Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Novian Nover

Seorang yang sangat hobi membaca buku terutama buku sejarah dan biograpi.Dan juga penikmat musik segala selengkapnya

Kenapa AS Takut Sama Korea Utara?

OPINI | 03 January 2012 | 11:31 Dibaca: 15268   Komentar: 19   3

Mendiang presiden AS Ronald reagan pernah mengatakan,bahwa Korea utara adalah mahkluk langka yang masih tersisa di planet ini.Negeri sosialis yang berpenduduk sekitar 23 juta jiwa,yang berhaluan komunis yang sangat tertutup dari dunia luar.Negara yang didirikan Kim ill sung ini yang menganut falsafah juche atau hidup diatas kekuatan kaki sendiri atau berdikari.

Mungkin inilah satu-satunya negara didunia ini,.yang sangat merepotkan AS dari dulu sampai sekarang.Kenapa negara AS masih ragu dan takut untuk melancarkan serangan maupun operasi militernya ke Korea utara.Seperti yang mereka lakukan di Eropa dan Asia pada perang dunia ke 2,Vietnam,Grenada,Panama,Afghanistan,Iraq,Lybia,Nicaragua,Somalia dan lain sebagainya.

Inilah Analisa Penulis;

1.Secara georafis,kedua negara yang bertikai ini yaitu Korut dan Korsel sangat berdekatan.Negara ini hanya dibatasi oleh Panmunjom yaitu daerah demarkasi atau garis pembatas kedua negara ini.Panmunjom adalah suatu desa dahulunya,Tapi luluh lantak ketika perang Korea meletus tahun 1950 -1953 yang menewaskan sekitar 4 juta jiwa di kedua belah pihak termasuk pasukan AS yang dikirim kesana untuk membantu Korsel waktu itu.

2.Status kedua negara masih dalam genjatan senjata,yang sewaktu-waktu dapat meletus perang terbuka antara kedua negara.Karena sejak tahun 1953 sampai sekarang belum ada perjanjian perdamaian yang bersifat permanen yang ditanda tangani.Mereka tidak punya diplomatik,satu-satunya tempat untuk berunding ya di Panmunjom itu saja tidak ada tempat yang lain.

3.Di Panmunjom itu terkonsentrasi jumlah pasukan darat terbesar di dunia sekitar 1,1 juta tentara reguler Korut,belum termasuk pasukan AS sekitar 20 ribu pasukan dan pasukan dari Korsel.Coba anda bayangkan Pnmunjom yang hanya sekitar 17km panjangnya dengan 7km lebarnya terkaonsentrasi jumlah pasukan reguler sebanyak itu.Bandingkan dengan Indonesia yang luas wilayahnya bisa menutupi Eropa dan berpenduduk 240 juta ,hanya punya pasukan sekitar 400 ribu tentara saja.

4.Jarak dari Panmunjom dan kota-kota vital di Korsel seperti Seoul dan lainnya itu hanya berjarak sekitar 60 km saja.Jadi dengan sekali serangan darat saja,saya yakin kota Seoul dan kota besar lainnya di Korsel akan luluh lantak dan hilang dari peta.Seperti yang pernah terjadi pada perang Korea tahun 1950-1953.Apalagi dengan pasukan dan jumlah senjata yang besar,tentu dampaknya akan lebih mengerikan lagi.Itulah sebanya Korsel membangun pusat-pusat industrinya di bagian selatan negara tersebut,seperti kota Pusan dan lainnya.

5.Disamping kekuatan daratnya yang besar,Korut juga punya angkatan udara yang hebat dan sangat banyak.Pesawat tempurnya saja sekitar 3000 buah.Hampir semuanya buatan Uni soviet diantaranya Mig 21 sampai 25 dan pesawat canggih lainnya produksi Soviet/Rusia.Pesawat-pesawat ini tersimpan dibawah tanah didalam bunker yang sangat sulit diketahui AS keberadaannya.Walaupun dengan peralatan canggih sekalipun.

6.Seluruh jalan-jalan yang ada di Korea utara memeng dirancang lebar dan bisa digunakan untuk mendarat dan tinggal landas pesawat militernya ketika dibutuhkan.

7.Korsel juga membangun Bunker-bunker untuk pelindungan tentara dan rakyatnya yang bisa memuat jutaan orang didalamnya,seandainya perang pecah di semenanjung Korea tersebut.

8.Di Korut antara militer,rakyat serta pemimpinnya sangat solid juga sangat tertutup,jadi sangat sulit untuk mendapatkan informasi dari negeri tersebut.Karena hampir semua informasi di kontrol penuh oleh pemerintah otoriter tersebut.

9.Secara geografis dan historis antara Korut,China dan Soviet/Rusia sangat dekat,tentu inio sangat menguntungkan Korut dari berbagai aspek.Karena secara paham mereka sama-sama komunis.Seperti yang terjadi pada perang Korea tahun 1950-1953 dimana China mengirimkan tentaranya atas perintah Mao,untuk membantu tentara Korut yang terdesak.

Akhirnya panglima pasukan AS Jenderal Mc Arthur meminta tambahan pasukan ke Presiden AS Eisen Hower sebanyak 500 ribu pasukan untuk mengadakan perang terbuka dengan Korea dan China,tapi p[ermintaan itu ditolak Presiden Hower,malah kedua jenderal ini bertikai yang berbuntut Mc Arthur dipecat oleh pangtinya sendiri Eisen hower.

10Ternyata Korut secara terang-terangan mengembangkan proyek senjata nuklirnya,dan sudah beberapa kali diuji coba ledakkan dibawah tanah.Dan Korut sendiri telah bisa membuat roket Tae podong yang mempunyai jarak jelajah 3000 km sampai 5000 km untuk menjangkau sasaran.Roket ini bisa dipasang hulu ledak nuklir dengan kekuatan mega ton.Fasilitas nuklie Korut tidak hanya ada di Yong bon tapi masih ada ditempat lain yang masih dirahasiakannya.

11.Dengan kekuatan militernya yang besar ditambah punya senjata nuklir.Negara Korea utara ini memainkan kartu Truffnya dalam berdiplomasi,Dengan kartu truff ini Korut selalu ketika berdiplomasi berada diatas angain seperti yang kita lihat selama ini.Ketika mereka dalam kelaparan,mereka memainkan kartu truff ini yang ujung-ujungnya AS mengirimkan beras kesana.Ketika mereka kesulitan memenuhi bahan bakar,juga mengeluarkan jurus ini,yang ujung-ujungnya mereka dapat bantuan bahan bakar gratis dari AS dan Korsel.

12.As dan Korsel sangat trauma denga perang Korea dahulu yang menewaskan 4 juta jiwa dikedua belah pihak termasuk tentara AS yang ditugaskan kesana yntuk membantu Korsel waktu itu.Boleh jadi ini adalah salah satu perang terkejam yang pernah ada,Karena minggu pertama penyerbuan pasukan KOrut 1 juta nyawa melayang dengan kerusakan yang tak terhinngga.

13.Yang menjadikan AS sangat ragu dan takut untuk mengadakan serangan atau operasi militernya di Korut adalah taruhannya sangat besar dan tidak bisa diprediksi kemungkinan terburuk yang akan terjadi,seperti kejadian perang Korea dahulu,ketika China tanpa diduga mengirmkan tentara merahnya untuk membantu Korut.Bisa-bisa Korsel akn luluh lantak dan bisa berimbas ke Jepang,tentu AS tidak mau kedua sekutunya ini hancur lebur.

Seperti kita ketahui AS hanya bisa mengirimkan pasukannya ke seluruh dunia dalam tempo 2kali 24 jam.Sedangkan Korut bisa mengirimkan jutaan pasukannya kurang dari dua jam,sudah sampai di kota-kota vital di Korsel.Ibaratnya Korut punya senjata celurit tapi sudah dileher musuh.Sedangkan AS punya senjata api tapi masih dipinggang,siapa yang duluan mati?

Itulah sebabnya AS ragu dan takut menghadapi KORUT dan lebih banyak mengalah dan melakukan perundingan di Panmunjom,yang lebih banyak menguntungkan Korut selama ini.

Padahal kita sama tahu,bahwa Korut selama ini banyak melakukan agitasi politik dan militer selama ini;

1.Pembacokan pasukan As di Panmunjom dengan kampak

2.Membuat terowongan rahasia dibawah tanah untuk sarana infiltrasi yang akhirnya ketahuan

3.Mencoba melakukan pembunuhan presiden Chun do Hwan pada tahun 1983 di Myanmar yang sangat banyak menewaskan jiwa,termasuk beberapa menterinya yang senior.Sedangkan Chun do Hwan sendiri selamat dari pengeboman tersebut.

4.Penembakan pesawat KAL oleh Uni soviet tahun 1983,yang mempergunakan wilayah udara Korut ketika penmbakan itu berlangsung,dan menewaskan seluruh penumpang sipil sekitar lebih dari 200 jiwa

5.Peledakan pesawat KAL tahun 1988 yang dilakukan dua agen senior mereka yang menewaskan seluruh penumpang KAL tersebut

6.Baru-baru ini kapal perang Korsel diledakkan pihak utara di tengah laut dan sampai tenggelam dan banyak menimbulkan korban yang tewas dalam peristiwa itu.Dan masih banyak lagi agitasi yang telah dilakukan Korea utara pada rival abadinya.Toh AS dan Korsel hanya bisa mengutuk selama ini tanpa bisa berbuat apa-apa,Apalagi melakukan serangan militernya ke Korut

Dan Korea utara sangat tahu dan paham dengan ini.Itulah sebabnya Korea utara selalu memainkan kartu truff ini ketika berdiplomasi dengan Korea selatan maupun Amerika serikat

Semoga tulisan saya ini ada manfaatnya

Salam silaturrahim

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 9 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 8 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 8 jam lalu

Pengembangan Mutu Akademis Berbasis Digital …

Nararya | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: