Artikel

Edukasi

Bread4friends Sharing

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lintong - penulis buku best seller motivasi bread for friends menyajikan nilai-nilai kehidupan positif yang diangkat dari fenomena sehari-hari.

Natal


REP | 24 December 2011 | 12:20 Dibaca: 66   Komentar: 0   1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif

NATAL

By: Lintong Simaremare

Natal berasal dari kata Natality, dalam bahasa Indonesia diartikan kelahiran. Lebih umum natality dalam konteks Natal menggambarkan kelahiran Kristus (Christ, Jesus), sehingga dikenal pula Christmas.

Natal adalah sebuah momentum yaitu waktu pilihan Allah untuk mengajarkan pada manusia bahwa dibutuhkan penyelamatan hubungan yang telah rusak antara manusia, mahluk ciptaan dengan Allah, sang Pencipta. Penyelamatan itu diwujudkan dengan menghadirkan juru selamat yang hadir sebagai manusia masuk dalam kehidupan keseharian manusia selayaknya manusia lain dan dikenal dengan Yesus Kristus.


Setelah pelayanan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke surga, Allah telah mewariskan makna penting yang harus kita jaga sepanjang masa tentang Natal. Natal dengan misi penyelamatan dan mewujudkan kedamaian. Kedamaian dalam arti manusia kembali berdamai dengan Allah. Kedamaian dengan Allah kita wujudkan dengan kedamaian dan hubungan baik dengan orang lain.

Di dunia yang kita kenal sebagai kehidupan manusia, banyak sekali terjadi hubungan yang rusak antar manusia. Hubungan yang rusak akan mengganggu bekerjanya sistem transfer kebaikan atau lebih tepatnya rusaknya sistem aliran kasih sayang antar sesama. Mungkin antara anda dengan teman di kantor, antara anda dengan saudara, antara anda dengan tetangga, antara anda dengan kekasih atau pasangan hidup anda. Kesulitan transfer kasih sayang itupun terjadi karena adanya kebencian, kesalahpahaman, ketidakpuasan, atau mungkin tirani yang saling menunjukkan keinginan untuk saling mengalahkan.

Alkitab mengatakan, “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7)

Ketika Kristus ada di dalam saya dan Kristus ada di dalam dirimu, maka kita akan mampu untuk berdamai satu dengan yang lain. Kita tidak akan memiliki kedamaian di bumi sampai Raja Damai memerintah di hati semua orang dan itulah mengapa kita perlu berdamai dengan Tuhan dan berdamai dgn sesama.

Tapi kedamaian tidak muncul tiba-tiba jika tidak dimulai dengan kemauan agar Yesus kita biarkan hadir dalam hati kita. Tuhan memberi kita moment Natal sehingga kita bisa bertemu dengan Kristus dan bertemu dengan kedamaian. Sebagai ujian penting, suatu saat nanti kembali sikap kita akan dipertanyakan.


Natal mengingatkan kita untuk berpaling kepada Tuhan dan kemauan kita untuk berpaling pada Tuhan melalui hubungan kebaikan dengan sesama. Kemauan kembali kepada Tuhan, selain sebagai wujud berterima kasih atas karunia keselamatan, itu pulalah sebagai gerbang tingkap berkat. Tuhan berkata, “Sudah saatnya bagi kamu untuk berpaling kepada-Ku, Tuhanmu, dan Aku akan datang dan mencurahkan berkat kepadamu.”

Selamat Natal bagi saudaraku yang merayakannya.

Seamarang, 24 desember 2011.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: