Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Afriandi Prasetya

suami dari seorang istri yang menakjubkan, dan ayah dari seorang anak yang tampan dan dua selengkapnya

Manfaat Dakwah dan Akibat Meninggalkannya

OPINI | 04 December 2011 | 04:36 Dibaca: 1131   Komentar: 0   0

Setelah mengetahui keutamaan-keutamaan mempelajari ilmu tentang Allah, Rasulullah dan Islam seorang muslim dituntut untuk mengamalkannya yang dengan itu ia mendapat banyak manfaat bagi dirinya pribadi. Namun hal ini belum cukup untuk menghindarkannya dari kerugian sebagaimana disebut di dalam Surat Al-Ashr, kecuali ia melakukan bentuk nasihat menasihati tentang kebenaran yang telah diyakini dan diamalkannya. Inilah dakwah, menyeru manusia kepada Islam baik dengan ucapan maupun perbuatan. Tuntutan dakwah ini bersifat fardu kifayah, sebagaimana diperintahkan oleh Allah agar ada sebagian di antara kaum muslim yang menyeru manusia kepada kebaikan, menyuruh perbuatan ma’ruf dan melarang perbuatan mungkar, supaya mereka mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan (QS 3:104). Dengan dakwah pula diserukan agar kaum muslim bersatu dan menggalang kekuatan di atas dasar  pemahaman yang sama mengenai Alquran dan Assunnah (QS 9:71).

Apabila ada orang salih yang enggan berdakwah bahkan meninggalkannya maka ia telah mengundang datangnya laknat Allah sebagaimana orang-orang kafir dari Bani Israil yang dilaknat oleh Allah melalui lisan Daud -alaihisalam- dan lisan Isa bin Maryam -alaihimasalam- (QS 5:78-79). Bahkan amalan yang buruk itu (meninggalkan dakwah) dapat menyebabkan kebinasaan dan kehancuran bagi mereka (QS 11:117). Lebih jauh lagi siksa dan azab yang ditimpakan kepada orang-orang yang berdosa dapat pula menimpa kepada orang-orang salih yang meninggalkan dakwah (QS 8:25), sehingga pada saat itu tidak bermanfaat lagi doa-doa yang dipanjatkan untuk menyelamatkan diri mereka.

http://www.ziddu.com/download/17551546/Makalah03_PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17664203/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_05.mp3.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Taklukkan Ciputat Maka Kau Taklukkan …

Dzulfikar | | 26 November 2014 | 23:31

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Oleh-oleh dari Pak Jonan di Kompasianival …

Sang Nanang | | 27 November 2014 | 08:46

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 3 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 5 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Penataan Lembaga Kementerian Kabinet Kerja …

Habsul Nurhadi | 8 jam lalu

Ruang Kelas …

Jhon Torr Lambene | 8 jam lalu

Presiden Jokowi Akan Menghapus Otonomi …

Sarjito Ir | 8 jam lalu

Kejar Tayang Juga: PNS Rapat di Hotel sampai …

Natalia Karyawati | 8 jam lalu

Sate Kambing Muda Cak Jumadi, Enak, Empuk, …

Imam Hariyanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: