Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mohamad Sholihan

Selain sebagai reporter, saya juga menggeluti dunia pengobatan alternatif tenaga dalam supra natural jarak jauh selengkapnya

Cara Jitu Melunasi Hutang

REP | 13 December 2011 | 04:05 Dibaca: 4912   Komentar: 6   0

Segala resiko hutang harus bisa diterima dengan lapang dada. Hal itu sebagai kunci agar hutang berhenti sampai di situ, tidak bertambah besar. Kalau tidak berani menghadapi resiko, hutang akan bertambah besar.”Persoalannya, kita tidak siap menghadapi resiko,” kata KH.Yusuf Mansur.
Yusuf mengaku, dulu pernah punya hutang yang cukup besar. Untuk mengatasi masalah hutang tersebut, ia mengumnpulkan para tetangga. Lalu ia bilang kepada mereka, “Saudara saya kumpulin, termasuk para sesepuh Kampung Ketapang, karena hutang saya banyak sekali, doain ya biar saya bisa melunasinya,” harapnya.
Pada suatu hari ada seorang yang menagih hutang pada Yusuf dengan membawa tentara. Datangnya ke Ketua RW dulu.
“Pak RW, tahu gak Yusuf Mansur itu punya hutang sama saya”
“Tahu,” jawab Pak RW.
“Bapak beruntng didoa’in sama Yusuf Mansur dan orang kampung sini. Bapak ke sini mau apa?”
“Saya mau marahin dia!”
“Jangan, Pak karena tiap hari Bapak didoa’in terus,” sergah pak RW.
Pulang deh tuh yang mau nagih hutang bersama tentara. Persoalan akan lain kalau orang yang punya hutang menyembunyikan hutang-hutangnya. Kata Yusuf Mansur, ada orang yang sampai mengatakan, “Jangan sampai istri saya tahu bahwa diri saya punya hutang!” Kalau begitu, ujar Yusuf, orang tersebut, tidak siap menghadapi resiko.
Kalau resikonya sudah siap diterima, misalnya rumah disita karena hutang yang menumpuk, kini menurutnya, tinggal mencari sebab-sebabnya kenapa sampai punya hutang? Bisa jadi hutang itu karena selama ini rumah yang ditempati tidak pernah dipergunakan untuk mengaji Al-Qur’an dan tidak pernah untuk shalat tahajud.
Kalau memang rumah itu harus disita, serahkan saja. Tidak apa-apa sekarang menempati rumah kontrakan. Kalau dia sudah berubah dan menyadari kesalahannya, kemudian memperbaiki kesalahannya, Insya Allah tahun depan bisa kembali membeli rumah.
Menurutnya, hutang itu ada dua. Pertama, hutang itu ujian, karena orang lain yang berhuitang dibebanlan kepada Anda . Kedua, hutang sebagai azab dari Allah. Dua-duanya ada Allah dibalik itu. Tidak usah khawatir, Allah yang akan membereskannya.
Ia mempertanyakan, kenapa seseorang sampai berhutang? Karena ternyata shalatnya tidak beres dan berantakan. Sekarang benahi shalatnya. Kalau shalatnya sudah dibenahi, maka Allah pun akan membereskan hutangmu. Selain shalatnya tidak beres juga karena Anda pernah makan uang orang tiap bulan sejuta berlangsung selama 5 tahun, berarti seluruhnya sebanyak Rp 60 juta. Maka pada tahun ke-6 Anda punya hutang sebesar Rp 60 juta.
Agar hutang itu bisa dibereskan oleh Allah, pesan Yusuf Mansur agar Anda bertaubat. Kalau hutang itu sudah dibereskan oleh Allah, maka pada tahun ke-7 jangan diulang lagi makan uang orang lain. Kemudian adakan perubahan. Kalau semula shalatnya hanya sendiri di rumah, diubah shalat di masjid berjamaah. Yang tadinya tidak ada shalat sunnahnya, sekarang ada shalat sunnahnya. Tadinya tidak pernah puasa sunnah, sekarang puasa Senin-Kamis. Inilah cara jitu melunasi hutang ala KH.Yusuf Mansur.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Survivor Lapindo Mulai Tenggelam …

Teguh Hariawan | | 22 September 2014 | 21:21

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | | 23 September 2014 | 04:08

Beginilah Antusiasme para Warga Belajar …

Pkbm Al-fath | | 22 September 2014 | 23:52

Ketika Animasi Tom & Jerry Ditegur KPI, …

Sahroha Lumbanraja | | 23 September 2014 | 00:24

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 1 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tak Serenyah Makan Krupuk …

Sulis Voyager | 7 jam lalu

Konflik Perkalian PR SD, Bukti Pendidikan …

Muhammad | 7 jam lalu

Profesionalisme Guru Indonesia …

Huda Ahmadi | 7 jam lalu

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Menghaturkan Tanya …

Anis Fuadah Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: