Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rumi Silitonga

Menulis itu fun, gak bayar dan bisa mengekspresikan isi hati lewat tulisan bahkan 'isi hati' selengkapnya

Cara Menentukan Pilihan

OPINI | 16 December 2011 | 14:11 Dibaca: 411   Komentar: 0   0

Gimana ya menentukan pilihan?

Menentukan prioritas berarti menentukan pilihan. Yang bikin bingung, kalau harus memilih satu dari sekian banyak pilihan. Ketika sudah menentukan pilihan berarti kita telah memprioritaskannya. Misalnya, kita punya banyak kegiatan tapi harus dikerjakan dalam satu waktu yang bersamaan, mana yang kita prioritaskan? Atau pas lagi ke mall tapi uang nggak cukup untuk membeli semua yang terdaftar di list, so which one we have to choose?? Caranya…

1. Penting dan mendesak, inilah yang harus kita utamakan. Dari banyak kegiatan tersebut atau daftar barang-barang yang mau kita beli, mana bagi kita yang paling penting dan mendesak. Nggak semuanya ‘kan??

2. Penting tapi tidak mendesak. Jangan sampai salah pilih. Kadang kita memang memprioritaskan hal yang penting tapi ternyata setelah kita pikir ulang lagi, apa yang kita pilih itu bukanlah hal yang mendesak, jadi masih bisa ditunda. Contohnya kita mau ikut BimBel, ini emang penting tapi gak mendesak.

3. Tidak penting tapi mendesak. Untuk yang satu ini kita mesti benar-benar jeli melihatnya. Contohnya, emang gak penting pas lagi belajar di kampus or sekolah kita harus pulang tapi karena our parents nelpon kita dan minta kita pulang ada urusan keluarga, ini dia yang namanya mendesak.

4. Tidak penting dan tidak mendesak. Tapi kalau udah gak penting ditambah gak mendesak, don’t waste your time to think about. Misalnya kita punya sisa uang yang lumayanlah jumlahnya, hasrat hati mau beli lagi HP murah meriah, tapi sebenarnya itu gak penting gak mendesak, jadi ngapain juga kita harus beli. 

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: