
seorang pria, lahir 13/08, di Pangian-Lintau, Prop. Sumbar. Pensiunan PNS . Tinggal di Koto Baru, Kabupaten Solok, Prop. Sumbar.
Dibaca: 148
Komentar: 0
Nihil
please guide me Allah, ffejus.blogspot.com
Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad dalam bentuk Al-Qur’an yang mmbenarkan Kitab-kitab sebelumnya (Zabur, Taurat, dan Injil), kemudian Allah mewariskan Kitab (Al-Qur’an) tersebut kepada mereka yg telah dipilih-Nya diantara hamba-hamba-Nya.Penerimaan hamba-hamba Allah terhadap warisan tersebut (Al-Qur’an) mengelompokkan mereka menjadi tiga golongan seperti tersebut pada judul postingan ini, diantara mereka ada yg : Zolimullinafsih, Muqtashid dan Sabiqumbilkhairaat (Al-Qur’an Surat Fathir-Surat 35- ayat 31 dan 32).
Zolimullinafsih
Zolim biasanya adalah perbuatan aniaya terhadap orang lain tapi dalam hal penerimaan dan penerapan terhadap Al-Qur’an orang dikatakan menganiaya diri sendiri (Zolimullinafsih) yaitu orang-orang yg mengingkari perintah-perintah Allah yg ada dalam Al-Qur’an.
Sebagai contoh Al-Qur’an melarang orang untuk mencuri baik dalam jumlah kecil seperti mencuri sandal jepit, mencuri buah coklat atau buah-buahan lain dikebun orang, jumlah sedang seperti mencopet di pasar, apalagi dalam jumlah besar seperti korupsi dan sejenisnya.
Kita telah melihat kejadian-kejadian yg terjadi belakangan ini orang yg mencuri sendal jepit ditahan sampai disidangkan, pencopet yg tertangkap tangan dihajar masa, yg korupsi karena sulit membuktikannya mereka mungkin mendapat hukuman yg ringan dibandingkan pencuri sendal jepit atau pencopet tapi, diakhirat malaikat Raqib dan Atid akan mengeluarkan catatannya nanti diakhirat untuk pelanggaran yg telah mereka lakukan akan ada azab Allah.
Muqtashid
Sebagian tafsir menterjemahkan Muqtashid sebagai pertenganhan ada yg mengatakan sebagai jalan tengah maksudnya adalah yaitu orang-orang yg mengerjakan kedua-duanya dari dua hal yg bertentangan, yg batil dan yg hak, yg dilarang dan yg diperintahkan, amal saleh dan amal salah kedua-duanya sama-sama dikerjakan.
Kalau kita lihat kehidupan umat Islam di Indonesia mungkin sebagian besar termasuk golongan ini. Kalau dilakukan razia KTP terhadap orang yg melakukan perzinahan, maka diantara mereka adalah orang-orang Islam yg berarti mereka solat, berpuasa, bersedekah. Apakah golongan tengah ini termasuk golongan baik ? Jelas tidak karena mereka telah melanggar perintah yg mereka tahu bahwa kegiatan seperti zinah, minuman keras, berjudi dan lain sebagainya itu sebagai sesuatu yg dilarang tapi mereka masih saja mengerjakannya.
Diawal tahun baru ini mungkin kita perlu menginstrospeksi diri kita apakah ditahun 2011 kita termasuk golongan yg Zolimullinafsih atau Muqtashid ? Kalau ya marilah kita memperbaikinya, bagi golongan zolimullinafsih mungkin agak berat tapi bukan tak bisa untuk dirobah, sedangkan golongan Muqtasid untuk memperbaikinya lebih mudah karena selama ini mereka juga telah melakukan hal-hal yg baik jadi tinggal menghilangkan kebiasaan mengerjakan yg batil atau dilarang seperti mencuri, mencopet, korupsi, makan riba dll.
Kita tingkatkan derajat kita menjadi golongan ketiga golongan Sabiqumbilkhairat. Apakah golongan Sabiqumbilkhairat itu ?
Sabiqumbilkhairat
Surat Fathir menjelaskan bahwa golongan ini adalah orang-orang yg telah lebih dahulu berbuat dalam perbuatan-perbuatan baik atau lebih unggul dalam perbuatan baik dibandingkan perbuatan tidak baiknya dengan seizin allah seperti para nabi, para sahabat Nabi, ulama karena menjadi golongan sabiqumbilkhairat itu adalah karunia Allah yg paling besar dan menurut surat Fathir ayat 33 diakhirat kelah mereka akan surga sorga-sorga Adnin.
Sekali lagi bagi kita-kita yg merasa termasuk golongan Zolimullinafsih dan Muqtashid : seperti dikatakan Allah dala surat Ali Imran ayat 133 : Wasaa ri ‘uu ilaa maghfiratimirrabbikum wa jannatin ‘ardhuhassamawati walardh. Bersegeralah mencari ampunan Allah dan sorga yg luasnya seluas bumi dan langit. Mari kita hijrah dari orang yg Zolimullinafsih atau Muqtashid menjadi orang-orang yg Sabiqumbilkhairaat.
Bagaimana mencari ampunan Allah, saya akan coba membahasnya dalam tulisan lain. Fa’tabiru ya ulil abshar, la’allakum turhamun. Maka ambillah ini sebagai pelajaran hai orang-orang yg mempunyai pandangan tajam !