
Lahir dan dibesarkan PALEMBANG, melarat di tanah jawa
Dibaca: 201
Komentar: 7
1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat
Berawal dari Bali akhir tahun 2011 beberapa waktu yang lalu.
Setelah keluar dari pantai Tanah Lot menuju ke mobil, ada banyak cewek berkeliaran dengan basa basi yang sebetulnya basi banget, sok ramah dengan menanyakan beberapa pertanyaan kepada kita, namun jari jemarinya dengan pulpen menari sambil menulis informasi yang di dapat. Saya sudah ada perasaan wah ini penipuankah…???? Tapi ini kan Bali, mana ada penipu berkeliaran begini rupa….?
Tanpa kita sadari keterangan yang didapat tadi sudah tertera di lembaran kertas yang dia pegang.
Dengan senyum ramah memberikan potongan kertas tadi dengan janji kantornya dia akan telpon ke kita untuk kofirmasi voucher menginap gratis di hotel berbintang…….(mungkin bintang porno kali ye….).
Untungnya karna perasaan ga enak tadi, nama dan nomor hp istri saya ga saya sebutkan dengan benar, nama dan hp saya sengaja salahkan……rasain lo.
Keesokan harinya, saya mendapat telpon …….diminta datang ke satu tempat untuk mengambil voucher menginap gratis…tis…..tisssssss……..
Saya bilang, maaf mas saya belum tanya istri saya, apakah dia mau nginep gratis atau ga…?, oh ya udah bapak bicara dulu ke istri bapak nanti saya telpon lagi…..klik tutup telpon.
Saya ceritakan kepada Sopir saya yang asli orang Bali.
Dia mengatakan begini……, Pak Hareeee geennnneeeee mana ada yang mau ngasi kita GRATIS…..
Tapi ini kan Bali bli……….sang Sopir menjawab, biar ini Bali tapi pelakunya BUKAN ORANG BALI pak….?
Betul juga….dalam hati saya.
Eh esok harinya dia telpon lagi.
Selamat Siang Pak…..??, vouchernya kapan mau diambil…???
Saya bilang, Maaf mas…..istri saya ga mau nginep gratis, kata istri saya ini hotel sudah dibayar 1 bulan……hehehehe emang mao nemenin monyet di Bali sebulan hehehehe….
Nah yang menjadi masalah ternyata kelompok ini, jaringanya luas, sampe Jakartapun saya masih di kejar juga.
Saya di telponin juga dengan model yang serupa.
Dengan lembah lembut dia mengatakan bahwa dia mendapatkan no hp saya dari data bank, sepintas saya percaya.
Ga tanggung tangung yang dia tawarkan HAWAII RESORT & SPA Anyer….cing…….
Tapi dasar, rasa rakus dalam diri ini masih ngebet banget ama yg namanya gratis, saya tanggapin aja, Ok deh mba silahkan fax undanganya ke nomer fax kantor saya…….
Keesokan harinya Jrenggggggg, faxnya nongol.
Hotel yang katanya memberikan Voucher Gratis tadi berbeda dengan yang tertera di alamat fax…….
Wah penipuan lagi.
Penasaran cari di mang Google.com
Ketemu blog ini.
http://mtenggara.blogdetik.com/index.php/2010/12/tertipu-klub-bali/comment-page-1/?rcommentid=277&rerror=incorrect-captcha-sol&rchash=c40865fda29add257d67372a2aa3523d#commentform
Saya hanya ingin berbagi kepada rekan rekan.
Jangan sampai kita kehilangan waktu untuk urusan beginian. Jika mendapat telpon dari mereka langsung aja bilang tidak tertarik. titik.
Janganlah kita tertipu oleh segalah kelicikan orang yang mencari makan dengan cara cara yang kotor seperti ini.
Memang saya BELUM/TIDAK tertipu oleh mereka, tapi seandainya saya datang memenuhi undangan mereka. paling tidak ada beberapa kerugian buat saya.
1. Darah saya bisa naik.
2. Kemungkinan saya akan berurusan dengan pihak berwajib.
3. atau kemungkinan saya akan tertipu. (jika saya yang apes)
MAKAN TUH GRATIS……hehehehe
Waspadalah,……waspadalah.