Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mohamad Sholihan

Selain sebagai reporter, saya juga menggeluti dunia pengobatan alternatif tenaga dalam supra natural jarak jauh selengkapnya

Cara Jitu Melunasi Hutang

REP | 13 December 2011 | 04:05 Dibaca: 4867   Komentar: 6   0

Segala resiko hutang harus bisa diterima dengan lapang dada. Hal itu sebagai kunci agar hutang berhenti sampai di situ, tidak bertambah besar. Kalau tidak berani menghadapi resiko, hutang akan bertambah besar.”Persoalannya, kita tidak siap menghadapi resiko,” kata KH.Yusuf Mansur.
Yusuf mengaku, dulu pernah punya hutang yang cukup besar. Untuk mengatasi masalah hutang tersebut, ia mengumnpulkan para tetangga. Lalu ia bilang kepada mereka, “Saudara saya kumpulin, termasuk para sesepuh Kampung Ketapang, karena hutang saya banyak sekali, doain ya biar saya bisa melunasinya,” harapnya.
Pada suatu hari ada seorang yang menagih hutang pada Yusuf dengan membawa tentara. Datangnya ke Ketua RW dulu.
“Pak RW, tahu gak Yusuf Mansur itu punya hutang sama saya”
“Tahu,” jawab Pak RW.
“Bapak beruntng didoa’in sama Yusuf Mansur dan orang kampung sini. Bapak ke sini mau apa?”
“Saya mau marahin dia!”
“Jangan, Pak karena tiap hari Bapak didoa’in terus,” sergah pak RW.
Pulang deh tuh yang mau nagih hutang bersama tentara. Persoalan akan lain kalau orang yang punya hutang menyembunyikan hutang-hutangnya. Kata Yusuf Mansur, ada orang yang sampai mengatakan, “Jangan sampai istri saya tahu bahwa diri saya punya hutang!” Kalau begitu, ujar Yusuf, orang tersebut, tidak siap menghadapi resiko.
Kalau resikonya sudah siap diterima, misalnya rumah disita karena hutang yang menumpuk, kini menurutnya, tinggal mencari sebab-sebabnya kenapa sampai punya hutang? Bisa jadi hutang itu karena selama ini rumah yang ditempati tidak pernah dipergunakan untuk mengaji Al-Qur’an dan tidak pernah untuk shalat tahajud.
Kalau memang rumah itu harus disita, serahkan saja. Tidak apa-apa sekarang menempati rumah kontrakan. Kalau dia sudah berubah dan menyadari kesalahannya, kemudian memperbaiki kesalahannya, Insya Allah tahun depan bisa kembali membeli rumah.
Menurutnya, hutang itu ada dua. Pertama, hutang itu ujian, karena orang lain yang berhuitang dibebanlan kepada Anda . Kedua, hutang sebagai azab dari Allah. Dua-duanya ada Allah dibalik itu. Tidak usah khawatir, Allah yang akan membereskannya.
Ia mempertanyakan, kenapa seseorang sampai berhutang? Karena ternyata shalatnya tidak beres dan berantakan. Sekarang benahi shalatnya. Kalau shalatnya sudah dibenahi, maka Allah pun akan membereskan hutangmu. Selain shalatnya tidak beres juga karena Anda pernah makan uang orang tiap bulan sejuta berlangsung selama 5 tahun, berarti seluruhnya sebanyak Rp 60 juta. Maka pada tahun ke-6 Anda punya hutang sebesar Rp 60 juta.
Agar hutang itu bisa dibereskan oleh Allah, pesan Yusuf Mansur agar Anda bertaubat. Kalau hutang itu sudah dibereskan oleh Allah, maka pada tahun ke-7 jangan diulang lagi makan uang orang lain. Kemudian adakan perubahan. Kalau semula shalatnya hanya sendiri di rumah, diubah shalat di masjid berjamaah. Yang tadinya tidak ada shalat sunnahnya, sekarang ada shalat sunnahnya. Tadinya tidak pernah puasa sunnah, sekarang puasa Senin-Kamis. Inilah cara jitu melunasi hutang ala KH.Yusuf Mansur.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 13 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 17 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 21 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: