Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zaenal Abidin

Orang Biasa yang ingin terus berkarya

Mengatasi Hutang Dengan Doa

OPINI | 18 December 2011 | 01:11 Dibaca: 3313   Komentar: 0   1

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِذَا أَصْبَحْتَ وَإِذَا أَمْسَيْتَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Dari sahabat Abi Sa’id al-Khudhri r.hu dia berkata, Rasulullah saw bersabda,

“Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Asbabul Wurud

Abu Said al-Khudhri r.hu bertutur, “Pada suatu hari Rasulullah saw masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah r.hu sedang duduk di sana. Beliau bertanya, ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu shalat?” Ia menjawab, ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya, ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Lalu Beliau saw bersabda sebagaiamana hadis di atas. Setelah membaca doa di atas Abu Umamah berkata,”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.”

Kedudukan Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya. Akan tetapi lafadz hadis di atas adalah milik Imam Abu Daud dalam Sunannya dalam bab Fil istiadzati juz IV halaman 359 hadis nomor 1330.

            

Pemahaman Hadis

Doa ampuh yang diajarkan Rasulullah saw kepada Abu Umamah r.hu di atas merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah swt melindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang. 

”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.”

Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati.

”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.”

Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berpikir untuk menacari pinjaman alias berutang ketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berpikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang, karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.

”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.”

Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”

”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya.

Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang.

Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera. Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang.

Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar.

Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang.

Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam al-qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surat al-Baqarah ayat 282.

Perubahan Perilaku (Behavior Transformation)

  1. Hafalkan doa di atas.
  2. Bacalah doa yang diajarkan oleh Nabi saw di atas secara istiqamah setiap pagi dan sore.
  3. Hindari berhutang, kepada siapa pun itu
  4. Jika terpaksa harus berhutang, maka segera lunasi.
  5. mindSET bahwa tidak akan pernah berhutang selamanya. Seraya terus tanamakan dalam albasa Anda bahwa Anda tidak akan pernah berhutang.
  6. Mohonlah kepada Allah agar dikaruniai kemampuan untuk tidak berhutang, salah satu caranya dengan membaca doa di atas secara istiqamah dan mudawwamah.

Oase Pencerahan

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab r.hu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu beliau berkata kepada anaknya, ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya meminjam uang dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis surat  kepada pemegang kunci Baitul Maal yang isinya, ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.”

Maka surat tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi surat tersebut. Ternyata isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang…!

Pelajaran yang sangat luar biasa dari Seorang Khalifah Umar bin Khattab r.hu, yang oleh Nabi saw dijuluki sebagai al-Faruq. Di mana Sang Khalifah benar-benar memelihara dirinya untuk tidak berhutang. Terbukti setelah menerima balasan surat dari bendahara Baitul Maal, beliau langsung menyuruh anaknya untuk pulang, artinya Umar tidak jadi memberikan uang itu kepada anaknya. Belajar dari kisah ini semoga kita bisa memelihara diri dari berhutang. Semoga Allah selalu menolong kita semua. Amiin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 4 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Inaq Marhaeni, Cerita Lain dari Pulau Seribu …

Maya Rahmayati | 7 jam lalu

Mungkinkah Takdir Itu Bisa Dirubah? …

Jejen Al Cireboni | 7 jam lalu

4 Keunikan Krisna Pusat Oleh-oleh Khas Bali …

Rizky Febriana | 7 jam lalu

Menyambut Harapan Baru dengan Kerja Nyata …

Saikhunal Azhar | 7 jam lalu

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: