Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sardini Ramadhan

Pendiri KPK (Komunitas Pena Khatulistiwa). Seorang pembelajar yang belajar dari siapa saja. Berusaha setiap hari selengkapnya

Surat untuk Pak Gubernur

REP | 07 January 2012 | 00:16 Dibaca: 228   Komentar: 2   0

Surat Untuk Pak Gubernur

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan ke Pontianak post,dengan harapan bisa dibaca sama pak gubernur.Namun,aku tak terlalu optimis tulisan seperti ini mampu menembus ketatnya perang opini di media kebanggaan kalbar itu. Lagipula aku belum cukup pandai membuat kata-kata yang resmi dan formal. Jadi lebih realistis buatku menguplode surat ini disini. Dan sebenarnya surat ini akan kukirimkan jum’at yang lalu tanggal 17 Desember 2011 ke Pontianak post,minimal di surat pembaca,saat isu mengenai tema ini sedang hangat-hangatnya dibahas di sidang paripurna DPRD Kalbar,kamis tanggal 16 Desember 2011 yang lalu. Tapi kerana sesuatu dan lain hal yang tidak perlu aku jelaskan disini,surat ini baru kukirimkan beberapa hari yang lalu di Pontianak post. Tapi seperti yang aku duga sebelumnya, mana bisa tulisan kayak gini diterbitkan.Apa kata dunia….haha..

Sebenarnya juga surat ini sudah tidak memberikan pengaruh apa-apa terkait pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan surat ini. Karena palu sidang APBD Kalbar 2012 sudah diketuk dalam siding paripurna DPRD KALBAR 16 Desember yang lalu.Tapi buatku tak ada kata terlambat untuk menyampaikan sesuatu yang kuanggap baik. Seandainya pak Gubernur punya Facebook,pastinya namanya ku tag dalam note ini. Kalaupun gak dibaca pak gubernur,mudah-mudahan surat ini dibaca orang dekat gubernur.Dan seandainya orang dekatpun gak ada yang membacanya,orang jauhpun gak papa.Yang penting surat sederhana ini bisa di baca pak gubernur. Kalau ternyata juga tidak terbaca sama sekali oleh orang jauh pak gubernur, mudah2an surat ini bisa menjadi sesuatu yang bisa jadi evaluasi bersama terkait pelaksanaan pemerintahan Gubernur kita. Selamat membaca! Oya,Namaku “Dunia Senja” dan aku bukan provokator.

Selamat pagi pak gubernur,

Apa kabarnya pak? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan semangat menunaikan tugas sebagai nakhoda kapal Provinsi khatulistiwa.Oh ya pak,sudah sarapan belum? Kalau belum mesti sarapan ya pak,biar fit jalani tugas yang berat untuk memajukan negeri yang kita cintai ini.

Sebelumnya saya memperkenalkan diri,nama saya Dunia pak.Lengkapnya Dunia Senja.Sering dipanggil teman-teman dengan panggilan Si Duin.Sehari-hari saya mahasiswa di Universitas Kehidupan Khatulistiwa.Saya bangga sekali dengan gebrakan-gebrakan yang telah bapak lakukan selama hampir lima tahun ini.Saya juga kagum dengan pencapaian prestasi bapak selama ini.Bapak juga telah kenyang dengan asam garam dunia pemerintahan. Karier pemerintahan dimulai dari bawah, sebagai staff di Kantor Camat Kecamatan Mandor, Camat Menyuke (Darit), Bupati Landak (dua periode). Ibarat tanaman bapak tumbuh, dari sandal jepit hingga berdasi. Dari camat hingga jadi bupati, dan hampir lima tahun bapak menjadi gubernur sejak terpilih 15 November 2007.Istimeanya lagi bapak adalah gubernur pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat.Bapak pernah mengatakan,”mukjizat itu nyata”.Bapak juga telah mendapatkan banyak penghargaan selama jadi gubernur. Prestasi dalam Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Tahun 2010, dan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah. Penghargaan sebagai provinsi terbaik bidang investasi (Regional Champions) 2011. Penghargaan dari Pemerintah Pusat, berupa Zakat Award 2011, dengan katagori Program Pendayagunaan Badan Amil Zakat Tingkat Provinsi.Penghargaan pangan dari Presiden SBY di arena Jambore SL PTT 2009 di Boyolali, Jawa Tengah. Penghargaan Lencana Melati dalam bidang Kepramukaan, dan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dalam bidang pembangunan.Dan mungkin masih banyak lagi prstasi membangggakan yang telah bapak capai lainnya,yang belum saya ketahui.Tiada orang yang meragukan kapasitas kepemimpinan bapak.Kita semua juga yakin seyakin-yakinnya,bahwa bapak adalah salah satu putra terbaik khatulistiwa yang telah banyak mengharumkan provinsi ini.

Maaf pak,saking asyiknya mengagumi prestasi-prestasi bapak,sampai lupa mengucapkan terimas kasih atas kesediaan membaca surat ini.Saya pastinya sangat-sangat bangga kepada bapak jika bapak mau membaca surat ini.Jauh melebihi kebanggan saya dengan apapun yang telah saya banggakan sebelumnya.Ternyata sudah menjadi gubernur tetap merakyat.Walau telah letih mengurusi tugas pemerintahan,bapak masih menyempatkan membaca surat dari seorang mahasiswa yang telah lancang mengirimi surat.Sekali lagi terima kasih banyak ya pak.

Pak,gimana ya rasanya jadi gubernur? Sepertinya bapak benar-benar menikmati peran bapak ya sebagai orang nomor satu di provinsi ini.Buktinya dengan mantap bapak telah mengikrarkan untuk maju kembali pada PILGUB 2012.Agaknya bapak juga tidak akan kesulitan untuk memenanginya lagi.Karena bapak sudah sangat-sangat terkenal.Saya yakin tak ada satupun rakyat di provinsi ini yang tidak kenal bapak.Kalau pun tidak bertemu langsung,nama bapak senantiasa terlukis di langit-langit provinsi ini.Saat rakyatmu menengadahkan wajahnya keatas,saya yakin namamu ada dilangit-langit itu (Benar kan pak? Hehe…sedikit bercanda).Sesekali bolehlah pak bercanda,biar wajah selalu ceria.Biar selalu bisa tersenyum.Smile everyday to get our Destination.

Mudah-mudahan bapak paham ya,dengan tulisan miring yang saya tulis diatas.Sebenarnya ada maknanya pak,saya menuliskannya dengan huruf miring.Kira-kira apa ya pak maksdudnya? Kapal provinsi kita sepertinya lagi miring nich pak.Bapak menyadarinya gak ya? Mudah2an bapak menyadarinya,takutnya kalau bapak gak merasakannya,ntar bisa karam kapal kita.Kalau sudah karam,kita mau hidup dimana? Sebelumnya maaf nich pak,udah lancang berpendapat kapal provinsi kita miring,tapi sebagai rakyat kecil dan mahasiswa yang sehari-harinya menumpang kapal ini,saya benar-benar bisa merasakannya agak miring.Gini loch pak,ditengah prestasi bapak yang luar biasa dan sangat-sangat mengagumkan dalam beberapa bidang pemerintahan,seperti pertanian,perkebunan,pembangunan jalan,industry,dan investasi.Ada bidang krusial yang agaknya kurang bapak perhatikan yang menyebabkan kapal provinsi kita agak miring.Ini tentunya sangat berbahaya pak.Seperti lubang disebuah kapal walau kecil tapi jika tidak ditambal cepat atau lambat pasti mengkaramkan kapal tersebut.Begitu juga dengan bidang pemerintahan yang saya maksudkan ini.Mau tahu pak,bidang apa yang saya maksudkan? Mau tahu….mau tahu….?.kita ikuti paragraph selanjutnya dari surat saya ini.(Hehe lagi-lagi canda pak).

Pak Gubernur,

Pada pasal 31 ayat 4 UUD 1945 menyebutkan negara memprioritaskan sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.Sesuai UUD 1945,alokasi dana pendidikan untuk APBN/APBD itu harus 20% ya pak.Benar gak pak? Pastinya bapak lebih tahu dari saya? Hari senin tanggal 21 November 2011 yang lalu,bertempat di Rafflesia Hotel Gajah Mada saya pernah mengikuti seminar yang diadakan Dewan pendidikan Kalimantan Barat,yang mendatangkan panelis Ir.Zulfadli (Anggota komisi X DPRI),Pak Aswandi (Pakar Pendidikan Kalbar), dan Komisioner Dikti Dewan Pendidikan Kalbar Ir Slamet Tarno MSi.,Anak buah bapak dari Dinas Pendidikan Kalbar dan beberpa pemerhati pendidikan di provinsi ini.Mau tahu pak temanya apa?

Temanya tentang Alokasi dana Pendidikan dalam APBD KALBAR 2012.Diseminar itu dijelaskan tentang amanah Undang-undang yang mewajibkan angka 20% untuk alokasi dana pendidikan dalam APBN/APBD.Disebuah surat kabar provinsi ini tertanggal 15 Desember 2011 kemaren saya membaca berita yang menyebutkan dalam APBD Tahun 2012,pemerintah provinsi Kalimantan barat dalam hal ini bapak gubernurnya hanya mengalokasikan sebesar 11% untuk biasa pendidikan.Ternyata hanya kalbar dan NTT saja yang jumlah anggaran pendidikannya tidak mencapai 20%.Wah malu donk pak,sahabatan dengan NTT.Satu lagi itu kan amanah konstitusi.Kok gak dijalankan pak.Padahal kita semua tahu bahwa pendidikan adalah investasi yang paling menjanjikan.Perubahan provinsi ini sangat bergantung dengan perubahan yang dilakukan dalam proses pendidikan.Diposkan kemana ya pak anggaran 9% lagi yang harusnya dianggarkan untuk pendidikan?

Pak Gubernur,

Kita mengetahui bahwa banyak masalah pendidikan di Kalbar. Hal ini terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar Nomor 28 dari 33 provinsi. Ini menunjukkan kita masih di papan bawah indeks pembangunan manusia. Untuk meningkatkan IPM pastilah dibutuhkan dana yang besar. Terutama sektor pendidikan,”.Pendidikan merupakan investasi yang menjanjikan perbaikan sumber daya manusia.Diharian Equator hari selasa tanggal 2 November 2011 yang lalu saya membaca berita tentang anak-anak SMAN 1 Jelimpo yang harus belajar di pondok beratapkan daun karena kekurangan ruang kelas.Kita juga masih sering disuguhi berita kekurangan guru-guru dibanyak kabupaten.Bahkan di SDN 10 Kecamatan Manantak,Sintang ada guru yang mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6 karena kekurangan guru.Dan SDN 10 Menantak bukan kasus satu-satunya di provinsi ini. Pada 2011 tercatat sebanyak 148.687 penyandang buta huruf, meningkat tajam dibandingkan tahun 2009 sebesar 53.697 atau urutan ke 25 dari 33 provinsi se Indonesia.Angka putus sekolah juga signifikan. Di tingkat SD sebanyak 1,10 persen, SMP sebanyak 1,70 persen, dan SMA 3,52 persen dengan jumlah sekolah rusak sekitar 20 persen.Berikut data yang saya dapatkan dari harian Equator tanggal 16 Desember 2011.

Potret Suram Pendidikan Kalbar

Buta Huruf

Tahun 2009

53.697

Tahun 2011

148.687

Putus Sekolah

SD

1,10 %

SMP

1,70 %

SMA

3,52 %

Sekolah rusak 20 persen.

Itulah beberapa potret kasus pendidikan dinegeri kita tercinta ini pak.Dana pendidikan sesuai amanah UUD 1945 sebesar 20% agaknya perlu secara serius diaplikasikan.Saatnya kita perbaiki bangunan-bangunan sekolah yang rusak dan sudah tidak layak untuk digunakan dalam aktivitas belajar.Jangan lagi ada anak-anak kita yang tidak mengenyam bangku pendidikan atau putus sekolah lantaran ketiadaan biaya.Anggaran 11 % tidak akan cukup mengatasi carut-marutnya dunia pendidikan kita.

Pak Gubernur,

Mohon maaf ya pak,jika ada kata-kata yang salah.Saya mewakili penumpang yang lain di Kapal Provinsi Khatulistiwa ini berharap bapak lebih serius memperhatikan masalah pendidikan.Kapal ini tidak harus karam,dan kita semua tidak harus tenggelam.Malu kita jadi provinsi yang tidak diperhitungkan.Bosan kita selalu bersahabat dengan Papua dan NTT dalam peringkat pendidikan dan indeks pembangunan manusia.Sudah saatnya kita bangkit secara sadar untuk melajukan kapal provinsi khatulistiwa ini,meninggalkan provinsi lainnya melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan mempertahankan prestasi-prestasi pemerintahan yang telah dicapai sebelumnya.Selamat bekerja pak.Harapan untuk bangkit selalu ada.

Pontianak,31 Desember 2011

Dunia Senja

Universitas Kehidupan

(kpkcorner.blogspot.com)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: