Artikel

Edukasi

Bread4friends Sharing

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lintong - penulis buku best seller motivasi bread for friends menyajikan nilai-nilai kehidupan positif yang diangkat dari fenomena sehari-hari.

Bersama Beckham - Buah Sebuah Keberanian


OPINI | 01 December 2011 | 14:57 Dibaca: 335   Komentar: 1   Nihil

Buah sebuah keberanian

By : Lintong Simaremare

Anda menonton pertandingan exhibisi sepak bola Timnas (Indonesia Selection) melawan team Beckham (LA Galaxy) tadi malam - 30 nov 2011 di GBK yang disiarkan langsung oleh SCTV?

Saya tidak terlalu pintar mengomentari strategi apa yang dipakai pak Rahmad Darmawan sebagai pelatih atau dimana keberadaan Tibo dan Boas sehingga tidak ikut bermain tadi malam atau mengapa kiper cadangan yang dipakai di babak pertama sehingga pertandingan berakhir 1-0 untuk LA Galaxy.

Hal menarik bagi saya sebagai seorang penulis dan pemerhati manusia adalah sebuah adegan menarik yang terjadi setelah pertandingan, tepatnya pada saat reporter SCTV mewawancarai Beckham dan dilanjutkan dengan wawancara dengan Bambang Pamungkas. Apa yang menarik disana adalah proses pertukaran kostum Beckham dengan Andik Firmansyah - pemain muda Timnas kita.

“Memang apanya yang menarik?” Itu mungkin pertanyaan yang muncul dari seorang pemerhati bola, namun menjadi pertanyaan serius bagi orang seperti saya sebagai pemerhati di luar jalur olah raga.

Begini,…

Pada saat pertandingan usai, menurut saya tidak hanya Andik yang menginginkan pergantian kostum dengan Beckham. Jangankan pemain, penonton yang mengetahui siapa itu Bechkam akan mau mengupayakan sesuatu yang sulit demi mendapatkan kaos yang dipakai Beckham. Setidaknya begitulah yang terjadi dalam banyak kejadian yang melukiskan pentingnya seorang idola.

Namun apa yang terjadi? sampai pertengahan wawancara SCTV dengan Beckham, tidak ada satu pemainpun yang mendekati Beckham, entah karena alasan apa meskipun sudah terjadi pertukaran kostum antara pemain lain. Jika diijinkan, saya menduga, bahwa banyak orang di lapangan yang menginginkan kaos Beckham namun ragu apakah Beckham akan bersedia membuka kostum kaosnya atau barangkali menjaga sikap tetap tenang seolah tidak membutuhkan pergantian kaos dengan bintang lapangan yang terkenal hebat dan ganteng itu.

Tiba-tiba dengan polosnya datanglah pemuda berusia muda yang belum genap 20 tahun, Andik Firmansyah namanya. Entah dengan menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia lalu Andik mendapat isyarat persetujuan Beckham sehingga Beckham menghentikan wawancara sementara untuk membuka kaos dan menyerahkannya pada Andik dan menerima kaos Andik dan merek saling memeluk cipika cipiki.

Sebuah adegan yang luar biasa, bahkan membuat mereka lupa bahwa mereka sedang berada di depan kamera. Hahahaha.. Saya senang sekali menyaksikannya.

Bagi Andik, kaos itu adalah hal yang ‘sesuatu banget’, bahkan mungkin akan sulit bagi anda memintanya kepada Andy meskipun menukarnya dengan sebuah motor seharga 50juta.

Dalam wawancara pagi tadi di TvOne, Andik selalu mengatakan agar kaos itu jangan diminta setiap reporter mengatakan agar Andik menunjukkan ke pemirsa.

Dari kejadian ini, makna apa yang dapat kita tangkap sebagai manusia biasa yang punya keinginan?

Dalam keseharian kita, sebenarnya banyak hal yang disajikan sebagai kesempatan yang dapat kita pilih dan lakukan sebagai sarana mewujudkan mimpi-mimpi kita. Namun entah mengapa, sering rasa enggan, ke-kurang beranian menghantui dan mematahkan semangat kita untuk mencoba. Andik berhasil mengalahkan dirinya untuk mencoba meminta ke Beckham sebuah kaos yang sangat diinginkannya bahkan diinginkan ribuan orang pecinta sepakbola. Mungkin Andik ragu apakah Beckham akan mau atau tidak, namun yang pasti Andik telah mencoba dan Andik menemukan jawaban atas keraguannya.

Pelajaran berikutnya adalah bahwa kita tidak akan pernah mengetahui sesuatu hal itu dengan pasti jika kita tidak mencobanya. Andik memastikan sesuatu terjadi setelah dia mencobanya.

Kemudian, pernah tidak terpikirkan oleh kita bahwa sesuatu yang luar biasa menurut kita, bisa jadi adalah hal yang sangat kecil dan mudah saja dilakukan orang lain bagi kita jika kita meminta. Bagi Andik, kaos itu adalah hal yang luar biasa, tidak demikian bagi Beckham, kaos itu adalh hal yang biasa yang dapat dilakukannya tatkala orang lain meminta. Lebih jauh tentang hal ini sama dengan kehidupan kita menghadapi sang pencipta dimana ukuran sesuatu yang sangat besar bagi kehidupan kita sebenarnya adalah hal yang kecil bagiNYA, hanya saja kita tidak meminta.

Bagi anda yang memperhatikan adegan itu secara detail, mungkin masih banyak makna yang anda tangkap selain keluguan Andik dan kepolosan wajahnya menerima dan memeluk Beckham. Namun saya yakin bahwa anda juga melihat bahwa adegan itu adalah adegan yang luar biasa.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Salam,

*Lintong | inspirator | penulis buku best seller Bread for Friends

FB : Bread for Friends

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: