Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Memanfaatkan Stenografi di Dunia Kerja

REP | 12 January 2012 | 07:43 Dibaca: 2289   Komentar: 35   6

13263515991703444464

Sumber gambar: en.wikipedia.org

Saat kuliah di akademi sekretaris, ada beberapa mata kuliah yang membuat saya kelimpungan. Antara suka tetapi kok ternyata tidak bisa menguasainya dengan benar. Ini sebetulnya hanya mengenai pemahaman sekumpulan karakter dan mengartikannya. Kelihatannya mudah, tapi pada kenyataanya saya sering dapat nilai kurang saat test (ini pengakuan jujur), walau tak jarang  nilai sangat baik pun pernah diraih, sesekali dan pada waktu-waktu tertentu saja.

Satu diantaranya adalah: mata kuliah Bahasa Jepang, dimana saya harus mempelajari karakter unik dari huruf katakana, hiragana dan juga kanji. Oke, untuk mata kuliah ini, dengan sedikit kerja keras dalam menghafal (padahal saya susah menghafal), saya bisa memperoleh nilai yang lumayan baik. Cuma sayangnya, seiring waktu dan situasi serta kondisi, ilmu itu hilang ditelan waktu. Tidak terpakai selama saya kerja. Jadinya ya hilang, tak berbekas.

Yang lainnya adalah mata kuliah Stenografi (Bahasa Indonesia) dan English Shorthand.  Sebetulnya ini sama-sama stenografi, karakter untuk penulisan secara cepat. Cuma ternyata tidak seperti yang dibayangkan, karena dua mata kuliah ini benar-benar sangat berbeda karakternya.

Dahulu, sebelum ditemukan alat perekam dan mesin dikte, stenografi sangat penting dan dipakai secara luas. Sampai saat ini pun, stenografi masih menjadi bagian sangat penting dalam pelatihan-pelatihan kesekretarisan dan bahkan jurnalis, dalam upaya menuliskan secara cepat segala sesuatunya.

Stenografi diambil dari bahasa latin stenos (sempit) dan graphe (menulis), yang artinya akurang lebihnya dalah teknik menulis cepat dengan menggunakan simbol atau karakter singkatan. Stenografi sangat banyak macamnya. Yang sangat umum dikenal secara luas adalah Stenografi dengan sistem Pitman dan sistem Gregg.

Sebagai sekretaris yang salah satu tugasnya mencatat notulen saat meeting, tentunya dibutuhkan keahlian dalam kecepatan menulis. Karena karakter dari stenografi ini sangat mempermudah dan mempercepat kita menuliskan suatu kalimat, tentunya menjadi keuntungan tersendiri bila kita menguasai stenografi. Diibaratkan, kita akan menulis sebuah huruf dengan 3 gerakan, pada stenografi, terkadang satu suku kata hanya dua gerakan. Ini sangat meringkas waktu dan tempat menulis.

Memang, seiring dengan kemajuan teknologi, tugas ini bisa digantikan dengan mudah oleh mesin perekam. Namun, tetap saja stenografi masih sangat dibutuhkan untuk mencatat dokumentasi manual yang belum tergantikan. Stenografi tetap memiliki kelebihan dibanding menggunakan media perekam (seperti dijelaskan di sini). Bahkan di beberapa tempat, catatan medikal untuk profesional masih menggunakan stenografi ini.

Jadi membayangkan seandainya saat ini para mahasiswa diwajibkan bisa stenografi, trus mengikuti kuliah sambil mencatatnya dengan stenografi. Keren kali ya? hehehe..

Eh, satu lagi, sepertinya asyik juga ya menulis surat rahasia dengan stenografi, apalagi surat cinta. Siapa mau coba? :D

***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jalan-Jalan Cantik ke Jepang ala Beauty …

Wardah Fajri | | 18 September 2014 | 10:16

Bapak Diberi Tenggang Tiga Kali 24 Jam untuk …

Posma Siahaan | | 18 September 2014 | 06:03

Bima Arya Sukses Menghijaukan Jalanan Kota …

Masykur A. Baddal | | 18 September 2014 | 07:20

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | | 18 September 2014 | 01:35

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 4 jam lalu

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 9 jam lalu

Pilkada Langsung; Menabrak Dasar Negara?! …

Bem Simpaka | 10 jam lalu

Bukti, Koalisi Merah Putih Bukan Wakil …

Giri Lumakto | 12 jam lalu

Takut Prabowo, Jokowi Batalkan Perampingan …

Avit Hidayat | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips Sederhana Menulis Buku agar Menarik …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 8 jam lalu

Turis Asing Suka Kawah Ijen! …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 8 jam lalu

Mudahnya Mengururs SIM tanpa Calo (Sebuah …

Okky Rizki Rohayat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: