Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mengenali Tanda-tanda Alam Sebelum Terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami

REP | 30 November 2011 | 09:42 Dibaca: 18089   Komentar: 0   0

Hai kawan-kawan.

Pasti tidak ada seorangpun dari kawan-kawan yang mengharapkan terjadinya bencana Gempa Bumi dan Tsunami.

Bukankah sangat menyedihkan jika kita harus menghadapi sebuah bencana?.

Karenanya, telah banyak upaya untuk bisa mengantisipasi terjadinya suatu bencana.

Ada yang dengan cara meramalnya melalui perbintangan, dengan cara melihat tanda-tanda alam, atau dengan melihat perubahan perilaku hewan-hewan, bahkan dengan menggunakan teknologi canggih seperti yang dilakukan oleh alat deteksi Tsunami.

13226424901362767966

(Alat Deteksi Tsunami, sumber: republika.co.id)

Kesemuanya, dilakukan demi memperoleh keselamatan dari terjadinya sebuah bencana.

Kawan-kawan, antisipasi terhadap sebuah bencana adalah sangat diperlukan, karena akibat dari suatu bencana bisa bermacam-macam, dari kerugian yang kecil hingga terjadinya kerusakan yang sangat besar dan memakan banyak korban jiwa.

13226426761049756305

(kehancuran akibat Tsunami, sumber: nationalgeographic.com)

Dan petunjuk yang masih cukup banyak digunakan untuk meramalkan terjadinya bencana, adalah dengan cara mengamati tanda-tanda alam.

Kawan-kawan tentunya tahu bahwa kita di Indonesia ada diatas area Cincin Api Pasifik, dimana rawan akan terjadinya gempa bumi dan letusan gunung berapi.

13226427981438455755

(area cincin api, sumber: worldatlas.com)

Dan pastinya kawan-kawan juga pernah mengetahui tentang adanya himbauan untuk melihat tanda-tanda alam yang menunjukkan akan datangnya Tsunami, seperti surutnya air laut secara tiba-tiba setelah terjadinya gempa, menggeleparnya ikan-ikan di tepi pantai dan tanda-tanda alam yang lainnya.

13226429451832435074

(air laut yang surut tiba-tiba, sumber: flickr.com)


Sebelum ditemukannya alat sensor pendeteksi gempa, selama berabad-abad para ahli telah memanfaatkan hewan sebagai alat untuk mendeteksi bencana alam.

Hewan diyakini memiliki indra yang tajam, yang dapat dengan cepat mengetahui akan datangnya sebuah bencana, seperti gempa bumi dan Tsunami. Hewan juga diyakini lebih peka dalam menangkap getaran atau perubahan tekanan udara yang ada disekitar mereka, dibandingkan kemampuan yang dimiliki oleh manusia.


13226432561648716563

(kepekaan kelelawar, sumber: bbc.uk)

Kemampuan sensorik pada hewan inilah yang dipelajari oleh Diana Reiss, Ph.D., Direktur dari Penelitian Mamalia Laut di Wildlife Conservation Society, New York City. Dimana kemampuan dari para hewan ini dipelajari agar dapat digunakan oleh manusia untuk lebih cepat dalam mengantisipasi kejadian bencana.

Kawan-kawan, penggunaan kemampuan hewan untuk mengantisipasi terjadinya suatu bencana, bukanlah sebatas isapan jempol belaka, mengingat telah terjadi cukup banyak fakta yang menunjukkan bahwa hewan bisa mengetahui akan datangnya suatu bencana jauh sebelum bencana tersebut terjadi.

Sejak tahun 1950, para peneliti di Republik Rakyat Cina, telah meneliti bahwa ular dapat mendeteksi akan terjadinya gempa bumi. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya ular dari liang persembunyiannya dimusim dingin karena merasakan akan datangnya gempa bumi, padahal ular tersebut seharusnya sedang tidur panjang (hibernasi) di musim dingin tersebut.


13226434651127207870

(kepekaan ular, sumber: wsbrc.org.uk)

Atau adanya kejadian sekelompok gajah yang berlarian menuju ke bukit-bukit tinggi sekitar satu jam sebelum terjadinya Tsunami di Sri Lanka dan Thailand pada tahun 2004. Gajah-gajah tersebut selamat dari Tsunami, sementara desa tersebut beserta penghuninya kemudian hancur luluh lantak diterjang oleh Tsunami.


13226436031253194795

(kepekaan gajah akan bencana, sumber: eyesonafrica.net)

Kawan-kawan sekalian, para peneliti berkesimpulan bahwa hewan-hewan tersebut bisa mendeteksi akan terjadinya Tsunami karena mereka memiliki kemampuan pendengaran yang sangat peka.

Hewan-hewan tersebut memiliki kemampuan pendengaran Infrasonik, yang mampu mendengar gelombang suara pada frekwensi yang lebih rendah dari yang bisa didengar oleh manusia.


13226437431250945210

(gelombang Infrasonik, sumber: geeknizer.com)

Selain ular dan gajah pada contoh diatas, ternyata burung, monyet, anjing dan banyak hewan lain juga ternyata tampak bertingkah “aneh” menjelang terjadinya gempa bumi dan Tsunami.


1322643899512077707

(hewan-hewan, sumber: pulpmagz.com)


Kelelawar yang biasanya tidur disiang hari, tampak menjadi sangat aktif berterbangan selama setengah jam menjelang Tsunami terjadi.

Anjing yang biasanya tampak riang, menjadi sangat pendiam menjelang terjadinya Tsunami. Demikian juga dengan monyet yang selalu tampak gelisah menjelang terjadinya gempa bumi dan Tsunami.

Hebat juga ya hewan-hewan tersebut!.

Jika sebelumnya aku banyak mengetengahkan contoh tanda-tanda alam sebelum bencana alam dari luar negeri, maka pada kesempatan ini, aku juga ingin mengetengahkan beberapa tanda-tanda alam yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia di daerah-daerah, yang mana jika tanda-tanda alam ini terlihat, maka dipercaya akan segera datang bencana alam, seperti Gempa Bumi atau Tsunami.

Tanda-tanda alam tersebut adalah sebagai berikut ini:

Pertama.

Adanya sekelompok burung laut dalam jumlah besar yang terbang rendah menjauhi lautan menuju ketengah daratan. Penduduk di sekitar pantai di Indonesia, mempercayai bahwa pertanda tersebut menunjukkan akan terjadinya gelombang laut besar yang akan menerjang pantai, seperti akan terjadinya Tsunami. Dan naluri para burung tersebut, menyuruh agar para burung menghindari laut yang akan “bergejolak” dan dapat membahayakan diri mereka.

13226440791905139406

(burung laut, sumber: alltesea.com)

Kedua.

Pada banyak masyarakat di pedalaman Sumatera, diyakini bahwa akan terjadi sebuah bencana besar jika tampak adanya banyak kera yang memilih untuk berjalan di darat dan menjauhi pepohonan. Kera-kera itu juga biasanya tampak lebih agresif dan sangat gelisah.


13226442131385430076

(kera yang galau, sumber: pappy.com)

Bukankah habitat kera adalah di pohon?, dan jarang sekali kera mau turun dari pohon, mengingat pohon adalah tempat perlindungan yang terbaik.

Perilaku kera tersebut diyakini merupakan naluri dari hewan tersebut agar bisa segera lari secepat dan sejauh mungkin, yang hanya bisa dilakukan jika ia turun dari pohon.

Ketiga.

Bagi sebagian masyarakat di kampung-kampung, jika terjadi kejadian dimana ayam peliharaan mereka lama tidak mau bertelur, dan ayam-ayam tersebut tampak gelisah dan selalu gaduh berkotek-kotek tanpa sebab yang jelas, maka ditengarai akan terjadi sebuah bencana alam yang besar.

13226443601891522876

(ayam yang galau, sumber: cosmomagazine.com)

Keempat.

Adanya sambaran petir yang kencang, dan terjadi disiang hari yang cerah, dipercayai oleh sebagian masyarakat merupakan sebuah pertanda akan timbulnya badai.


13226445031771021200

(petir, sumber: alaska-inpicture.com)

Kelima.

Adanya hewan-hewan laut yang biasanya hanya bisa di temui di laut lepas atau laut dalam, lalu kemudian hewan-hewan laut tersebut tampak mendekati pantai, maka dipercayai oleh masyarakat sebagai pertanda bahwa akan segera terjadi bencana gempa dan atau Tsunami.

13226446051095426641

(lumba-lumba, sumber: saildolphincruises.com)

Keenam.

Adanya hewan-hewan merayap, seperti semut atau rayap yang meninggalkan koloninya (tempat tinggalnya) bersama-sama menuju tempat lain, biasa disikapi oleh masyarakat di pedalaman sebagai tanda akan terjadinya sebuah bencana.

13226447531988393307

(semut, sumber: superstock.co.uk)

Dari banyak contoh diatas, kita bisa melihat bahwa ternyata hewan-hewan tersebut dikaruniai oleh Tuhan dengan indera yang sangat peka, sehingga mereka bisa bertahan hidup dengan cara tetap waspada akan segala sesuatu yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya.

Lalu bagaimana dengan manusia?.

Mengingat bahwa masih banyak daerah-daerah pantai di Indonesia yang belum dilengkapi dengan alat sensor peringatan dini Tsunami, maka akan sangat baik jika kita belajar dari kearifan lokal tentang tanda-tanda alam, yang sudah dianut oleh masyarakat di pesisir pantai secara turun temurun.

1322644906521038279

(pemukiman pantai, sumber: realadventure.com)

Karenanya, selain melihat perubahan perilaku hewan, kita juga bisa mengantisipasi terjadinya bencana dengan melihat atau mendengar tanda-tanda alam disekitar kita.

Harus diakui bahwa Gempa Bumi belumlah dapat diramalkan kapan akan terjadi. Akan tetapi, kita bisa mengamati tanda-tanda akan terjadinya Tsunami yang sering menyertai Gempa Bumi, sehingga kita tidak sampai menjadi korban dari bencana Tsunami tersebut.

13226450471481945942

(Tsunami menuju pantai, sumber: tsun.sscc.ru)

Kawan-kawan, sebelum kita mempelajari tanda-tanda akan terjadinya Tsunami, kita akan coba mencari tahu tentang apakah Tsunami itu.

Tsunami ternyata adalah gelombang laut yang disebabkan adanya gempa bumi yang umumnya terjadi di dasar laut, sehingga menggerakan air laut menuju pantai. Dan gelombang Tsunami biasanya terjadi sekitar lima menit hingga satu jam setelah terjadinya gempa bumi.

1322645299488735570

(proses terjadinya Tsunami, sumber: physorg.com)

Nah…, berikut ini adalah tanda-tanda dari datangnya Tsunami yang perlu kawan-kawan ketahui, sehingga jika sewaktu-waktu kita sedang berekreasi dipantai, kita bisa menghindari dari bencana Tsunami tersebut.

1. Tsunami biasanya diawali dengan terjadinya gempa bumi. Karenanya, jika kawan-kawan sedang bermain di pantai lalu merasakan terjadinya gempa, segeralah menjauhi pantai, dan mencari daerah yang tinggi untuk terhindar dari Tsunami.


1322645485616463057

(Gempa Bumi, sumber: sanandreasfault.org)

2. Jika mendengar suara gemuruh yang sangat keras di tepi pantai yang biasanya tenang, maka segeralah menjauh dari pantai, bukan tidak mungkin suara itu adalah berasal dari gelombang Tsunami yang sedang menuju pantai, hanya saja mungkin kita tidak bisa merasakan getaran gempa yang sudah terjadi sebelumnya.


1322645581814698816

(Ombak Besar Tsunami, sumber: folk.uio.no)

3. Jika kawan-kawan sudah merasakan adanya getaran gempa, lalu melihat bahwa air laut menjadi surut dengan cepat hingga tampak banyak ikan yang menggelepar, maka jangan tergoda untuk mengumpulkan ikan-ikan tersebut, malah seharusnya kawan-kawan segera berlari menjauhi pantai menuju ketempat yang lebih tinggi, karena surutnya air laut adalah sebuah pertanda bahwa air laut yang surut tersebut akan segera kembali datang untuk menerjang pantai dengan kekuatan yang sangat dahsyat.


132264579366705810

(Air Laut Surut, sumber: kaskus.us)

Ngeri juga ya…

Tetapi itu adalah resiko bagi kita yang tinggal di wilayah Cincin Api Pasifik yang rawan dengan Gempa Bumi dan Tsunami.

Tetapi jangan menjadi terlalu takut ya.

Nikmati saja keindahan alam Indonesia dengan pantai-pantainya yang indah.


1322645938651770652

(Keindahan Pantai Indonesia, sumber: poster.net)

Tetapi ingat, selalu waspada, yaitu dengan tetap memperhatikan tanda-tanda alam yang ada.

Semoga bermanfaat ya…

Rifka Novia

Tags: cincinapi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | | 25 October 2014 | 06:48

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 12 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sejarah Munculnya Lagu Bunuh Diri Dari …

Raditya Rizky | 8 jam lalu

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 9 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Bosan Dengan Kegiatan Pramuka di Sekolah? …

Ahmad Imam Satriya | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: