Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nabu Mj

bersahaja.......

Belajar Sambil Bermain (Learning By Games)

OPINI | 19 January 2012 | 15:14    Dibaca: 1585   Komentar: 0   0

Belajar sambil bermain bukan hal yang baru lagi ditelinga kita. Di golongan pelajar, mahasiswa, guru bahkan dosen. Tetapi belajar sambil bermain sangat jarang di terapkan di SD, SMP, SMA dan di kampus. Disini penulis akan menjelaskan betapa pentingnya dan beberapa manfaat dari sistem belajar sambil bermain ini.

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slamto 2003 : 2). Sedangkan bermain adalah melakukan sesuatu dengan alat untuk bersenang-senang (KBBI).

Belajar sambil bermain disebut sebagai metode pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran adalah salah satu dari beberapa unsur terciptanya efektivitas pendidikan dan pelatihan (Diklat). Belajar sambil bermain biasanya digunakan sebagai pelengkap penerapan strategi-strategi atau jenis-jenis pengajaran lain. Coleman (1967) mengambarkan beberapa manfaat belajar sambil bermain. Pertama-tama yang harus diingat oleh anak didik yang ingin memainkan permainan dengan baik ialah mempelajari permainan itu dengan sungguh-sungguh guna menambah kemungkinan untuk meraih sukses. Kedua, suatu permainan sering memperlihatkan penampilan yang sederhana dalam situasi kehidupan nyata yang kompleks; ia merupakan ringkasan unsur-unsur pilihan dari kehidupan nyata dan oleh kerana itu memungkinkan pelajar menjalankan unsur-unsur pilihan ini satu-persatuan dengan mahir. Ketiga, suatu permainan mencakup partisipasi aktif dan oleh karena itu ia mungkin lebih efisien daripada pengajaran yang diterima secara pasif.

PROSES

Disisi lain belajar sambil bermain akan menciptakan permainan berperan dan peniruan. Permainan berperan berguna dalam mengajar anak didik agar mengerti pendapat, pandangan dan tujuan orang lain. Dalam permainan berperan, pelajar diminta untuk dapat mempertahankan pendapat atau tindakan sejumlah orang lain. Misalnya peranan orang tua yang menghadapi suatu situasi konflik dengan anaknya.

Menurut Mead (1934), anak dapat menggembangkan citra “diri” setelah melalui proses belajar, melihat dirinya melalui mata orang-orang lain. Permainan berperan dapat menolong anak untuk mengembangkan pengertian semacam ini.

Peniruan. Seorang anak didik dapat dihadapi dengan suatu masalah dugaan, yang menyerupai suatu kehidupan nyata dan diminta melakukan pemecahan dengan penerapan hukum-hukum tertentu. Dalam suatu situasi peniruan (simulation) pelajar sering memecahkannya dengan berbagai variasi pemecahan sebagai percobaan, membandingkan manfaat-manfaatnya yang berhubungan, akhirnya mengusulkan suatu pemecahan khusus. Misalnya dalam program pelajaran ilmu sosial, anak didik mungkin membuat rencana suatu kota.

Jadi penulis menyimpulkan metode pembelajaran belajar sambil bermain dapat mengusung kepada aktivitas dan kreatifitas anak didik. Untuk mengetahui kondisi itu maka harus mengetahui latar belakang pendidikannya dan apa tujuan dari itu semua.

Harus diperhatikan juga bahwa pelajaran yang terpenting yang lebih banyak dapat dipetik dari ini semua ialah penerapan yang tepat dari aturan main dan bukannya pengertian yang diperoleh secara kebetulan atau secara asosiatif dari fakta-fakta yang dialami.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Berita Foto] Duel 7500 Pendekar Silat di …

Hendra Wardhana | | 01 June 2015 | 08:39

Menyemai Jiwa Wirausaha Selagi Muda …

Isson Khairul | | 01 June 2015 | 09:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

FIFA Tutup Mata Bola Dikuasai Mafia Politik …

Edo Media | | 01 June 2015 | 04:11

Mengemas Curhat jadi Tulisan Bermanfaat …

Listhia H Rahman | | 31 May 2015 | 23:22


TRENDING ARTICLES

Tidak Ada Ruginya Sanksi FIFA …

Rifki Radifan | 1 June 2015 07:04

Jokowi dan Reformasi Sepak Bola Indonesia …

Suyono Apol | 1 June 2015 06:20

Buwas Dipecat …

Axtea 99 | 1 June 2015 03:05

Bella Shofie, Resmi Dinikahi dengan Dokumen …

Seneng Utami | 1 June 2015 00:42

Perang Opini Pemerintah vs PSSI Menyangkut …

Erwin Alwazir | 1 June 2015 00:35


Subscribe and Follow Kompasiana: