Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Memanfaatkan Stenografi di Dunia Kerja

REP | 12 January 2012 | 07:43 Dibaca: 2294   Komentar: 35   6

13263515991703444464

Sumber gambar: en.wikipedia.org

Saat kuliah di akademi sekretaris, ada beberapa mata kuliah yang membuat saya kelimpungan. Antara suka tetapi kok ternyata tidak bisa menguasainya dengan benar. Ini sebetulnya hanya mengenai pemahaman sekumpulan karakter dan mengartikannya. Kelihatannya mudah, tapi pada kenyataanya saya sering dapat nilai kurang saat test (ini pengakuan jujur), walau tak jarang  nilai sangat baik pun pernah diraih, sesekali dan pada waktu-waktu tertentu saja.

Satu diantaranya adalah: mata kuliah Bahasa Jepang, dimana saya harus mempelajari karakter unik dari huruf katakana, hiragana dan juga kanji. Oke, untuk mata kuliah ini, dengan sedikit kerja keras dalam menghafal (padahal saya susah menghafal), saya bisa memperoleh nilai yang lumayan baik. Cuma sayangnya, seiring waktu dan situasi serta kondisi, ilmu itu hilang ditelan waktu. Tidak terpakai selama saya kerja. Jadinya ya hilang, tak berbekas.

Yang lainnya adalah mata kuliah Stenografi (Bahasa Indonesia) dan English Shorthand.  Sebetulnya ini sama-sama stenografi, karakter untuk penulisan secara cepat. Cuma ternyata tidak seperti yang dibayangkan, karena dua mata kuliah ini benar-benar sangat berbeda karakternya.

Dahulu, sebelum ditemukan alat perekam dan mesin dikte, stenografi sangat penting dan dipakai secara luas. Sampai saat ini pun, stenografi masih menjadi bagian sangat penting dalam pelatihan-pelatihan kesekretarisan dan bahkan jurnalis, dalam upaya menuliskan secara cepat segala sesuatunya.

Stenografi diambil dari bahasa latin stenos (sempit) dan graphe (menulis), yang artinya akurang lebihnya dalah teknik menulis cepat dengan menggunakan simbol atau karakter singkatan. Stenografi sangat banyak macamnya. Yang sangat umum dikenal secara luas adalah Stenografi dengan sistem Pitman dan sistem Gregg.

Sebagai sekretaris yang salah satu tugasnya mencatat notulen saat meeting, tentunya dibutuhkan keahlian dalam kecepatan menulis. Karena karakter dari stenografi ini sangat mempermudah dan mempercepat kita menuliskan suatu kalimat, tentunya menjadi keuntungan tersendiri bila kita menguasai stenografi. Diibaratkan, kita akan menulis sebuah huruf dengan 3 gerakan, pada stenografi, terkadang satu suku kata hanya dua gerakan. Ini sangat meringkas waktu dan tempat menulis.

Memang, seiring dengan kemajuan teknologi, tugas ini bisa digantikan dengan mudah oleh mesin perekam. Namun, tetap saja stenografi masih sangat dibutuhkan untuk mencatat dokumentasi manual yang belum tergantikan. Stenografi tetap memiliki kelebihan dibanding menggunakan media perekam (seperti dijelaskan di sini). Bahkan di beberapa tempat, catatan medikal untuk profesional masih menggunakan stenografi ini.

Jadi membayangkan seandainya saat ini para mahasiswa diwajibkan bisa stenografi, trus mengikuti kuliah sambil mencatatnya dengan stenografi. Keren kali ya? hehehe..

Eh, satu lagi, sepertinya asyik juga ya menulis surat rahasia dengan stenografi, apalagi surat cinta. Siapa mau coba? :D

***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 8 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: