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dasawarsa terakhir melejit sangat signifikan. Hal ini menjadi mutlak menjadi perhatian para guru, dan lingkup dunia pendidikan pada umumnya, jika dilakukan upaya mengkokohkan guru sebagai pilar masa depan bangsa. Bangsa ini akan mampu bangkit dan menyamai kedudukan yang sama dengan bangsa lain, jika dan hanya jika, para gurunya dapat diandalkan untuk menjadi pilar masa depan bangsa.

Sebagai pilar masa depan, sudah seharusnya para guru terus meningkatkan kualitas dirinya dalam menyikapi perkembangan dunia (pendidikan). Tanpa penyikapan yang akseleratif, maka guru tidak ubahnya “kuli” pendidikan yang bekerja hanya secara mekanis tanpa inovasi dan tanpa memberi makna dalam membangun dan membesarkan anak bangsa. Pengabdian tanpa henti merupakan kata kunci yang harus dicanangkan. Semua itu merupakan dedikasi para guru. Guru Indonesia yang mengabdikan diri untuk negeri. Selamat Hari Guru!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 9 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 9 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 10 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sopir “Pinoy” Philippines Makin …

Sayeed Kalba Kaif | 8 jam lalu

Aksi dan Reaksi dari Larangan Becak hingga …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Resolusi Sering Gagal? Begini Caranya …

Gwendolynbetsy@gmai... | 8 jam lalu

Perjuangan Mahasiswa Indonesia di Belanda …

Untung Wahyudi | 8 jam lalu

Presiden Jokowi, Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: