Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Oftiana Irayanti Wardani

mahasiswa Tadris Kimia IAIN walisongo Semarang

Negeri Tanpa Ideologi

OPINI | 23 December 2011 | 07:39 Dibaca: 203   Komentar: 2   0

NEGERI TANPA IDEOLOGI

Terinspirasi oleh reality show “Jhon Pantau” pada episode pancasila memang telah membuka mata kita tentang pentingnya membumingkan kembali nilai-nilai pancasila. Episode yang ditayangkan 22/08/08 tidak akan pernah saya lupakan. Mungkin para pembaca yang pernah melihat episode itu juga tidak akan lupa. Si Jhon yan terkenal jail itu melakukan survei acak untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat terhadap pancasila. Alhasil banyak dari mereka yang tidak tahu bunyi sila pada pancasila. Yang membuat lebih menggelitik adalah Mahasiswa bahkan anggota DPR seperti Rachel Maryam, Inggrid Kancil, dan Primus Yustistio terlihat bingung dan masih berpikir ketika ditanya oleh Jhon. Sebaliknya, ketika Si Jhon bertanya kepada ibu tukang sapu jalanan dan penjual es di depan sekolah mereka menyebutkan dengan lantang sila dalam pancasila. Ya begitulah kenyataannya. Pejabat pun tak tahu landasan ia berpijak.

Perumusan dan penetapan pancasila oleh founding father bukanya tampa alasan. Pancasila adalah ideologi yang paling tepat digunakan di Indonesia karena nilai-niai didalamnya telah disesuaikan dengan budaya dan kepribadian bangsa. Jika ditelaah dengan seksama pancasila adalah mahakarya luar biasa. Fleksibilitasnya diharapkan dapat menjawab tantangan jaman yang semakin menggerus moral bangsa.

Ruh Yang Hilang

Patut diwaspadai penurunan drastis nilai-nilai pancasila di masyarakat akan membuat bangsa ini kehilangan arah. Dewasa ini, pancasila dirasa sudah tak dijadikan landasan diberbagai aspek kehidupan. Pengikisan ini diperparah dengan kebijakan pemerintah untuk menghapus kurikulum pendidikan pancasila. Jika hal ini terus dibiarkan tak mustahil negeri ini akan kehilangan jati diri.

Penghapusan pendidikan pancasila dari kurikulum disinyalir menjadi cikal bakal hilangnya ruh pancasila. Masalah yang mewarnai negeri hingga saat ini telah menggambarkan bahwa pancasila tidak lagi hidup dan tidak dijiwai. Korupsi, perebutan kekuasaan, kerusuhan dan konflik agama adalah beberapa contoh masalah yang kerap muncul. Bisa dibayangkan jika peristiwa yang menggiring bangsa menuju disintegrasi ini terus terjadi. Tak mustahil sila ke-3 “Persatuan Indonesia” berubah menjadi “Perpecahan Indonesia”.

Penyembuhan Bangsa

Sudah saatnya negeri ini disembuhkan dari penyakit akut krisis kepribadian. Langkah awal memang penyadaran diri namun suatu penyadaran sulit muncul dengan sendirinya. Perlu adanya suntikan yang menyadarkanya. Pengembalian pendidikan pancasila ke porsi awal adalah salah satu langkah kongkret yang harus segera ditempuh. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diharapkan mampu mengembangkan karakter anak didik untuk memahami nilai luhur ideologi bangsa.

Selain disekolah, penanaman nilai pancasila juga dapat dilakukan dilingkungan keluarga. Misalnya lewat toleransi, gotong royong, kemanusiaan dan lain sebagainya. Akan melahirkan generasi yang luar biasa jika lingkungan pendidikan dapat saling mendukung terciptanya moral dan etika hidup bermasyarakat.

Pemuda adalah harapan bangsa lewat tangannyalah negeri ini akan dibawa. Dengan panji pancasila bangsa ini akan dijunjung. Jangan terus menunggu atau kita akan mendapati Indonesia menjadi negeri tanpa Ideologi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membatik di Atas Kue Bolu bersama Chef Helen …

Eariyanti | | 02 October 2014 | 21:38

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Lidia Putri | | 02 October 2014 | 18:06

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | | 02 October 2014 | 17:06

Nasib PNPM Mandiri di Pemerintahan Jokowi …

Ali Yasin | | 02 October 2014 | 10:05

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Emak-emak Indonesia yang Salah Kaprah! …

Seneng Utami | 8 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kopi Gayo, Kini Jadi Daya Tarik Wisata …

Syukri Muhammad Syu... | 7 jam lalu

Gara-gara Incest di Jerman, Nginap di Hotel …

Gaganawati | 7 jam lalu

Usul Gw kepada Anggota Dewan …

Bhre | 7 jam lalu

PKC # 3: Kekasih Baru …

Ervipi | 7 jam lalu

Ini Baru #Shame On You# Jika PSC Off Ticket …

Aprindah Jh | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: