Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nabu Mj

bersahaja.......

Belajar Sambil Bermain (Learning By Games)

OPINI | 19 January 2012 | 15:14 Dibaca: 1411   Komentar: 0   0

Belajar sambil bermain bukan hal yang baru lagi ditelinga kita. Di golongan pelajar, mahasiswa, guru bahkan dosen. Tetapi belajar sambil bermain sangat jarang di terapkan di SD, SMP, SMA dan di kampus. Disini penulis akan menjelaskan betapa pentingnya dan beberapa manfaat dari sistem belajar sambil bermain ini.

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slamto 2003 : 2). Sedangkan bermain adalah melakukan sesuatu dengan alat untuk bersenang-senang (KBBI).

Belajar sambil bermain disebut sebagai metode pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran adalah salah satu dari beberapa unsur terciptanya efektivitas pendidikan dan pelatihan (Diklat). Belajar sambil bermain biasanya digunakan sebagai pelengkap penerapan strategi-strategi atau jenis-jenis pengajaran lain. Coleman (1967) mengambarkan beberapa manfaat belajar sambil bermain. Pertama-tama yang harus diingat oleh anak didik yang ingin memainkan permainan dengan baik ialah mempelajari permainan itu dengan sungguh-sungguh guna menambah kemungkinan untuk meraih sukses. Kedua, suatu permainan sering memperlihatkan penampilan yang sederhana dalam situasi kehidupan nyata yang kompleks; ia merupakan ringkasan unsur-unsur pilihan dari kehidupan nyata dan oleh kerana itu memungkinkan pelajar menjalankan unsur-unsur pilihan ini satu-persatuan dengan mahir. Ketiga, suatu permainan mencakup partisipasi aktif dan oleh karena itu ia mungkin lebih efisien daripada pengajaran yang diterima secara pasif.

PROSES

Disisi lain belajar sambil bermain akan menciptakan permainan berperan dan peniruan. Permainan berperan berguna dalam mengajar anak didik agar mengerti pendapat, pandangan dan tujuan orang lain. Dalam permainan berperan, pelajar diminta untuk dapat mempertahankan pendapat atau tindakan sejumlah orang lain. Misalnya peranan orang tua yang menghadapi suatu situasi konflik dengan anaknya.

Menurut Mead (1934), anak dapat menggembangkan citra “diri” setelah melalui proses belajar, melihat dirinya melalui mata orang-orang lain. Permainan berperan dapat menolong anak untuk mengembangkan pengertian semacam ini.

Peniruan. Seorang anak didik dapat dihadapi dengan suatu masalah dugaan, yang menyerupai suatu kehidupan nyata dan diminta melakukan pemecahan dengan penerapan hukum-hukum tertentu. Dalam suatu situasi peniruan (simulation) pelajar sering memecahkannya dengan berbagai variasi pemecahan sebagai percobaan, membandingkan manfaat-manfaatnya yang berhubungan, akhirnya mengusulkan suatu pemecahan khusus. Misalnya dalam program pelajaran ilmu sosial, anak didik mungkin membuat rencana suatu kota.

Jadi penulis menyimpulkan metode pembelajaran belajar sambil bermain dapat mengusung kepada aktivitas dan kreatifitas anak didik. Untuk mengetahui kondisi itu maka harus mengetahui latar belakang pendidikannya dan apa tujuan dari itu semua.

Harus diperhatikan juga bahwa pelajaran yang terpenting yang lebih banyak dapat dipetik dari ini semua ialah penerapan yang tepat dari aturan main dan bukannya pengertian yang diperoleh secara kebetulan atau secara asosiatif dari fakta-fakta yang dialami.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jalan-Jalan Cantik ke Jepang ala Beauty …

Wardah Fajri | | 18 September 2014 | 10:16

Bapak Diberi Tenggang Tiga Kali 24 Jam untuk …

Posma Siahaan | | 18 September 2014 | 06:03

Bima Arya Sukses Menghijaukan Jalanan Kota …

Masykur A. Baddal | | 18 September 2014 | 07:20

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | | 18 September 2014 | 01:35

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14



HIGHLIGHT

Lolos CPNS Tanpa Sogokan …

Asri . | 8 jam lalu

Jokowi, PDIP, dan SBY Demokrat …

Forro Chandra | 8 jam lalu

Meningkatkan Guru Anak Usia Dini Lebih …

Heny Darwis | 8 jam lalu

Reformator… Jangan Pernah Lengah Mengawal …

Sjahrir Hannanu | 8 jam lalu

Akhirnya …

Rudi Kurniawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: