
online lectures, online education, independent,non profit
Dibaca: 74
Komentar: 0
Nihil
Blessing in Disguise. Setelah gagal merencanakan workshop bagi guru-guru di sekolah-sekolah se-DIY, akhirnya datang juga kesempatan yang langka ini.
Teleconference kali ini merupakan event yang cukup signifikan bagi Yogyakarta. Dengan mengambil momen pelatihan guru-guru bahasa Inggris dan para wakil kepala sekolah dari 15 sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) se-Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta, kelompok belajar guru Bahasa Inggris berinisiatif mengisi materi kuliah Pembelajaran dengan memanfaatkan IT ini dengan berteleconferensi langsung dengan narasumber dari relawan 1000guru. Karena jumlah peserta hanya 15 orang, kami sepakat menambah audien dengan mengundang guru-guru mata pelajaran MIPA dan Matematika dari sekolah kami masing-masing sehingga undangan mencapai kurang lebih 45 peserta. Dan Alhamdulillah peserta yang hadir hampir 40-an peserta.
Akhirnya pada pukul 15.00 WIB mas Miftah memulai presentasi yang berjudul utilizing Technology to Facilitate Learning yang ditulis bersama Hery The. Materi ini sangat relevan dengan tujuan digelarnya acara ini. Beberapa guru bertanya seputar materi dan beberapa hal teknis dalam menyiapkan teleconferensi. Setelah menjawab beberapa pertanyaan, mas Miftah pamit sholat Ashar. Betul-betul perlu diacungi dua jempol untuk dedikasi teman-teman aktivis 1000guru.
Tepat pada pukul 16.00 Bu Janine, relawan guru relawan 1000guru dari Kanada, masuk persis ketika para peserta sedang menunaikan ibadah sholat Ashar. Kemudian, saya dan kru SMA Muha menyiapkan presentasi dengan Bu Janine. Latar belakang tema presentasi Bu Janine adalah memberi gambaran kepada para guru sekolah RSBI tentang bagaimana program imersi pendidikan diterapkan di Kanada. Dengan mengambil judul Implementing Language Immersion, Bu Janine menggambarkan proses menuju program imersi yang diawali dengan menggambarkan pemakaian bahasa Perancis mulai dipakai sebagai bahasa pengantar, lalu dipakai 50% mendampingi bahasa Perancis sampai bahasa Perancis dipakai secara full alias 100% dan inilah yang dinamakan program imersi.
|
Suasana Telekonferensi antara guru-guru di sekolah-sekolah se-DIY dan bu Janine di Kanada |
Janine juga memberikan gambaran bahwa program imersi ini memberikan beberapa keuntungan/manfaat antara lain meningkatnya kecakapan berbahasa, kesadaran keberagaman budaya dan meningkatnya kesempatan kerja. Keuntungan lain adalah terbentuknya perspektif baru oleh siswa, yaitu menambah motivasi, kebutuhan, dan dukungan.
Disamping sudut pandang siswa, keyakinan guru yang mengajar dengan menggunakan bahasa asing (bahasa kedua) juga perlu mendapat sorotan. Beberapa hambatan yang ditemukan di lapangan antara lain sulitnya memotivasi siswa, dukungan, kurangnya pelatihan yang mengkhususkan pada bahasa, lemahnya metodologi, lemahnya motivasi dan kurangnya waktu.
Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah rekruitmen guru yang memenuhi syarat (qualified), mengembangkan kurikulum dan materi pengajaran yang up-to-date dan relevan bagi siswa, meyakinkan siswa gunanya program ini bagi masa depan mereka sebagai alternatif yang bermanfaat.
Diskusi ini dipandu oleh fasilitator kami yaitu Bapak Pius, seorang dosen dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Meskipun pertanyaan tidak terlalu banyak karena keterbatasan waktu namun kelihatan bahwa para peserta sangat tertarik dan beberapa mengungkapkan keinginan mereka mencoba metode ini dalam pembelajaran di sekolah mereka.
Sekali lagi terima kasih yang sangat besar untuk mas Miftah dan juga Bu Janine.
Semoga kesempatan ini menjadi batu loncatan 1000guru.net untuk masuk ke sekolah-sekolah di Yogyakarta secara lebih luas.
Rohmatunnazilah
SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta