Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sakinatudh Dhuhuriyah

manusia pasti mati, tapi tulisan yang ditinggalkannya tidak akan pernah mati.

Penulisan Berita

REP | 20 December 2011 | 04:37 Dibaca: 2243   Komentar: 0   0

Jurnalistik berhubungan erat dengan wawancara. Setelah pembahasan tentang wawancara beberapa waktu yang lalu, saat ini akan coba saya tambahkan sedikit tentang wawancara dan penulisan berita. Adapun wawancara itu terbagi dalam beberapa macam, diantaranya :

  1. Wawancara sosok pribadi
  2. Wawancara berita
  3. Wawancara jalanan
  4. Wawancara sambil lalu
  5. Wawancara telepon
  6. Wawancara tertulis
  7. Wawancara kelompok

Setelah seorang jurnalis melakukan wawancara, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menuliskan hasil wawancaranya dalam bentuk berita. Menulis berita tidak hanya asal menuliskan, namun juga ada teknik-teknik penulisannya. Diantara teknik penulisan berita tersebut ialah:

  • Menentukan sudut pandang (engel)
  • Menggunakan pola penulisan Piramida Terbalik
  • Menggunakan konsep 5 W 1 H
  • Pola pedoman tulisan menggunakan lead

Dalam pola penulisan Piramida Terbalik itu seharusnya:

  • Wartawan tidak memasukkan pendapat pribadi dalam berita yang ditulis
  • Wartawan dituntut untuk bersikap jujur
  • Kesimpulan ditulis di awal paragraf.

Adapun maksud dari Piramida Terbalik itu diantaranya adalah untuk memudahkan pembaca untuk segera menemukan berita yang dianggap menarik.

Susunan berita itu terdiri dari:

  • Judul
  • Lead
  • Perangkai
  • Tubuh berita
  • Kaki berita

Judul berita itu diupayakan harus memenuhi beberapa unsur dibawah ini:

  • Profokatif (bisa menumbuhkan minat khalayak untuk membacanya)
  • Singkat dan padat (terdiri dari 3-5 kata)
  • Relevan (sesuai dengan susunan berita yang ingin disampaikan)
  • Fungsional (setiap kata dalam judul bersifat mandiri dan memiliki arti yang tegas dan jelas.
  • Formal
  • Representatif (mencerminkan teras berita/lead)

Pada paragraf pertama lead atau teras berita merupakan paragraf yang memuat fakta atau informasi terpenting dari keseluruhan berita. Lead atau teras berita diupayakan terdiri dari 4-30 kata dan harus mengandung unsur-unsur :

  • Atraktif : mampu membagkitkan minat baca pada khalayak
  • Introduktif : harus bisa menyatakan pokok persoalan yang dikupas dengan tegas dan jelas
  • Korelatif : harus bisa membuka jalan bagi kemunculan kalimat untuk paragaraf kedua dan seterusnya.
  • Kredibilitas : mencerminkan bobot akademis reporter dan media massanya

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 10 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: