Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wanti Simanjuntak

Nama Wanti Simanjuntak, M.Pd. Saya bertugas di PPPPTK Medan(Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga selengkapnya

Hakikat Kompetensi Guru

OPINI | 07 December 2011 | 01:53 Dibaca: 2274   Komentar: 1   1

Pengertian Kompetensi

Dalam sistem pendidikan nasional kita, eksistensi guru sangat penting, guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,  guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini di jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Pasal 1 ayat 1). Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (Pasal 1 ayat 2).

Sebagai seorang pendidik profesional, maka seorang guru dituntut untuk memiliki kualifikasi pendidikan khusus sehingga guru memiliki kemampuan untuk menjalankan profesinya tersebut sehingga akan mencerminkan guru yang profesional. Guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Guru yang professional diyakini mampu memotivasi siswa untuk mengoptimalkan potensinya dalam kerangka pencapaian standar pendidikan yang ditetapkan.

Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakakan bahwa guru profesional pada intinya adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Oleh karena itu jika membicarakan aspek kemampuan profesional guru berarti mengkaji kompetensi yang harus dimiliki seorang guru.

Perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi lainnya adalah terletak pada tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi guru, Uno  (2007:79).

Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan ( Pasal 1 ayat 10 UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan dosen).

Menurut Majid (2005:5) kompetensi adalah seperangkat tindakan inteligen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam pekerjaan tertentu. Sikap inteligen harus ditunjukkan sebagai kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggungjawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan, teknologi maupun etika.

Usman (2005) dalam Kunandar (2007:51) menyatakan kompetensi adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi dan kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif.

Kompetensi juga dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dengan demikian kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya Direktorat Tenaga Kependidikan Depdiknas ( 2003).

Kunandar (2007:55), menyatakan bahwa kompetensi guru adalah seperangkat penguasaaan keammpuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif.

Dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru merupakan seperangkat penguasaan pengetahuan dan kemampuan yang harus dimiliki guru agar dapat melaksanakan pekerjaannya secara  benar dan bertanggung jawab.

Jenis-jenis kompetensi Guru

Menurut Purwanto (2002) dalam Ma’ruf, kompetensi-kompetensi penting jabatan guru meliputi: kompetensi bidang substansi atau bidang studi, kompetensi bidang pembelajaran, kompetensi bidang pendidikan, nilai dan bimbingan serta kompetensi bidang hubungan dan pelayanan/pengabdian masyarakat. Kompetensi-kompetensi tersebut kini menjadi standar kompetensi guru yang nota-bone sekaligus menjadi profil guru profesional.

Standar-standar kompetensi itu dirinci lebih khusus menjadi 10 kemampuan dasar guru Depdikbud (1980)

1.     Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya

2.     Pengelolaan program belajar-mengajar

3.     Pengelolaan kelas

4.     Penggunaan media dan sumber pembelajaran

5.     Penguasaan landasan-landasan kependidikan

6.     Pengelolaan interaksi belajar-mengajar

7.     Penilaian prestasi siswa

8.     Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan

9.     Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah

10.  Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan mutu pengajaran.

Untuk dapat menjadi seorang guru yang memiliki kompetensi maka diharuskan memiliki kemampuan untuk mengembangkan tiga aspek kompetensi yang ada pada dirinya, yaitu kompetnesi pribadi, kompetensi profesional dan kompetensi kemasyarakatan Piet Sahertian (1990) dalam Kunandar (2007:56)

Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan Depdiknas (2003) secara keseluruhan standar kompetensi guru terdiri dari tujuh kompetensi, yaitu : (1) penyusunan rencana pembelajaran; (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar; (3) penilaian prestasi belajar peserta didik; (4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi bealajar peserta didik; (5) pengembangan profesi; (6) pemahaman wawasan pendidikan; (7) penguasaaan bahan kajian akademik

Berikutnya pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Guru dan Dosen No 14 tahun 2005  dan pada pasal 10 dinyatakan “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada pasal 8 kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”.

Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti dan Direktorat Profesi Pendidik dalam Kunandar (2007:77) mengklasifikasikan keempat kompetensi tersebut atas sub kompetensi seperti berikut.

-     Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi ini terdiri dari Sub Kompetensi ; (1) Memahami peserta didik secara mendalam; (2) Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran; (3) Melaksanakan pembelajaran;  (4) Merancang dan melaksankan evaluasi pembelajaran; (5) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya.

-     Kompetensi kepribadian adalah kemampuan pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik.Kompetensi ini terdiri dari Sub Kompetensi; (1) kepribadian yang mantap dan stabil; (2) Kperibadian yang dewasa; (3) Kepribadian yang arif; (4) Kepribadian yang berwibawa; (5) Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan.

-     Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/ wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini teridri dari Sub Kompetensi; (1) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik; (2)  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan; (3) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang  tua atau wali peserta didik an masyarakat sekitar.

-     Kompetensi professional adalah kemampuan menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi ini tersdiri dari Sub Kompetensi; (1) Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi; (2) Menguasai struktur dan metode keilmuan.

Menurut Sudjana ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang guru, pertama, mengenal dan memahami karakteristi sisiwa. Kedua, menguasai bahan pengajaran, Ketiga, menguasai pengetahuan tentang belajar mengajar. Keempat, terampil membelajarkan siswa termasuk merrncankan dan melaksankan pembelajaran. Kelima, terampil menilai proses dan hasil belajar. Keenam, terampil melaksankan penelitian dan pengkajian proses belajar mengajar serta memanfaatkan hasil-hasilnya untuk kepentingan tugas profesinya Sudjana (1991) dalam Kunandar (2007: 60).

Kemampuan dan keterampilan mengajar merupakan suatu hal yang dapat dipelajari serta diterapkan atau dipraktikkan oleh setiap guru. Mutu pengajaran akan meningkat apabila seorang guru dapat mepergunakannya secara tepat. Guru yang bermutu atau berkualitas ada lima komponen, yakni petama, bekerja dengan siswa secara individual,. Kedua, persiapan dan perencanaan mengajar. Ketiga, pendayagunaan alat pelajaran. Keempat, melibatkan siswa dalam berbagai pengalaman. Kelima, kepemimpinan aktif dari guru (Piet dan Ida Sahertian, 1990) dalam Kunandar (2007:61).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru menunjukkan  kualitas guru dalam melakukan pembelajaran. Kompetensi tersebut dimulai dari bagaimana kemampuan guru untuk menyusun program  perencanaan pembelajaran dan melaksanakan rencana pembelajaran tersebut.

Sumber :

Alma, Buchari dkk. 2008. Guru Profesional: Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung: Alfabeta

Dharma,  Agus. 2004. Manajemen Supervisi (Petunjuk Praktis Bagi para Supervisor). Jakarta: Raja Grafindo Persada

Daryanto. 2008. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Kunandar. 2007. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan sukses dalam sertifikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nana Syaodih, 1997. Pengembangan Kurikulum:Teori dan Praktek. Bandung : Remaja Rosdakarya

Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional : Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : Remaja Rosdakarya

Uno, Hamzah. 2007. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Nikmat Merantau …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: