Artikel

Edukasi

Sari Oktafiana

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Iiving in the earth with reason, vision and missions...but I can't make every body happy.

Mengasuh Anak, IWALY (I Will Always Love You)


HL | 07 December 2011 | 01:21 Dibaca: 366   Komentar: 11   2 dari 2 Kompasianer menilai menarik

13232036982047186353

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Berawal dari mengamati status/ Personal Message di BBM (Blackberry Messenger) dan FB dari murid-murid saya dan keponakan yang kebetulan adalah dunia remaja, ABG (anak baru gedhe) yang mereka pada dasarnya adalah usia-usia yang sedang belajar di pendidikan menengah baik SMP maupun SMA adalah hal yang menarik bagi saya.

Saya pribadi, sebagai pendidik di jenjang pendidikan menengah dimana notabene menjadi orang tua kedua murid-murid saya ketika di sekolah. Hampir di jejaring sosial seperti FB, BBM saya berteman dengan murid-murid saya, hal itu adalah karena saya ingin mengetahui sebuah dunia remaja, dunia dalam pandangan anak-anak seusia mereka dimana tentunya sangat berbeda dengan perspektif saya.

Tantangan jaman tentunya berbeda dengan jaman saya ketika masih ABG dengan anak-anak ABG sekarang…yahh sosiologi dengan perangkat teori-teori akan perubahan sosial-budaya diharapkan mampu menangkap dan menyingkap fenomena tersebut.

Berawal dari istilah IWALY yang sungguh bikin saya ngakak ketika BBM dengan kakak saya ketika saya mengamati putra-nya yang juga keponakan saya yang saat ini ABG..dalam hitungan 2 jam status/personal message di BBM bisa berganti-ganti kalau saya tulis time line-nya adalah

-Galau..

-Denger lagu 2ne1 - Lonely buat gua tambah Galau !!!

-Sad Inside , Smile Outside

-IWALY

Nah lalu saya tanyakan ke kakak saya, “Mbak, ada apa dengan putra-mu? Kok statusnya Madesu banget?” lagi-lagi saya menggunakan istilah anak muda dengan Madesu yang berarti masa depan suram…hal demikian saya tanyakan dengan mbak yang kebetulan putra-nya ABG. Lalu saya diskusi kami lanjut dengan  istilah  dari IWALY pakai ikon love segala…lalu mbak saya menjelaskan kalau yang dimaksud dengan IWALY adalah I Will Always Love You, oalah super duper nguakak saya mengetahui istilah itu..ada-ada saja anak muda jaman sekarang.

Lalu saya interview dengan dua murid saya yang saat ini mereka adalah pelajar kelas 12 (SMA klas 3) dimana mereka memberikan beberapa istilah populer, tren di dunia ABG, remaja saat ini berikut beberapa istilahnya:

WTF: what the f*#k

Sob: Sobat

Me Gusta: suka

Lol: lagi ketawa

Y U No: Why You No

Drama Queen: orang munafik, perilaku munafik

galau: lagi bete, mellow, sedih

Entah bagaimana bahasa-bahasa ‘pergaulan” itu berkembang dengan pesat, memang konteks pertemanan (peer group) baik dalam pergaulan nyata sehari-hari ataupun melalui perangkat ICT dengan berbagai macam jejaring sosial adalah fasilitator yang terhebat saat ini.

Lihatlah berapa banyak dan larisnya istilah galau saat ini. Bahasa yang hampir digunakan oleh anak-anak muda bila menghadapi ekspetasi yang tidak sesuai dengan kenyataan apapun background-nya apakah asmara, urusan sekolah, konflik pertemanan, konflik dengan orang tua dan konteks yang lainnya.

Saya melihat fenomena ini dari konteks parenting. Menurut Wikipedia, Parenting is the process of promoting and supporting the physical, emotional, social, and intellectual development of a child from infancy to adulthood. Parenting refers to the aspects of raising a child aside from the biological relationship.

Ada beberapa styles dalam parenting orang tua kita, tentunya semua style itu tergantung dari kapasitas para orang tua masing-masing untuk berusaha memahami dunia anak-anaknya yaitu;

Authoritarian parenting; Tipikal pola asuh dan pengasuhan orang tua yang otoriter, kaku, ketat dimana kadangkala juga bias gender, peran dan posisi ayah mendominasi (bila dalam konsep keluarga batih yang normal, terdiri dari ayah-ibu-anak). Orang tua pada style ini biasanya memiliki perangkat aturan yang ketat dengan harapan dapat mengontrol dan mengawasi perilaku putra-putrinya.

Permissive parenting; Tipikal dari gaya pengasuhannya adalah minimnya aturan dan sistem untuk pengawasan tumbuh kembang anak. Orang tua yang “lunak” melihat perkembangan putra-putrinya dan lebih menekankan adanya proses dialogis dalam hubungan anak-orang tua.

Uninvolved parenting; Tipikal gaya pengasuhan yang cuek dan kurang perhatian dengan perkembangan putra-putrinya mungkin hal ini dikarena kesibukan orang tua. Adapun hambatan terbesar dari pengasuhan seperti ini adalah komunikasi dalam hubungan orangtua-anak dimana seakan-akan masing-masing memiliki dunia sendiri-sendiri.

Nah bila suatu hari putra-putri kita dalam status BBM, twitter, FB-nya menuliskan IWALY, WTF, Drama Queen, Galau, Me Gusta….bagaimana respon dari bapak-ibu sekalian sebagai orang tua?

Setiap masa perkembangan anak dan jaman memang terdapat tantangan yang berbeda dan membutuhkan penanganan, respon yang tentunya sesuai dengan konteks jaman dan melihatnya dengan “out of the box”.

Melihat fenomena dari murid-murid saya, dan keponakan saya yang rata-rata ABG semua dengan konsep parenting di sekolah sebagai pengajar adalah mengajak mereka untuk berpikir akan kebijaksanaan menyikapi hidup. Life is never flat, life is fana….but that’s all the beauty and the art of life. Be ready, be wise, be tough and love your life…hehehhee..harapannya tentu semangat itu bisa berguna bagi peserta didik saya..dimana dalam jenjang pendidikan sekolah menengah betapa kerapnya saya melihat fenomena jatuh cinta bisa bikin geger dunia, putus cinta bisa bikin dunia kalang kabut, tengkar dengan teman bisa bikin dunia gempar, tugas di sekolah bisa bikin dunia hiruk pikuk, tengkar dengan orang tua bisa bikin dunia suram dan sekelumit kisah kehidupan didalam sebuah komunitas di kelas dan sekolah.

13231954821527802478

Jujur sebagai orang tua dimana nota bene putra-putri saya saat ini masih berusia 7 tahun dan 8 tahun, saya bayangkan bila suatu hari nanti saya temukan mereka mengungkapkan entah dengan menggunakan media apapun “IWALY”….hhhhmmmm pasti saya akan tersenyum….hahahhaa..anak-anak saya sudah terus bertumbuh…dalam benak saya, “IWALY dengan siapa dik?”

Salam Smart parenting!

Yogya, 7 Desember 2011

Sari

sumber gambar:
more4kids.info
parenting-families-books-
 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: